Senin, 5 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Lantai Rumah Terasa Lengket Meski Sudah Dipel, Ternyata Bisa Dipengaruhi Hal Ini

Laila - Monday, 05 October 2026 | 12:17 PM

Background
Lantai Rumah Terasa Lengket Meski Sudah Dipel, Ternyata Bisa Dipengaruhi Hal Ini

Lantai Rumah Terasa Lengket Meski Sudah Dipel, Ternyata Bisa Dipengaruhi Hal Ini

Lantai rumah seharusnya terasa bersih dan nyaman setelah dipel. Namun, pada kondisi tertentu, permukaan lantai justru terasa lengket ketika diinjak, bahkan terkadang meninggalkan sensasi seperti ada lapisan tipis yang menempel di telapak kaki.

Kondisi tersebut cukup umum terjadi dan tidak selalu disebabkan oleh lantai yang masih kotor. Ada beberapa hal dalam proses membersihkan lantai yang justru dapat membuat permukaannya meninggalkan residu.

Salah satunya adalah penggunaan cairan pembersih yang terlalu banyak. Sebagian orang menganggap semakin banyak cairan pembersih yang digunakan, semakin bersih pula lantai yang dihasilkan. Padahal, takaran yang berlebihan dapat membuat sisa bahan pembersih tertinggal di permukaan.

Cairan Pembersih Terlalu Banyak

Cairan pembersih lantai umumnya perlu dicampurkan dengan air sesuai takaran yang dianjurkan. Jika konsentrasinya terlalu tinggi, cairan dapat meninggalkan lapisan setelah lantai mengering.

Lapisan tersebut dapat membuat permukaan terasa licin atau lengket. Debu dan kotoran yang baru masuk ke rumah juga lebih mudah menempel pada permukaan yang masih memiliki residu.



Karena itu, penggunaan cairan pembersih sebaiknya tidak berlebihan. Takaran yang tepat justru membantu proses pembersihan berlangsung lebih efektif tanpa meninggalkan banyak sisa bahan.

Air Pel Sudah Terlalu Kotor

Air yang digunakan untuk mengepel juga berpengaruh terhadap hasil akhir. Ketika air pel sudah berubah menjadi sangat keruh, kotoran yang sebelumnya terangkat dari lantai dapat kembali tersebar ke permukaan.

Jika kondisi tersebut terus dilakukan, lantai mungkin terlihat basah dan mengilap setelah dipel, tetapi sebenarnya masih menyisakan kotoran. Setelah air mengering, permukaan dapat terasa kurang bersih atau bahkan lengket.

Mengganti air secara berkala menjadi salah satu langkah sederhana untuk menghindari masalah tersebut. Untuk area yang sangat kotor, sebaiknya gunakan air baru ketika mulai mengepel bagian rumah lainnya.

Pel yang Tidak Bersih

Kain atau kepala pel yang jarang dicuci juga dapat menjadi penyebab. Sisa minyak, debu, rambut, dan kotoran lainnya bisa menempel pada serat pel.



Ketika pel tersebut digunakan kembali, kotoran tidak benar-benar terangkat dari lantai. Sebaliknya, sebagian justru dapat berpindah ke permukaan lain.

Pel perlu dicuci dengan benar setelah digunakan dan dikeringkan sebelum disimpan. Kondisi pel yang bersih akan membuat proses mengepel menjadi lebih efektif.

Ada Sisa Makanan atau Minuman

Lantai di sekitar meja makan, dapur, atau ruang keluarga terkadang terkena cipratan minuman, minyak, saus, atau makanan. Beberapa jenis kotoran tersebut memiliki sifat yang membuat permukaan terasa lengket.

Jika hanya dipel menggunakan air dalam jumlah sedikit, sisa zat tersebut belum tentu terangkat seluruhnya. Pada kondisi tertentu, diperlukan pembersihan khusus pada bagian yang terkena noda sebelum seluruh lantai dipel.

Cara Mengepel Juga Perlu Diperhatikan

Mengepel lantai sebaiknya dilakukan secara teratur dan menggunakan perlengkapan yang bersih. Bagian lantai yang paling kotor dapat dibersihkan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan ke area lainnya.



Jika menggunakan cairan pembersih, ikuti petunjuk pengenceran pada kemasan. Setelah menggunakan produk tertentu, pembilasan dengan air bersih juga dapat dilakukan apabila petunjuk produknya memang menyarankan langkah tersebut.

Dengan cara yang tepat, lantai tidak hanya terlihat bersih tetapi juga terasa lebih nyaman ketika diinjak. Permukaan yang tidak meninggalkan residu juga membuat debu dan kotoran tidak mudah kembali menempel setelah proses pembersihan selesai.