Jumat, 2 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Inhaler Dosis Terukur dan Jenis Lainnya, Apa Perbedaannya?

Tata - Friday, 02 October 2026 | 09:32 PM

Background
Inhaler Dosis Terukur dan Jenis Lainnya, Apa Perbedaannya?

Inhaler merupakan alat yang digunakan untuk mengantarkan obat langsung ke saluran pernapasan. Alat ini banyak digunakan dalam penanganan penyakit seperti asma dan beberapa kondisi paru lainnya. Meskipun bentuknya sama-sama relatif kecil dan mudah dibawa, setiap jenis inhaler memiliki mekanisme kerja serta cara penggunaan yang berbeda.

Salah satu jenis yang cukup dikenal adalah metered-dose inhaler atau MDI. Alat ini menggunakan wadah bertekanan yang mengeluarkan obat dalam jumlah tertentu ketika bagian canister ditekan. Obat kemudian keluar dalam bentuk semprotan aerosol yang perlu dihirup melalui mulut.

Penggunaan MDI membutuhkan koordinasi antara menekan canister dan menarik napas. Pengguna perlu menghirup obat secara perlahan dan stabil pada saat yang tepat. Karena itu, teknik penggunaan menjadi bagian penting agar obat dapat masuk ke paru-paru secara optimal.

Pada sebagian MDI, alat tambahan berupa spacer dapat digunakan. Spacer merupakan tabung yang dipasang pada inhaler untuk membantu menampung obat sementara sehingga pengguna memiliki lebih banyak waktu untuk menghirupnya. Alat ini dapat membantu pengguna yang kesulitan mengoordinasikan gerakan menekan inhaler dengan tarikan napas.

Jenis berikutnya adalah dry powder inhaler atau DPI. Berbeda dengan MDI, DPI tidak mengeluarkan obat dalam bentuk semprotan aerosol. Obat berada dalam bentuk bubuk dan dilepaskan ketika pengguna menarik napas melalui perangkat.



Teknik bernapas pada DPI juga berbeda. Pengguna umumnya perlu menarik napas dengan cepat dan dalam agar bubuk obat dapat terbawa masuk ke saluran pernapasan. Karena membutuhkan kekuatan tarikan napas tertentu, kemampuan seseorang dalam menarik napas perlu diperhatikan ketika menggunakan jenis inhaler ini.

Selain MDI dan DPI, terdapat soft mist inhaler atau SMI. Perangkat ini menghasilkan obat dalam bentuk kabut halus dari cairan yang kemudian dihirup oleh pengguna. Cara penggunaannya membutuhkan tarikan napas yang perlahan dan stabil.

Perbedaan lain terdapat pada cara obat dikeluarkan. MDI menggunakan propelan untuk mendorong obat keluar dari wadah, sementara DPI tidak membutuhkan propelan karena pelepasan obat dibantu oleh tarikan napas pengguna. SMI juga tidak menggunakan propelan seperti pada MDI.

Masing-masing jenis inhaler memiliki teknik penggunaan yang perlu dipelajari. Kesalahan dalam cara menggunakan alat dapat menyebabkan jumlah obat yang mencapai paru-paru tidak sesuai dengan yang diharapkan. Karena itu, tenaga kesehatan biasanya akan mengajarkan cara penggunaan inhaler dan memeriksa kembali tekniknya.

Pemilihan inhaler tidak hanya berdasarkan bentuk alat. Jenis obat yang dibutuhkan, kemampuan pengguna mengikuti teknik inhalasi, kondisi pernapasan, serta pertimbangan lain perlu diperhatikan. Dokter, perawat, atau apoteker dapat membantu menentukan perangkat yang sesuai.



Pengguna juga sebaiknya tidak mengganti jenis inhaler sendiri hanya karena melihat perangkat lain yang tampak lebih mudah digunakan. Setiap alat dapat memiliki cara pengoperasian yang berbeda, bahkan ketika obat yang digunakan memiliki tujuan terapi yang serupa. Pergantian perangkat sebaiknya dilakukan setelah berdiskusi dengan tenaga kesehatan.

Selain teknik pemakaian, perawatan alat juga perlu diperhatikan. Petunjuk pembersihan, penyimpanan, pemeriksaan dosis, dan masa penggunaan dapat berbeda tergantung jenis serta produknya. Karena itu, petunjuk pada kemasan atau arahan dari tenaga kesehatan perlu diikuti.

Pada akhirnya, perbedaan antara inhaler dosis terukur dan jenis lainnya terutama terletak pada bentuk obat yang dikeluarkan, mekanisme penghantaran obat, serta teknik bernapas yang dibutuhkan. MDI menggunakan semprotan aerosol, DPI menggunakan bubuk yang ditarik melalui napas, sedangkan SMI menghasilkan kabut halus.

Memahami perbedaan tersebut penting agar pengguna tidak hanya memiliki inhaler yang tepat, tetapi juga dapat menggunakannya dengan teknik yang benar. Penggunaan sesuai petunjuk membantu memastikan obat diberikan dengan cara yang sebagaimana diresepkan oleh tenaga kesehatan.