Kamis, 6 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Berangkat Estetik ke Negara Dingin, Jangan Sampai Pulang Sakit: Panduan Lengkap Bertahan di Suhu Ekstrem

Tata - Thursday, 06 August 2026 | 11:40 AM

Background
Berangkat Estetik ke Negara Dingin, Jangan Sampai Pulang Sakit: Panduan Lengkap Bertahan di Suhu Ekstrem

Berangkat Estetik, Pulang Masuk Angin? Simak Tips Biar Liburan ke Negara Dingin Nggak Jadi Derita

Siapa sih yang nggak mupeng liat postingan selebgram lagi pose cantik di tengah salju atau jalan-jalan santai di trotoar London pakai coat panjang yang elegan? Rasanya tuh kayak hidup di dalam drama Korea atau film-film Hollywood romantis. Kita yang terbiasa hidup di negara tropis, yang mana kalau keluar rumah lima menit aja udah keringetan, pasti punya fantasi kalau udara dingin itu bakal bikin kita merasa segar dan "mahal".

Tapi, tunggu dulu. Realitanya, buat kita yang terbiasa dengan suhu 30 derajat Celcius, pindah ke tempat yang suhunya di bawah 10 derajat—apalagi sampai minus—itu bisa jadi culture shock fisik yang luar biasa. Kalau nggak persiapan, alih-alih dapet foto estetik buat feed Instagram, yang ada kamu malah meringkuk di pojokan kamar hotel pakai selimut karena nggak kuat nahan menggigil. Biar rencana liburan impianmu nggak berubah jadi simulasi masuk angin nasional, yuk simak beberapa tips krusial yang sering dilupakan orang pas mau berangkat ke negara dingin.

1. Seni Layering: Jangan Cuma Modal Jaket Tebal

Kesalahan paling umum buat pemula adalah mikir kalau pakai satu jaket paling tebal di dunia sudah cukup. Masalahnya, pas kamu masuk ke kereta, mall, atau kafe, biasanya mereka pakai pemanas ruangan (heater) yang kencang banget. Kalau kamu cuma pakai satu lapis kaos tipis dan satu jaket raksasa, kamu bakal kegerahan di dalam ruangan, tapi kalau dicopot malah kedinginan. Repot, kan?

Kuncinya adalah layering atau sistem berlapis. Gunakan aturan tiga lapis: Base layer (pilih thermal atau heattech yang nempel di kulit buat jaga suhu tubuh), Middle layer (kayak sweater rajut atau fleece buat nahan panas), dan Outer layer (jaket winter yang tahan angin atau waterproof). Dengan cara ini, kamu bisa bongkar pasang pakaian sesuai kondisi. Kalau lagi di dalam bus yang panas, tinggal buka outer-nya. Simpel tapi vital banget buat kenyamanan mobilitas kamu.

2. Lindungi Ujung-Ujung Tubuh (Head to Toe)

Percayalah, tubuh kita itu kayak termos. Panas paling cepat hilang lewat kepala, tangan, dan kaki. Makanya, jangan sepelekan perintilan kecil. Beanie atau kupluk bukan cuma buat gaya-gayaan biar kelihatan kayak anak indie, tapi buat ngelindungin telinga biar nggak mati rasa kena angin es. Syal juga wajib hukumnya buat nutupin leher, karena celah sedikit aja di kerah baju bisa bikin angin masuk dan bikin kamu mendadak meriang.



Untuk tangan, cari sarung tangan yang "touchscreen friendly". Sedih banget kan kalau mau buka Google Maps atau mau foto-foto tapi harus lepas sarung tangan dulu? Tanganmu bisa langsung kaku dalam hitungan detik. Dan buat kaki, pakailah kaus kaki berbahan wol. Hindari kaus kaki katun tipis biasa karena kalau kaki sudah dingin, rasanya dinginnya bakal menjalar ke seluruh badan dan bikin mood jalan-jalan langsung drop.

