Kamis, 8 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Asap Kembali Selimuti Sumut, Jarak Pandang Turun hingga 4 Kilometer di Sejumlah Wilayah

RAU - Thursday, 08 October 2026 | 07:19 PM

Background
Asap Kembali Selimuti Sumut, Jarak Pandang Turun hingga 4 Kilometer di Sejumlah Wilayah

Medan – Sebaran asap kembali terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Kamis, 8 Oktober 2026. Berdasarkan hasil pemantauan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I, kondisi tersebut turut menyebabkan penurunan jarak pandang di beberapa daerah.

Pengamatan dari Stasiun Meteorologi Aek Godang dan Stasiun Meteorologi Silangit menunjukkan bahwa pada pukul 11.00 WIB, jarak pandang berada di kisaran 4 hingga 5 kilometer.

Kepala BBMKG Wilayah I, Hendro Nugroho, mengatakan kualitas udara di Sumatera Utara saat ini berada dalam rentang kategori sedang hingga tidak sehat. Kondisi tersebut diketahui berdasarkan pemantauan konsentrasi PM2.5 atau partikel berukuran sangat kecil yang terdapat di udara.

Masyarakat yang berada di daerah dengan jarak pandang terbatas akibat kabut maupun asap diminta meningkatkan kewaspadaan. Pengendara khususnya diimbau untuk berhati-hati, menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, serta menggunakan perlengkapan berkendara yang sesuai dengan kondisi cuaca dan jarak pandang.

Berdasarkan pantauan citra sebaran asap wilayah Sumatera pada Kamis pagi sekitar pukul 10.00 WIB, asap terdeteksi di 20 kabupaten/kota di Sumatera Utara.



Wilayah yang terpantau terdampak meliputi Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Kota Padangsidimpuan, Tapanuli Utara, Toba, Samosir, Serdang Bedagai, Kota Tebing Tinggi, Batu Bara, Simalungun, Kota Pematangsiantar, Asahan, Kota Tanjungbalai, serta Humbang Hasundutan.

Selain sebaran asap, pemantauan satelit pada 7 Oktober 2026 juga menemukan lima titik panas atau hotspot di Sumatera Utara. Titik panas tersebut terdeteksi berada di Kabupaten Deli Serdang, Labuhanbatu Selatan, dan Padang Lawas Utara.

Kondisi ini menjadi perhatian karena sebaran asap dan menurunnya jarak pandang dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pengguna jalan. Masyarakat di wilayah terdampak disarankan tetap mengikuti informasi dan perkembangan cuaca dari BMKG serta berhati-hati saat melakukan aktivitas di luar ruangan.