Sabtu, 3 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Sering Menatap Monitor Berjam-jam, Apa Dampaknya bagi Mata?

RAU - Friday, 02 October 2026 | 03:27 PM

Background
Sering Menatap Monitor Berjam-jam, Apa Dampaknya bagi Mata?

Komputer dan monitor menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, terutama bagi orang yang bekerja di kantor, belajar, mengerjakan tugas, atau melakukan berbagai pekerjaan yang membutuhkan waktu lama di depan layar.

Tanpa disadari, seseorang dapat menatap monitor selama berjam-jam hampir tanpa mengalihkan pandangan. Kebiasaan tersebut dapat membuat mata terasa tidak nyaman, terutama jika dilakukan terus-menerus tanpa istirahat.

Salah satu keluhan yang sering muncul adalah mata terasa lelah. Kondisi ini dikenal sebagai digital eye strain atau kelelahan mata akibat penggunaan perangkat digital. Gejalanya dapat berupa mata kering, perih, terasa terbakar, berair, pandangan kabur sementara, hingga sakit kepala.

Ketika melihat layar dalam waktu lama, seseorang juga cenderung lebih jarang berkedip. Padahal, berkedip membantu menyebarkan lapisan air mata ke permukaan mata sehingga mata tetap lembap. Berkurangnya frekuensi berkedip dapat membuat mata lebih cepat terasa kering.

Jarak dan posisi monitor juga berpengaruh terhadap kenyamanan mata. Monitor yang terlalu dekat, terlalu jauh, atau ditempatkan pada posisi yang tidak nyaman dapat membuat mata terus menyesuaikan fokus.



Pencahayaan ruangan juga perlu diperhatikan. Layar yang terlalu terang dibandingkan kondisi sekitar atau adanya pantulan cahaya pada monitor dapat membuat mata bekerja lebih keras dan meningkatkan rasa tidak nyaman.

Salah satu kebiasaan yang dapat dilakukan adalah memberikan jeda secara berkala. Prinsip 20-20-20 sering digunakan untuk membantu mengurangi ketegangan mata, yaitu setelah sekitar 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama sekitar 20 detik.

Selain mengalihkan pandangan, posisi duduk dan ketinggian monitor juga dapat disesuaikan agar tubuh tidak terus berada dalam posisi yang membuat leher dan kepala tegang. Jarak pandang yang nyaman serta pencahayaan yang sesuai dapat membantu mengurangi beban selama bekerja.

Jika mata terasa kering, seseorang juga dapat lebih sadar untuk berkedip secara teratur. Pada kondisi tertentu, penggunaan tetes mata pelumas dapat membantu, tetapi sebaiknya dipilih sesuai kebutuhan dan petunjuk tenaga kesehatan.

Keluhan akibat menatap monitor terlalu lama umumnya dapat membaik setelah mata mendapatkan waktu istirahat. Namun, jika pandangan terus-menerus kabur, nyeri mata cukup berat, mata merah berkepanjangan, atau gangguan penglihatan tidak membaik, pemeriksaan mata diperlukan untuk mencari penyebab lainnya.



Jadi, menatap monitor selama berjam-jam memang dapat membuat mata lelah dan menimbulkan berbagai keluhan sementara. Kebiasaan memberikan jeda, berkedip lebih sering, mengatur jarak pandang, serta menyesuaikan pencahayaan dapat membantu membuat aktivitas di depan layar menjadi lebih nyaman.