Stop Asal Pilih! Ini Perbedaan Sabun SLS dan Non-SLS yang Jarang Diketahui Orang
Nanda - Monday, 06 April 2026 | 08:39 AM


Kenapa Sabun Bisa Berbusa Banyak?
Banyak orang mengira semakin banyak busa, semakin bersih hasilnya. Padahal, busa berasal dari bahan bernama SLS.
Apa Itu SLS?
SLS adalah singkatan dari Sodium Lauryl Sulfate, yaitu bahan kimia surfaktan (zat aktif pembersih) yang berfungsi:
- Mengangkat minyak dan kotoran
- Menghasilkan busa melimpah
- Memberikan sensasi "kesat" setelah dibilas
SLS banyak digunakan dalam:
- Sabun mandi
- Sampo
- Pasta gigi
- Sabun cuci muka
Perbedaan Sabun SLS dan Non-SLS
1. Dari Segi Kandungan
Sabun SLS
- Mengandung Sodium Lauryl Sulfate atau turunan sulfat lainnya
- Bersifat pembersih kuat
Sabun Non-SLS
- Tidak mengandung SLS
- Biasanya memakai surfaktan lebih lembut seperti cocamidopropyl betaine atau bahan turunan kelapa
2. Dari Segi Busa
- Sabun SLS → Busa sangat banyak dan cepat muncul
- Sabun Non-SLS → Busa lebih sedikit, cenderung lembut
Perlu diingat: banyaknya busa tidak selalu berarti lebih bersih.
3. Dampak pada Kulit
Sabun SLS:
- Bisa membuat kulit kering
- Berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit sensitif
- Menghilangkan minyak alami kulit
Sabun Non-SLS:
- Lebih lembut
- Cocok untuk kulit sensitif
- Tidak terlalu mengikis lapisan pelindung alami kulit
4. Cocok untuk Siapa?
Gunakan sabun SLS jika:
- Kulit Anda cenderung berminyak
- Tidak memiliki riwayat kulit sensitif
- Membutuhkan pembersih kuat setelah aktivitas berat
Pilih sabun Non-SLS jika:
- Kulit sensitif atau mudah kemerahan
- Memiliki eksim atau dermatitis
- Kulit bayi dan anak-anak
- Ingin menjaga skin barrier tetap sehat
Apakah SLS Berbahaya?
SLS tidak selalu berbahaya jika digunakan dalam kadar aman dan tidak berlebihan. Namun, pada sebagian orang, SLS bisa menyebabkan:
- Kulit terasa tertarik
- Gatal
- Iritasi ringan
- Kulit makin kering
Karena itu, pemilihan sabun sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.
Cara Mengetahui Sabun Mengandung SLS atau Tidak
Cek bagian komposisi pada kemasan. Jika terdapat tulisan:
- Sodium Lauryl Sulfate
- Sodium Laureth Sulfate (SLES)
- Ammonium Lauryl Sulfate
Artinya sabun tersebut mengandung turunan sulfat.
Jika tidak ada kandungan tersebut, biasanya produk tersebut termasuk non-SLS.
Sabun SLS dan non-SLS sama-sama memiliki fungsi membersihkan. Perbedaannya terletak pada kekuatan pembersih dan efeknya pada kulit.
Bagi kulit normal hingga berminyak, sabun SLS mungkin tidak masalah. Namun untuk kulit sensitif atau kering, non-SLS sering menjadi pilihan yang lebih aman.
Jadi, jangan lagi tertipu banyaknya busa. Yang terpenting bukan seberapa berbusa, tapi seberapa cocok sabun tersebut untuk kulit Anda.
Next News

Menyeruput Sup Saat Sakit, Mengapa Makanan Hangat Bisa Membantu Tubuh Tetap Terjaga?
4 hours ago

Tua Itu Pasti, tetapi Tetap Aktif dan Sehat Bisa Dimulai dari Sekarang
4 hours ago

Semangka Bukan Sekadar Pelepas Dahaga, Ini Manfaatnya untuk Hidrasi dan Pencernaan
4 hours ago

Pusing yang Tak Kunjung Hilang? Kenali Kapan Sakit Kepala Perlu Diperiksakan
4 hours ago

Saat Pikiran Terbebani, Kenali Berbagai Dampak Stres yang Bisa Terasa pada Tubuh
4 hours ago

Waspadai Abu Vulkanik, Bukan Sekadar Debu tetapi Bisa Mengganggu Kesehatan Pernapasan
4 hours ago

7 Makanan yang Bisa Mendukung Kesehatan Paru-Paru, Enak dan Mudah Ditemukan
5 hours ago

Mood Lagi Berantakan? Coba Perhatikan Isi Piring dan Pola Makan Sehari-hari
5 hours ago

Rambut Beruban di Usia Muda, Kenali Faktor yang Bisa Memengaruhi Kemunculannya
5 hours ago

Ginjal Bermasalah? Kenali Perubahan pada Tubuh yang Perlu Diperhatikan
5 hours ago





