Senin, 30 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Siapa Baru Tahu? Ini Cara Mengurangi Rasa Asin pada Ikan Asin agar Lebih Ramah untuk Tekanan Darah

Tata - Monday, 30 March 2026 | 07:30 PM

Background
Siapa Baru Tahu? Ini Cara Mengurangi Rasa Asin pada Ikan Asin agar Lebih Ramah untuk Tekanan Darah

Siapa Baru Tahu? Begini Cara Menghilangkan Rasa Asin pada Ikan Asin yang Bikin 'Darah Tinggi'

Mari kita jujur satu hal: siapa yang bisa menolak godaan aroma ikan asin yang baru saja digoreng? Wanginya itu, lho, benar-benar provokatif. Bisa menembus sekat-sekat dinding dapur, masuk ke hidung tetangga, dan tiba-tiba saja satu RT merasa lapar secara kolektif. Apalagi kalau dimakan bareng nasi hangat yang masih ngepul, sambal terasi ulek yang pedasnya nampol, dan lalapan segar. Rasanya? Nikmat tiada tara, atau kalau kata anak zaman sekarang, kenikmatan hakiki.

Tapi, ada satu masalah besar yang sering kali menghantui para pecinta kuliner tradisional ini. Kadang-kadang, ikan asin yang kita beli di pasar itu asinnya nggak main-main. Bukan cuma sekadar gurih, tapi asin yang bikin lidah kelu dan membuat kita merasa seolah-olah sedang menelan seluruh air laut di pesisir pantai utara. Alih-alih menikmati makan siang yang damai, kita malah sibuk mencari air minum karena rasa haus yang mendadak menyerang. Jujurly, ikan asin yang terlalu asin itu bisa merusak mood makan dalam sekejap.

Sebenarnya, kadar garam yang tinggi pada ikan asin itu ada tujuannya, yaitu sebagai pengawet alami agar ikan tidak cepat busuk. Namun, untuk urusan perut, tentu kita ingin rasa yang lebih seimbang. Nah, buat kamu yang baru tahu atau selama ini cuma bisa pasrah sama rasa asin yang berlebihan, tenang saja. Ternyata ada banyak cara "hack" ala rumahan yang bisa bikin ikan asin kamu jadi lebih ramah di lidah. Yuk, simak cara-caranya yang mungkin belum pernah terpikirkan sebelumnya.

1. Keajaiban Air Cucian Beras (Tajin)

Jangan buru-buru membuang air cucian beras saat kamu mau masak nasi. Air yang berwarna keruh itu ternyata punya "kekuatan super" untuk menyerap kelebihan garam pada ikan asin. Ini adalah rahasia turun-temurun yang sering dipakai oleh ibu-ibu di zaman dulu, tapi entah kenapa sering dilupakan oleh generasi sekarang.

Caranya gampang banget. Kamu tinggal merendam ikan asin ke dalam air cucian beras selama kurang lebih 20 sampai 30 menit. Tekstur pati yang ada dalam air beras dipercaya mampu mengikat molekul garam yang menempel pada daging ikan. Setelah direndam, bilas lagi dengan air bersih, lalu goreng seperti biasa. Hasilnya? Ikan asin kamu bakal terasa lebih lembut dan tingkat keasinannya berkurang drastis tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.



2. Teknik Rendaman Air Hangat

Kalau kamu nggak lagi masak nasi dan butuh solusi cepat, air hangat bisa jadi penyelamat. Ini cara yang paling standar dan paling sering dilakukan. Logikanya sederhana: suhu panas membantu kristal garam larut lebih cepat ke dalam air. Tapi ingat, jangan pakai air mendidih ya, karena nanti tekstur ikannya malah jadi hancur dan jadi kayak bubur ikan.

Cukup rendam ikan asin dalam air hangat kuku selama 15 menit. Kamu bisa melihat airnya berubah menjadi agak keruh, itu tandanya garamnya mulai luntur. Kalau merasa satu kali rendam belum cukup, kamu bisa mengulanginya sampai dua kali. Pastikan setelah direndam, ikan dikeringkan dulu dengan tisu dapur sebelum masuk penggorengan supaya nggak meledak-meledak pas kena minyak panas.

