Kamis, 9 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Stop Asal Pilih! Ini Perbedaan Sabun SLS dan Non-SLS yang Jarang Diketahui Orang

Nanda - Monday, 06 April 2026 | 08:39 AM

Background
Stop Asal Pilih! Ini Perbedaan Sabun SLS dan Non-SLS yang Jarang Diketahui Orang

Kenapa Sabun Bisa Berbusa Banyak?

Banyak orang mengira semakin banyak busa, semakin bersih hasilnya. Padahal, busa berasal dari bahan bernama SLS.

Apa Itu SLS?

SLS adalah singkatan dari Sodium Lauryl Sulfate, yaitu bahan kimia surfaktan (zat aktif pembersih) yang berfungsi:

  • Mengangkat minyak dan kotoran
  • Menghasilkan busa melimpah
  • Memberikan sensasi "kesat" setelah dibilas

SLS banyak digunakan dalam:

  • Sabun mandi
  • Sampo
  • Pasta gigi
  • Sabun cuci muka

Perbedaan Sabun SLS dan Non-SLS

1. Dari Segi Kandungan

Sabun SLS

  • Mengandung Sodium Lauryl Sulfate atau turunan sulfat lainnya
  • Bersifat pembersih kuat

Sabun Non-SLS



  • Tidak mengandung SLS
  • Biasanya memakai surfaktan lebih lembut seperti cocamidopropyl betaine atau bahan turunan kelapa

2. Dari Segi Busa

  • Sabun SLS → Busa sangat banyak dan cepat muncul
  • Sabun Non-SLS → Busa lebih sedikit, cenderung lembut

Perlu diingat: banyaknya busa tidak selalu berarti lebih bersih.

3. Dampak pada Kulit

Sabun SLS:

  • Bisa membuat kulit kering
  • Berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit sensitif
  • Menghilangkan minyak alami kulit

Sabun Non-SLS:

  • Lebih lembut
  • Cocok untuk kulit sensitif
  • Tidak terlalu mengikis lapisan pelindung alami kulit

4. Cocok untuk Siapa?

Gunakan sabun SLS jika:

  • Kulit Anda cenderung berminyak
  • Tidak memiliki riwayat kulit sensitif
  • Membutuhkan pembersih kuat setelah aktivitas berat

Pilih sabun Non-SLS jika:



  • Kulit sensitif atau mudah kemerahan
  • Memiliki eksim atau dermatitis
  • Kulit bayi dan anak-anak
  • Ingin menjaga skin barrier tetap sehat

Apakah SLS Berbahaya?

SLS tidak selalu berbahaya jika digunakan dalam kadar aman dan tidak berlebihan. Namun, pada sebagian orang, SLS bisa menyebabkan:

  • Kulit terasa tertarik
  • Gatal
  • Iritasi ringan
  • Kulit makin kering

Karena itu, pemilihan sabun sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.

Cara Mengetahui Sabun Mengandung SLS atau Tidak

Cek bagian komposisi pada kemasan. Jika terdapat tulisan:

  • Sodium Lauryl Sulfate
  • Sodium Laureth Sulfate (SLES)
  • Ammonium Lauryl Sulfate

Artinya sabun tersebut mengandung turunan sulfat.

Jika tidak ada kandungan tersebut, biasanya produk tersebut termasuk non-SLS.



Sabun SLS dan non-SLS sama-sama memiliki fungsi membersihkan. Perbedaannya terletak pada kekuatan pembersih dan efeknya pada kulit.

Bagi kulit normal hingga berminyak, sabun SLS mungkin tidak masalah. Namun untuk kulit sensitif atau kering, non-SLS sering menjadi pilihan yang lebih aman.

Jadi, jangan lagi tertipu banyaknya busa. Yang terpenting bukan seberapa berbusa, tapi seberapa cocok sabun tersebut untuk kulit Anda.