Setelah sebulan menanti, Mobil Kakek-Nenek keliling dunia asal Aceh akhirnya diterima di Kuala Lumpur
Laila - Tuesday, 18 August 2026 | 06:26 PM


PADANGSIDIMPUAN – Penantian panjang pasangan lansia asal Aceh, T. Faisal Laksamana (65) dan dr. Indriati (61), akhirnya berakhir. Mobil yang akan digunakan untuk perjalanan The Great Overland Journey 2026–2027 berhasil mereka terima kembali di Kuala Lumpur, Malaysia.
Kendaraan tersebut sebelumnya dikirim dari Kuching, Sarawak, pada 16 Juli 2026. Namun, proses pengeluaran kendaraan dari gudang membuat pasangan yang dikenal dengan julukan Kakek-Nenek Keliling Dunia harus menunggu hampir satu bulan.
Kondisi tersebut sempat membuat Faisal dan Indriati merasa cemas karena mobil menjadi kendaraan utama dalam ekspedisi darat mereka yang direncanakan melintasi sejumlah negara di Asia Tenggara, kemudian menuju Mekkah, kawasan Timur Tengah hingga Eropa.
Kabar baik akhirnya datang pada Kamis (13/8) sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Mobil yang selama ini mereka tunggu berhasil diterima dan kembali berada dalam pengawasan keduanya.
Faisal mengaku merasa sangat lega setelah penantian panjang tersebut berakhir.
"Luar biasa, satu bulan lamanya kami menunggu. Akhirnya mobil kami diterima dan bisa kami lihat kembali. Lega sekali rasanya," ujar Faisal dalam keterangannya yang diterima ANTARA, Senin.
Sehari setelah menerima kendaraan, tepatnya Jumat (14/8), pasangan yang berdomisili di Padangsidimpuan tersebut melanjutkan agenda dengan bersilaturahmi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.
Dalam kunjungan itu, Faisal dan Indriati diterima Minister Counsellor (Information, Social and Cultural) KBRI Kuala Lumpur, Fery Iswandi. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat sekaligus menjadi bagian dari persiapan perjalanan panjang yang akan mereka tempuh.
Ekspedisi The Great Overland Journey 2026–2027 direncanakan membawa pasangan tersebut melintasi berbagai negara, mulai dari Asia Tenggara menuju Mekkah, kawasan Timur Tengah hingga sejumlah wilayah di Eropa.
Setelah melalui berbagai tantangan selama berada di Malaysia, Faisal dan Indriati kini kembali mempersiapkan kendaraan dan kebutuhan perjalanan untuk melanjutkan ekspedisi mereka.
Bagi pasangan tersebut, kembalinya mobil bukan sekadar berakhirnya masa penantian. Momentum ini menjadi penyemangat untuk kembali menjalankan perjalanan sekaligus membawa pesan bahwa usia bukan menjadi penghalang untuk mewujudkan cita-cita, berkarya dan menjalin persahabatan dengan masyarakat dari berbagai negara.
Perjalanan Faisal dan Indriati juga didokumentasikan melalui berbagai platform digital dengan nama program Kakek-Nenek Keliling Dunia. Melalui perjalanan tersebut, keduanya ingin berbagi pengalaman, memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia serta memberikan inspirasi kepada masyarakat agar tetap berkarya dan berani menjelajah dunia tanpa menjadikan usia sebagai batasan.
Next News

BPIH 2027 Disepakati Rp98,46 Juta per Jemaah, Ini Rincian Biaya yang Harus Dibayar
35 minutes ago

Asap Kembali Selimuti Sumut, Jarak Pandang Turun hingga 4 Kilometer di Sejumlah Wilayah
39 minutes ago

Pemprov Sumut kembangkan budidaya bawang putih di lahan 9.624 hektare
16 hours ago

KPK Tetapkan 8 Tersangka dalam Penyidikan Kasus Infrastruktur di Sumut
18 hours ago

Presiden bertolak ke Halmahera untuk luncurkan 11 proyek hilirisasi
18 hours ago

Pertamina evaluasi dua SPBU di Madina usai temukan pelanggaran
18 hours ago

Inflasi Sumut 2,71 persen, Terendah Keempat Nasional
a day ago

3 Wilayah Berawan, Mayoritas Hujan, Cek Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Rabu 7 Oktober 2026
a day ago

Pengetatan Pintu Utama Pengamanan Lapas Cibinong Pasca-Skandal Bangunan Non-BMN
4 days ago

Beda Status Hukum dan Verifikasi Nama-Nama yang Diseret dalam Skandal Fasilitas Khusus Lapas Cibinong
4 days ago





