Rabu, 28 Januari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Banjir Bandang Landa Wisata Guci Tegal, Tiga Jembatan Putus dan Fasilitas Rusak

Tata - Saturday, 24 January 2026 | 09:52 AM

Background
Banjir Bandang Landa Wisata Guci Tegal, Tiga Jembatan Putus dan Fasilitas Rusak

Kawasan wisata alam Guci di Desa Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah kembali diterjang banjir bandang pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan, termasuk terputusnya tiga jembatan vital serta rusaknya fasilitas pemandian air panas yang menjadi daya tarik utama wisata ini.

Banjir diduga dipicu oleh hujan deras berkepanjangan yang mengguyur wilayah lereng Gunung Slamet sejak Kamis (22/1), sehingga debit sungai meningkat drastis dan meluap ke area wisata. Arus deras yang mengandung lumpur dan kayu menghantam fasilitas wisata, termasuk Pancuran 13 dan Pancuran 5.

Akibat terjangan air bah, sejumlah infrastruktur rusak parah. Tiga jembatan utama yang menghubungkan area wisata dan akses menuju permukiman warga dilaporkan putus atau hanyut, yakni Jembatan Jedor, Jembatan Kaligung di area Pancuran 13, serta jembatan gantung di Pancuran 5.

Dilansir dari Detiknews, Kerusakan tidak hanya melibatkan jembatan, tetapi juga fasilitas pemandian air panas di Pancuran 13, yang porak-poranda bahkan nyaris rata dengan tanah setelah diterjang banjir.

Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari di kawasan wisata tersebut sebagai langkah awal penanganan pascabanjir bandang. Penutupan total dilakukan pada area Pancuran 13 dan Pancuran 5 demi keselamatan pengunjung karena kondisi lingkungan yang belum dinyatakan aman.

Hingga kini belum ada laporan korban jiwa akibat kejadian ini. Kerugian yang dialami seluruhnya bersifat material, termasuk kerusakan pada fasilitas wisata dan akses jalan sebagai dampak luapan air sungai.

Pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan relawan terus melakukan pembersihan material banjir serta merencanakan pembangunan kembali jembatan yang putus setelah musim hujan mereda.