Inflasi Sumut 2,71 persen, Terendah Keempat Nasional
RAU - Wednesday, 07 October 2026 | 09:41 AM


Medan
Sumatera Utara (Sumut) tercatat sebagai daerah dengan tingkat inflasi terendah keempat secara nasional, dengan inflasi secara year on year (yoy) pada September 2026 sebesar 2,71 persen. Sementara secara month to month (mtm) inflasi Sumut tercatat 0,14 persen.
Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Perekonomian Sumut Evan Botung Daulay pada konferensi pers yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Anjungan Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (6/10/2026).
"Sumut dari data BPS, nomor empat terendah se-Indonesia," kata Evan.
Menurut Evan, posisi tersebut telah dipertahankan Sumut selama dua bulan terakhir. Ia menyebut gerakan pangan murah menjadi salah satu upaya Pemprov Sumut untuk menekan inflasi sekaligus menjaga kestabilan harga pangan.
Biro Perekonomian juga menempuh berbagai kebijakan dengan berkolaborasi bersama para pemangku kepentingan. Langkah tersebut meliputi menjaga ketersediaan pasokan, memastikan kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah terpenuhi, serta menjaga harga eceran tertinggi (HET) sejumlah bahan pokok."Ini sesuai arahan Pak Gubernur Bobby Afif Nasution untuk menjaga kestabilan harga," katanya.
Evan juga menyampaikan pertumbuhan ekonomi Sumut saat ini mencapai 5 persen. Sementara pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada tahun 2029. Untuk mendorong pertumbuhan tersebut, Pemprov Sumut menerapkan pola yang sama melalui kebijakan yang dijalankan bersama para pemangku kepentingan.
"Langkah-langkahnya sama seperti yang tadi saya sampaikan. Kebijakan ekonomi selalu kami jalankan dengan berkolaborasi," ujarnya.
Selain itu, Pemprov Sumut secara rutin melakukan pemantauan dan evaluasi (monev) untuk memastikan berbagai kebijakan intervensi dapat diwujudkan dalam bentuk aksi nyata. Pengendalian harga dilakukan melalui kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang siaga mengintervensi pasar, mengamankan pasokan pangan agar terhindar dari kelangkaan, serta menggelar pasar murah sewaktu-waktu untuk mengantisipasi lonjakan harga.
"Kami berusaha untuk menjaga agar pasokan ini tetap terjaga di pasar, tidak ada yang namanya kelangkaan lagi. Dan biasanya ketika isu kelangkaan itu sudah mulai ," pungkasnya.
Next News

3 Wilayah Berawan, Mayoritas Hujan, Cek Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Rabu 7 Oktober 2026
12 hours ago

Pengetatan Pintu Utama Pengamanan Lapas Cibinong Pasca-Skandal Bangunan Non-BMN
3 days ago

Beda Status Hukum dan Verifikasi Nama-Nama yang Diseret dalam Skandal Fasilitas Khusus Lapas Cibinong
3 days ago

Harga Cabai di Sumut Nyaris Rp100 Ribu, Pemprov Ungkap Penyebabnya
a day ago

Empat Desa di Nias Barat Berpotensi Jadi Kampung Kreatif Sumut Berkah 2026
a day ago

Wacana "Satu Data Pemasyarakatan": Solusi Sistemik Mencegah Berulangnya Skandal Lapas Cibinong
4 days ago

Wabup Tapsel Dorong Damparan Jadi Percontohan Pertanian Terpadu: Jagung, Ikan hingga Kopi
2 days ago

Kapolda Sumut Diganti, Kapolri Percayakan Brigjen Pol Sonny Irawan
2 days ago

Prakiraan Cuaca Sumut 5 Oktober 2026, Potensi Hujan Terjadi Sore Hari
3 days ago

Kemenimipas Kantongi Identitas Penghuni Hunian Mewah Lapas Cibinong, Penyelidikan Berlanjut
5 days ago