3. Skincare adalah Koentji, Jangan Biarkan Kulit Retak

Banyak orang lupa kalau udara dingin itu keringnya minta ampun. Di Indonesia kita sibuk ngurusin minyak berlebih, nah di negara dingin, kulit kamu bisa terasa kayak ditarik-tarik sampai bersisik atau bahkan pecah-pecah berdarah. Ini serius, nggak asik banget rasanya kalau senyum dikit aja bibir langsung perih karena pecah.

Pastikan bawa pelembap yang kandungannya lebih "berat" (extra moist) dari yang biasa dipakai di rumah. Lip balm jangan sampai ketinggalan di saku jaket, aplikasiin setiap sejam sekali. Satu lagi yang sering luput: Sunscreen! Meski udaranya dingin dan matahari nggak kelihatan, radiasi UV di negara bersalju itu justru lebih kuat karena terpantul oleh warna putih salju. Jangan sampai pulang-pulang kulit malah gosong (sunburn) tapi versi dingin.

4. Musuh Tersembunyi: Baterai HP yang Cepat Drop

Ini adalah fakta sains yang sering bikin panik: Baterai gadget, terutama smartphone dan kamera, benci banget sama suhu ekstrem dingin. Kamu mungkin ngerasa baterai masih 80%, tapi tiba-tiba HP mati total karena kedinginan. Rasanya kayak mau nangis kalau kejadian pas lagi di tengah jalan dan butuh navigasi buat balik ke hotel.

Triknya, taruh HP di kantong pakaian yang paling dekat dengan badan biar dapet panas tubuh. Jangan taruh di tas atau saku jaket paling luar. Selalu sedia power bank dan simpan di tempat yang hangat juga. Kalau perlu, tempelkan heatpack (pemanas instan) di dekat gadget kamu biar performanya tetap terjaga.



5. Perhatikan Alas Kaki, Bukan Cuma Modelnya

Pakai sneakers putih yang lagi hits itu emang keren, tapi kalau kamu harus jalan di atas trotoar yang ada lapisan es tipisnya (black ice), itu sneakers bakal jadi licin banget kayak main ice skating dadakan. Cari sepatu yang punya grip atau sol yang kuat dan anti-slip. Kalau tujuannya buat main salju, pastikan sepatunya waterproof. Sekeren apa pun penampilanmu, kalau kaos kakimu basah karena salju yang merembes masuk ke sepatu, liburanmu hari itu fix selesai karena kaki bakal kerasa kayak dicelupin ke air es seharian.

6. Tetap Terhidrasi dan Siapkan "Obat Jompo"

Karena nggak ngerasa gerah, kita sering lupa minum air putih. Padahal, tubuh kita kerja ekstra keras buat jaga suhu, dan itu butuh hidrasi. Bawa botol minum thermal yang bisa tahan air panas. Minum teh atau cokelat hangat di tengah taman yang dingin itu rasanya nikmat tiada tara, jauh lebih enak daripada di kafe ber-AC di Jakarta.

Terakhir, jangan lupa bawa obat-obatan pribadi. Minyak kayu putih, tolak angin, atau koyo mungkin terdengar sangat "bapak-bapak/ibu-ibu", tapi di suhu minus, barang-barang ini adalah penyelamat hidup. Kita nggak pernah tahu kapan perut bakal kembung karena kebanyakan kena angin atau kaki pegel karena terlalu banyak jalan di atas salju.

Liburan ke negara dingin itu emang soal pengalaman yang beda, tapi kuncinya tetap di kenyamanan. Jangan sampai karena pengen kelihatan keren di foto, kamu malah harus menderita sepanjang perjalanan. Persiapan yang matang bakal bikin kamu bisa benar-benar menikmati setiap momen, dari mulai butiran salju pertama yang jatuh sampai sensasi uap yang keluar dari mulut pas kamu lagi napas. Selamat jalan-jalan, dan jangan lupa pakai jaketnya!