Jumat, 9 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Wabup Tapsel Ajak 674 Mahasiswa Baru IMM Jadi Penggerak Pemulihan Pascabencana

RAU - Friday, 09 October 2026 | 06:22 PM

Background
Wabup Tapsel Ajak 674 Mahasiswa Baru IMM Jadi Penggerak Pemulihan Pascabencana

PADANGSIDIMPUAN – Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Jafar Syahbuddin Ritonga, M.BA., DBA., mengajak 674 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) yang mengikuti Masa Ta'aruf Kolosal Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (MASTA Kolosal IMM) Tahun 2026 untuk tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga mengambil peran dalam membangun kembali Tapanuli Selatan pascabencana.

Ajakan tersebut disampaikan Jafar saat menjadi narasumber pada Stadium General MASTA Kolosal IMM UMTS Tahun 2026 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Jalan Sutan Muhammad Arif Nomor 32, Padangsidimpuan, Rabu (7/10/2026).

Mewakili Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu yang berhalangan hadir, Jafar menyampaikan salam dan permohonan maaf Bupati kepada seluruh mahasiswa baru, pimpinan UMTS, pengurus IMM, serta para peserta kegiatan.

Ia menegaskan, kehadiran mahasiswa baru UMTS merupakan harapan baru bagi Tapanuli Selatan, khususnya dalam menghadapi tantangan besar pemulihan akibat bencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu pada 25 November 2025.

"Belajarlah dengan sungguh-sungguh, karena Tapanuli Selatan membutuhkan kalian, apalagi pascabencana 25 November 2025. Mari kita bangun kembali Tapanuli Selatan, Bumi Dalihan Natolu," ujar Jafar.



Menurutnya, bencana tersebut memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Dari 15 kecamatan di Tapsel, sebanyak 14 kecamatan terdampak. Bencana juga mengakibatkan korban jiwa, pengungsian, kerusakan permukiman serta lahan pertanian masyarakat.

Dampak bencana turut dirasakan terhadap perekonomian daerah. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menjaga aktivitas ekonomi sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak.

"Betapa dahsyatnya akibat bencana 25 November 2025. Tetapi kami tidak boleh menyerah. Kami bersama Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat bahu-membahu membangun kembali Tapanuli Selatan," katanya.

Jafar menyebutkan, upaya pemulihan terus dilakukan pemerintah daerah. Sejumlah hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) telah dibangun bagi masyarakat terdampak, termasuk kawasan huntap di DesaHapesong Baru serta huntara di Napa, Batang Toru dan sejumlah lokasi lainnya.

Namun, menurutnya, percepatan pemulihan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa sebagai calon intelektual dan pemimpin masa depan.



"Ini menuntut kehadiran kalian. Ayo kita bangun kembali Tapanuli Selatan. Pemerintah membutuhkan sinergi dari adik-adik mahasiswa sebagai calon intelektual muda," tegasnya.

Di hadapan mahasiswa baru IMM, Jafar juga menekankan pentingnya keberanian dalam membangun masa depan.

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga keberanian untuk mengambil peran, menyampaikan gagasan dan menghadapi berbagai tantangan.

"Banyak orang berhasil bukan karena pintar, tetapi karena berani. IMM akan melatih kalian menjadi orang yang berani. Tetapi berani bukan berarti nekat," ujarnya.

Menurut Jafar, organisasi kemahasiswaan seperti IMM menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk melatih kepemimpinan, keberanian berkomunikasi, membangun jaringan dan mengembangkan kemampuan berpikir.



Karena itu, ia meminta mahasiswa tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga aktif berorganisasi dan membangun pengalaman.

Jafar juga membagikan pengalamannya dalam menempuh pendidikan sebagai motivasi bagi mahasiswa baru. Ia menekankan bahwa proses belajar tidak boleh berhenti hanya karena seseorang telah memperoleh gelar atau menduduki jabatan.

"Saya ingin mengatakan kepada adik-adik, belajar terus, jangan pernah berhenti. Jangan karena sudah hebat atau sudah punya jabatan kemudian berhenti belajar," katanya.

Ia mengisahkan pengalamannya ketika menempuh pendidikan hingga meraih gelar doktor. Bahkan, Jafar menyampaikan tekad untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang postdoktoral setelah menyelesaikan tugas pengabdiannya.

