Senin, 5 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kerokan Saat Badan Meriang, Apakah Benar Membantu atau Hanya Membuat Kulit Memerah?

Laila - Monday, 05 October 2026 | 12:28 PM

Background
Kerokan Saat Badan Meriang, Apakah Benar Membantu atau Hanya Membuat Kulit Memerah?

Kerokan Saat Badan Meriang, Apakah Benar Membantu atau Hanya Membuat Kulit Memerah?

Kerokan sudah lama dikenal sebagai salah satu cara yang dilakukan masyarakat ketika tubuh terasa meriang, pegal, atau tidak enak badan. Biasanya, permukaan kulit digosok menggunakan benda tertentu hingga muncul warna kemerahan.

Bagi sebagian orang, setelah kerokan tubuh terasa lebih ringan dan nyaman. Namun, munculnya rasa tersebut perlu dibedakan dari proses penyembuhan penyakit yang menyebabkan tubuh terasa meriang.

Mengapa Kulit Menjadi Merah?

Warna merah yang muncul setelah kerokan terutama merupakan respons tubuh terhadap gesekan dan tekanan pada permukaan kulit. Pembuluh darah kecil di area tersebut dapat melebar sehingga aliran darah ke permukaan kulit meningkat.

Akibatnya, kulit terlihat merah atau lebih gelap dibandingkan bagian sekitarnya. Semakin kuat tekanan dan gesekan yang diberikan, biasanya perubahan warna kulit juga semakin terlihat.

Jadi, kulit memerah setelah kerokan bukan berarti kotoran atau racun sedang dikeluarkan dari dalam tubuh. Perubahan tersebut merupakan respons pada jaringan kulit.



Mengapa Badan Bisa Terasa Lebih Nyaman?

Kerokan dapat memberikan sensasi hangat dan rangsangan pada kulit. Hal tersebut mungkin membuat sebagian orang merasa lebih rileks atau mengalihkan perhatian dari rasa pegal dan tidak nyaman.

Sensasi tersebut dapat membuat tubuh terasa lebih ringan untuk sementara. Namun, efek nyaman ini tidak sama dengan mengobati penyebab utama meriang, misalnya infeksi atau kondisi kesehatan lainnya.

Kerokan Tidak Menurunkan Penyebab Demam

Meriang dapat muncul karena berbagai kondisi. Jika disertai demam, menggigil, batuk, pilek, nyeri tubuh, atau keluhan lainnya, penyebabnya perlu diperhatikan.

Kerokan tidak menggantikan pengobatan terhadap penyebab tersebut. Jika tubuh mengalami infeksi, misalnya, kerokan tidak dapat menghilangkan mikroorganisme penyebab infeksi.

Karena itu, seseorang sebaiknya tidak hanya mengandalkan kerokan ketika keluhan berlangsung lama atau semakin berat.



Ada Risiko Jika Dilakukan Terlalu Keras

Kerokan yang dilakukan dengan tekanan berlebihan dapat menyebabkan iritasi, lecet, memar, atau luka pada kulit. Risiko tersebut dapat semakin besar jika alat yang digunakan tidak bersih.

Kulit yang mengalami luka juga perlu dijaga agar tidak mudah terinfeksi. Penggunaan benda tajam atau alat yang tidak higienis sebaiknya dihindari.

Jika ingin melakukan kerokan, tekanan sebaiknya tidak berlebihan dan jangan dilakukan pada kulit yang sedang mengalami luka, iritasi, atau infeksi.

Perhatikan Gejala yang Menyertai

Ketika tubuh meriang, istirahat yang cukup dan menjaga asupan cairan tetap penting. Makanan bergizi juga membantu memenuhi kebutuhan tubuh selama mengalami kondisi tidak nyaman.

Jika meriang disertai demam tinggi, sesak napas, penurunan kesadaran, nyeri yang berat, dehidrasi, atau keluhan yang tidak membaik, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.



Kerokan pada akhirnya lebih tepat dipahami sebagai kebiasaan yang dapat memberikan rasa nyaman sementara bagi sebagian orang. Kulit yang memerah merupakan respons terhadap gesekan, bukan bukti bahwa racun keluar dari tubuh. Menangani penyebab meriang dan memperhatikan gejala yang menyertainya tetap menjadi hal yang lebih penting.