3. Rendam Pakai Kertas atau Tisu Dapur

Mungkin terdengar agak aneh dan nggak lazim, tapi merendam ikan asin bersama kertas buram atau tisu dapur ternyata cukup efektif. Cara kerjanya adalah dengan memanfaatkan daya serap kertas terhadap mineral. Caranya, siapkan wadah berisi air biasa, masukkan ikan asin, lalu tambahkan beberapa lembar kertas atau tisu di atasnya hingga menutupi permukaan air.

Garam yang keluar dari ikan akan terserap ke dalam serat-serat kertas tersebut. Banyak orang yang sudah membuktikan kalau cara ini bisa mengurangi rasa asin hingga 50 persen. Tapi ingat, pastikan kertas yang kamu gunakan bersih dan bukan kertas bekas koran yang tintanya bisa luntur ke makanan, ya! Kita mau ngilangin garam, bukan mau keracunan tinta cetak.

4. Menggunakan Larutan Tepung Terigu

Ini salah satu trik yang sering dipakai oleh para koki profesional di warung-warung makan tenda. Kalau kamu merasa ikan asinnya "level dewa" asinnya, coba gunakan tepung terigu. Campurkan satu atau dua sendok makan tepung terigu ke dalam air rendaman ikan asin. Aduk rata dan diamkan selama 15 menit.



Partikel tepung terigu ini bertindak sebagai magnet bagi kandungan garam. Setelah direndam, cuci bersih ikannya sampai nggak ada sisa tepung yang menempel (kecuali kalau kamu memang mau bikin ikan asin goreng tepung). Cara ini sangat efektif buat jenis ikan asin yang dagingnya tebal seperti ikan jambal roti atau ikan gabus asin.

5. Menyeimbangkan dengan Rasa Asam

Kadang, kita nggak sempat melakukan proses perendaman yang lama karena perut sudah keroncongan. Solusinya adalah dengan teknik balancing rasa saat dimasak. Kamu bisa menambahkan unsur asam seperti perasan jeruk nipis, potongan tomat hijau, atau asam jawa saat menumis ikan asin. Secara kimiawi, rasa asam bisa menyamarkan ketajaman rasa asin di lidah kita.

Memasak ikan asin dengan banyak bawang merah, bawang putih, dan cabai iris juga bisa membantu mengalihkan perhatian saraf pengecap kita dari rasa asin yang dominan. Tambahkan sedikit gula pasir atau gula merah saat menumis untuk menciptakan harmoni rasa gurih-manis-pedas yang bikin nagih.

Opini Pribadi: Ikan Asin adalah Seni

Menurut saya, mengolah ikan asin itu sebenarnya adalah sebuah seni. Kita nggak bisa asal cemplung ke wajan begitu saja. Perlu ada sedikit usaha ekstra supaya hidangan yang sederhana ini bisa naik kelas. Bayangkan, modal cuma beberapa ribu perak buat beli ikan asin, tapi kalau cara ngolahnya benar, rasanya bisa lebih nikmat daripada makan steak di restoran mewah yang harganya bikin dompet menangis.

Selain itu, kita juga harus sadar bahwa kesehatan itu nomor satu. Mengurangi kadar garam pada ikan asin bukan cuma soal rasa, tapi juga soal menjaga tekanan darah supaya tetap stabil. Jadi, nggak ada salahnya meluangkan waktu 15 menit buat merendam ikan tersebut demi kesehatan jangka panjang.



Nah, sekarang sudah tahu kan rahasianya? Jadi, jangan lagi kapok beli ikan asin cuma gara-gara takut keasinan. Dengan trik-trik simpel di atas, kamu bisa menikmati ikan asin dengan lebih tenang dan bahagia. Selamat mencoba di dapur masing-masing, dan siap-siap saja stok nasi di rice cooker bakal cepat habis!