Jumat, 9 Januari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
MEDAN

Bencana Alam Picu Inflasi Gunungsitoli Tertinggi di Sumut, Tembus 10,84 Persen

eno - Tuesday, 06 January 2026 | 01:11 AM

Background
Bencana Alam Picu Inflasi Gunungsitoli Tertinggi di Sumut, Tembus 10,84 Persen

Medan – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat inflasi tahunan tertinggi pada Desember 2025 terjadi di Kota Gunungsitoli, dengan angka mencapai 10,84 persen secara year-on-year (y-on-y) dan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 119,24.

Sebaliknya, inflasi terendah di Sumatera Utara tercatat di Kabupaten Karo, yakni sebesar 3,15 persen dengan IHK 111,20.

Kepala BPS Sumatera Utara Asim Saputra menjelaskan, lonjakan inflasi di Gunungsitoli tidak terlepas dari dampak bencana alam yang mengganggu distribusi barang ke wilayah Kepulauan Nias. Gangguan tersebut terutama berasal dari jalur distribusi utama seperti Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

“Hambatan distribusi menyebabkan pasokan barang terganggu sehingga mendorong kenaikan harga di sejumlah daerah,” ujar Asim di Medan, Senin (5/1/2026).

Meski tidak terdampak bencana secara langsung, wilayah Kepulauan Nias turut merasakan dampaknya akibat terhambatnya arus logistik dan distribusi kebutuhan pokok.

Secara umum, BPS mencatat inflasi Sumatera Utara pada Desember 2025 mencapai 1,66 persen secara bulanan (month-to-month) dan 4,66 persen secara tahunan, dengan IHK berada di angka 112,25.

Asim menambahkan, inflasi tahunan tersebut terutama didorong oleh kenaikan harga pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang meningkat 14,83 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 8,44 persen.

Sementara itu, terdapat dua kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga atau deflasi, yaitu kelompok perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

Sumber: HarianSIB