Tambang Emas Runtuh di Afrika Tengah, Korban Tewas Tembus 100 Orang
RAU - Saturday, 22 August 2026 | 09:13 AM


AFRIKA TENGAH – Jumlah korban meninggal dunia akibat runtuhnya sebuah tambang emas tradisional di wilayah barat Republik Afrika Tengah dilaporkan telah mencapai lebih dari 100 orang.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa pagi, 18 Agustus 2026, di Desa Zamboye, Prefektur Nana-Mambere, yang berada tidak jauh dari perbatasan Republik Afrika Tengah dengan Kamerun.
Mengutip laporan BBC, Kamis (20/8/2026), proses penanganan dan pencarian korban masih dilakukan di lokasi kejadian.
Relawan Palang Merah setempat, Gervais Ganagoroh, mengatakan tim di lapangan masih berupaya menangani dampak runtuhnya tambang tersebut.
Jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah. Pasalnya, beberapa orang masih dilaporkan hilang dan diduga berada di bawah material reruntuhan.
Peluang Korban Selamat Kecil
Anggota Dewan Pemuda Zamboye, Bertrand Be Yangué, mengatakan kondisi di lokasi membuat kemungkinan menemukan korban dalam keadaan selamat sangat kecil.
Ia menyampaikan kesedihan atas banyaknya anak muda yang menjadi korban dalam tragedi tersebut.
Menurutnya, para korban bekerja di tambang untuk mencari penghasilan dan membantu memenuhi kebutuhan keluarga mereka.
Sementara itu, proses pencarian terus dilakukan oleh warga, relawan, serta pihak terkait. Mereka berupaya menemukan korban yang masih berada di area tambang.
Penyelidikan Penyebab Runtuhnya Tambang
Pemerintah setempat juga telah membuka penyelidikan untuk mengetahui penyebab runtuhnya tambang.
Penyelidikan tersebut mencakup proses identifikasi para korban serta penelusuran pihak yang bertanggung jawab atas pengoperasian lokasi tambang.
Sejumlah rekaman dari lokasi kejadian memperlihatkan para penambang dan pekerja berupaya mengeluarkan korban dari area tambang yang runtuh.
Para pekerja terlihat berada di sekitar lokasi yang dipenuhi material tanah dan lumpur. Sebagian orang juga terdengar meminta bantuan dalam situasi yang masih berlangsung.
Kecelakaan Tambang Kerap Terjadi
Runtuhnya tambang tradisional bukan merupakan kejadian yang sepenuhnya baru di Republik Afrika Tengah.
Sektor pertambangan skala kecil menjadi sumber penghasilan bagi ribuan masyarakat. Namun, aktivitas tersebut kerap dilakukan dengan fasilitas keselamatan yang terbatas.
Kondisi tersebut membuat para pekerja menghadapi berbagai risiko kecelakaan, termasuk runtuhnya lubang atau struktur tambang.
Tragedi di Zamboye kembali menyoroti pentingnya standar keselamatan dalam kegiatan pertambangan skala kecil untuk mengurangi risiko jatuhnya korban jiwa.
Next News

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 22 Agustus 2026, Sumut Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat
in 6 hours

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Menyebar ke Malaysia, 591 Sekolah di Sarawak Ditutup
in 5 hours

Desa Sipaku Area Asahan Resmi Jadi Desa Binaan Imigrasi, Fokus Cegah TPPO dan Penyelundupan Manusia
in 5 hours

Bupati Deliserdang Resmikan Sentra ABK di Pagar Merbau, Dorong Pendidikan hingga Kemandirian
in 5 hours

KPK OTT Rektor Unsoed, 14 Orang Diamankan di Purwokerto dan Jakarta
in 5 hours

52 Pesawat Dikerahkan Tangani Karhutla di 6 Provinsi, Pemerintah Perkuat Operasi Udara
in 5 hours

Pemprov Sumut Siapkan BKK Rp5-50 Miliar untuk Program Kampung Kreatif Sumut Berkah
20 hours ago

Jemaah Umroh Asal Madina Terlantar di Hotel Diduga Korban Penipuan, Kanwil: Travel Tak Berizin
15 hours ago

Lima Jabatan di Pemprov Sumut Kosong, Ada Dinas Pariwisata Hingga PMD Dukcapil
15 hours ago

Prakiraan Cuaca Besok Sumatera Utara Jumat (21/8), Turun Hujan di Wilayah Ini
19 hours ago