Untuk menumbuhkan kebiasaan belajar, ia juga mendorong mahasiswa membiasakan diri membaca. Ia mencontohkan kebiasaannya ketika menempuh pendidikan di Cleveland State University, Amerika Serikat, dengan membaca puluhan halaman buku setiap malam.



"Kalau kalian belum capek belajar, jangan berhenti. Pendidikan itu proses yang terus-menerus," pesannya.

Ia pun mengingatkan mahasiswa agar memiliki motivasi yang jelas dalam menempuh pendidikan. Menurutnya, motivasi akan menentukan cara seseorang mencapai cita-citanya.

"Siapkan tenaga, pikiran dan semangat. Jaga motivasi yang membuat kalian tetap bertahan untuk belajar dan mencapai cita-cita," ujarnya.

Sementara itu, Rektor UMTS Darliana Sormin mengatakan, MASTA Kolosal IMM merupakan kegiatan yang berbeda dengan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang sebelumnya telah diikuti mahasiswa.

Menurutnya, MASTA menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh kehidupan organisasi, kepemimpinan, karakter serta nilai-nilai kemahasiswaan di lingkungan Muhammadiyah.



"MASTA ini bukan mengulangi kegiatan PKKMB. Ini merupakan kegiatan baru yang memberikan ilmu dan pengalaman dari senior-senior kalian di IMM," ujarnya.

Darliana berharap IMM mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Ia juga meminta kaderisasi IMM dilakukan secara edukatif, terbuka dan mencerahkan dengan pendekatan yang ramah, rasional dan bermartabat.

"Gunakan kesempatan berproses di IMM. Di sini kalian akan melatih keberanian, menyampaikan gagasan dan dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan," katanya.

Ia menegaskan UMTS memberikan ruang kepada seluruh mahasiswa untuk tumbuh sebagai insan akademik sekaligus kader umat dan bangsa.



"Kami berharap dari Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan lahir kader-kader muda Muhammadiyah yang unggul dengan ilmu, kokoh dalam nilai, matang dalam kepemimpinan dan nyata manfaatnya bagi masyarakat," ungkapnya.

Ketua DPP IMM Bidang Hikmah, Politik dan Kebijakan Publik, Ari Aprian Harahap, dalam laporan dan pengantarnya pada Stadium General, mengingatkan mahasiswa baru bahwa kesempatan mengenyam pendidikan tinggi merupakan sebuah keistimewaan sekaligus tanggung jawab.

Ia mendorong mahasiswa membangun budaya membaca sebagai bagian dari pembentukan daya pikir kritis.

Menurut Ari, mahasiswa tidak cukup hanya menerima ilmu dari ruang kelas. Organisasi menjadi ruang untuk mengembangkan teori yang diperoleh di bangku perkuliahan menjadi pengalaman dan praktik nyata.

Ia juga mengajak kader IMM membangun tradisi diskusi, membaca dan bertukar gagasan.



"Ketika kita membaca buku, kita membiarkan otak kita berpikir dan berimajinasi sesuai apa yang kita baca. Di situlah daya kritis kita sebagai mahasiswa akan tumbuh," ujarnya.

MASTA Kolosal IMM UMTS Tahun 2026 diikuti sebanyak 674 mahasiswa baru dan dilaksanakan selama dua hari dengan mengusung tema "Bersama IMM Menyalakan Peradaban Bangsa".

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal IMM sebagai organisasi, tetapi juga memahami nilai, ideologi, kepemimpinan dan tanggung jawab sosial yang melekat pada status mereka sebagai mahasiswa.

Pesan Wakil Bupati Tapsel pun menjadi penegasan bahwa keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat harus memberikan manfaat nyata. Terlebih bagi Tapanuli Selatan yang sedang mengejar percepatan pemulihan dan kebangkitan ekonomi setelah bencana.

"Tapanuli Selatan menunggu kalian. Mari bantu pemerintah dan masyarakat membangun kembali Bumi Dalihan Natolu," pungkas Jafar.



Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPP IMM Bidang Hikmah, Politik dan Kebijakan Publik Ari Aprian Harahap; Ketua DPD IMM Sumatera Utara yang diwakili Kabid Organisasi DPD IMM Sumut M. Anugerah Utama; Kasat Narkoba Polres Tapsel AKP Philip A. Purba, S.H., M.H.; Rektor Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Darliana Sormin; serta jajaran pimpinan dan seluruh sivitas akademika UMTS, pengurus IMM, dan para mahasiswa baru peserta MASTA Kolosal IMM Tahun 2026.