Gus Irawan Ungkap Jejak Intelektual Sanusi Pane, dari Bahasa Persatuan hingga Perjuangan Menjadi Pahlawan Nasional
icaa - Friday, 09 October 2026 | 03:28 PM


MEDAN – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Gus Irawan Pasaribu, menegaskan bahwa Sanusi Pane merupakan tokoh intelektual yang berperan penting dalam perkembangan bahasa Indonesia, sastra, dan kebudayaan nasional. Pemikirannya tentang persatuan dan pengabdian dinilai masih relevan bagi generasi muda saat ini.
Hal tersebut disampaikan Gus Irawan saat menjadi narasumber dalam siaran kebahasaan TVRI Sumatera Utara bertajuk "Sanusi Pane: Penggerak Bahasa Indonesia" yang digelar bersama Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara di Medan, Kamis (8/10/2026).
Dalam dialog tersebut, Gus Irawan menjelaskan bahwa Sanusi Pane tumbuh dalam keluarga yang memiliki tradisi literasi kuat. Bersama adiknya, Armijn Pane, ia menjadi salah satu tokoh yang berkontribusi terhadap perkembangan sastra dan kebudayaan Indonesia.
Sanusi Pane juga dikenal melalui pemikirannya mengenai bahasa persatuan, kiprahnya di dunia pers, serta keterlibatannya dalam Kongres Bahasa Indonesia I di Solo pada 1938. Gagasannya tentang pengembangan bahasa Indonesia turut memperkuat fondasi kebahasaan nasional.
Gus Irawan menyebut perjuangan untuk mengusulkan Sanusi Pane sebagai Pahlawan Nasional berawal dari aspirasi masyarakat dan pemuda Tapanuli Selatan. Dukungan tersebut terus berkembang melalui berbagai kegiatan, termasuk deklarasi pada 2025 dan kegiatan Pekan Raya Sumatera Utara pada Juli 2026.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan juga berkoordinasi dengan Balai Bahasa Sumatera Utara untuk mengumpulkan dokumen dan kajian sejarah guna memperkuat pengusulan tersebut.
Selain kontribusinya dalam bidang bahasa dan sastra, Gus Irawan menyoroti sikap Sanusi Pane yang mengutamakan pengabdian tanpa mengharapkan penghargaan. Nilai tersebut dinilai penting untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun pemerintahan.
Ia juga mendorong generasi muda mengenalkan karya Sanusi Pane melalui media digital, musikalisasi puisi, pementasan teater, dan kegiatan literasi di sekolah. Pemkab Tapsel turut mendorong pengembangan bahan bacaan digital agar sejarah tokoh literasi daerah lebih mudah diakses.
Menurut Gus Irawan, warisan Sanusi Pane bukan sekadar catatan sejarah, melainkan sumber inspirasi untuk memperkuat literasi, kebudayaan, dan persatuan bangsa. Semangat tersebut diharapkan terus hidup di kalangan generasi muda Indonesia.
Next News

Wabup Tapsel Ajak 674 Mahasiswa Baru IMM Jadi Penggerak Pemulihan Pascabencana
5 hours ago

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Jumat 9 Oktober 2026: Semua Wilayah Rata Diguyur Hujan
13 hours ago

BPIH 2027 Disepakati Rp98,46 Juta per Jemaah, Ini Rincian Biaya yang Harus Dibayar
a day ago

Asap Kembali Selimuti Sumut, Jarak Pandang Turun hingga 4 Kilometer di Sejumlah Wilayah
a day ago

Pemprov Sumut kembangkan budidaya bawang putih di lahan 9.624 hektare
2 days ago

KPK Tetapkan 8 Tersangka dalam Penyidikan Kasus Infrastruktur di Sumut
2 days ago

Presiden bertolak ke Halmahera untuk luncurkan 11 proyek hilirisasi
2 days ago

Pertamina evaluasi dua SPBU di Madina usai temukan pelanggaran
2 days ago

Inflasi Sumut 2,71 persen, Terendah Keempat Nasional
3 days ago

3 Wilayah Berawan, Mayoritas Hujan, Cek Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Rabu 7 Oktober 2026
3 days ago





