Senin, 5 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kerokan Sering Dipilih Saat Badan Terasa Meriang, Begini Efeknya pada Kulit

Liaa - Monday, 05 October 2026 | 11:56 AM

Background
Kerokan Sering Dipilih Saat Badan Terasa Meriang, Begini Efeknya pada Kulit

Kerokan sudah lama dikenal sebagai salah satu kebiasaan tradisional yang dilakukan sebagian masyarakat ketika tubuh terasa meriang, pegal, atau kurang nyaman. Praktik ini biasanya dilakukan dengan menggosok permukaan kulit menggunakan benda tertentu yang memiliki sisi cukup tumpul dan licin, sering kali disertai minyak atau bahan pelumas.

Setelah kerokan, kulit biasanya terlihat kemerahan atau muncul garis-garis berwarna merah hingga keunguan. Perubahan tersebut bukan berarti kulit terbakar, melainkan merupakan respons tubuh terhadap tekanan dan gesekan yang diberikan pada permukaan kulit.

Ketika kulit digosok berulang kali, pembuluh darah kecil di bawah permukaan kulit dapat mengalami pelebaran dan pada tekanan yang cukup kuat dapat mengalami kerusakan ringan. Kondisi tersebut membuat darah lebih banyak terlihat di sekitar area yang mengalami gesekan sehingga kulit tampak merah atau keunguan.

Tingkat perubahan warna kulit dapat berbeda pada setiap orang. Ada yang hanya mengalami kemerahan ringan, sementara pada orang lain bekas kerokan dapat terlihat lebih gelap dan bertahan selama beberapa hari. Hal ini dapat dipengaruhi oleh seberapa kuat gesekan dilakukan, kondisi kulit, serta respons tubuh masing-masing.

Sensasi hangat setelah kerokan juga berkaitan dengan peningkatan aliran darah di area yang mendapat rangsangan. Gesekan dapat membuat permukaan kulit terasa lebih hangat untuk sementara waktu. Sensasi tersebut sering kali dianggap memberikan rasa nyaman ketika tubuh sedang terasa tidak enak.



Meski demikian, warna merah atau keunguan yang muncul setelah kerokan bukanlah tanda bahwa racun atau penyakit sedang dikeluarkan melalui kulit. Perubahan warna tersebut terutama merupakan respons fisik kulit dan pembuluh darah terhadap tekanan mekanis.

Tekanan yang terlalu kuat juga dapat menyebabkan kulit mengalami iritasi. Pada sebagian orang, gesekan berlebihan dapat menimbulkan rasa perih, lecet, atau memar. Karena itu, kerokan sebaiknya tidak dilakukan dengan tekanan yang berlebihan.

Kondisi kulit juga perlu diperhatikan. Area yang sedang mengalami luka, iritasi, infeksi, atau peradangan sebaiknya tidak digosok karena dapat memperburuk kondisi kulit dan menimbulkan rasa sakit.

Kebersihan alat yang digunakan juga penting. Jika alat kerokan digunakan bergantian tanpa dibersihkan dengan baik, terdapat risiko perpindahan kotoran atau mikroorganisme. Penggunaan alat yang bersih dapat membantu mengurangi risiko tersebut.

Perlu dipahami bahwa kerokan lebih berkaitan dengan rasa nyaman sementara dan bukan pengganti pengobatan terhadap penyebab penyakit. Keluhan meriang dapat muncul karena berbagai kondisi, termasuk infeksi atau kelelahan. Jika meriang disertai demam tinggi, sesak napas, nyeri berat, atau keluhan lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya mencari pertolongan medis.



Pada akhirnya, kemerahan dan perubahan warna kulit setelah kerokan merupakan efek dari tekanan serta gesekan pada permukaan tubuh. Selama dilakukan secara lembut dan pada kulit yang sehat, perubahan tersebut umumnya bersifat sementara. Namun, kerokan tetap perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak menyebabkan cedera pada kulit.

Tags