Jumat, 2 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Terlalu Takut Bertanya Saat Kuliah, Apa yang Membuat Mahasiswa Menahannya?

Tata - Friday, 02 October 2026 | 09:38 PM

Background
Terlalu Takut Bertanya Saat Kuliah, Apa yang Membuat Mahasiswa Menahannya?

Bertanya merupakan salah satu bagian penting dalam proses perkuliahan. Melalui pertanyaan, mahasiswa dapat meminta penjelasan mengenai materi yang belum dipahami atau memperdalam pembahasan yang sedang disampaikan dosen. Namun, tidak semua mahasiswa merasa nyaman untuk mengangkat tangan dan menyampaikan pertanyaan di depan kelas.

Salah satu alasan yang cukup sering membuat seseorang menahan diri adalah rasa takut memberikan pertanyaan yang dianggap sederhana. Mahasiswa mungkin merasa bahwa teman-teman lainnya sudah memahami materi sehingga pertanyaannya akan terlihat tidak penting. Padahal, tingkat pemahaman setiap orang terhadap suatu materi dapat berbeda.

Kekhawatiran terhadap penilaian orang lain juga dapat membuat mahasiswa memilih diam. Seseorang mungkin membayangkan teman sekelas akan menganggapnya kurang memahami pelajaran jika pertanyaannya terdengar terlalu dasar. Pikiran semacam ini dapat membuat perhatian lebih banyak tertuju pada kemungkinan reaksi orang lain daripada pada kebutuhan untuk mendapatkan penjelasan.

Selain itu, ada mahasiswa yang takut pertanyaannya ternyata salah atau tidak sesuai dengan pembahasan. Perasaan tersebut dapat muncul terutama ketika suasana kelas cukup formal atau ketika dosen memberikan kesempatan bertanya di hadapan banyak orang.

Rasa kurang percaya diri dalam berbicara di depan kelas juga dapat menjadi faktor. Menyampaikan pertanyaan secara langsung membutuhkan keberanian untuk berbicara ketika perhatian sejumlah orang tertuju kepada satu individu. Bagi sebagian mahasiswa, situasi tersebut dapat terasa tidak nyaman.



Pengalaman sebelumnya juga dapat memengaruhi keberanian seseorang untuk bertanya. Jika pernah mendapatkan respons yang membuatnya merasa malu atau tidak nyaman, mahasiswa mungkin menjadi lebih berhati-hati pada kesempatan berikutnya. Akibatnya, pertanyaan yang sebenarnya ingin disampaikan kembali dipendam.

Ada pula mahasiswa yang membutuhkan waktu lebih lama untuk menyusun pertanyaan. Ketika dosen memberikan kesempatan bertanya dalam waktu singkat, seseorang mungkin belum sempat menyusun kalimat yang dianggap tepat. Daripada berbicara dengan terburu-buru, ia akhirnya memilih tidak bertanya.

Budaya di dalam kelas juga dapat memengaruhi perilaku mahasiswa. Lingkungan yang terasa terbuka dan tidak menghakimi biasanya membuat seseorang lebih mudah menyampaikan kebingungan atau meminta penjelasan. Sebaliknya, suasana yang terlalu kaku dapat membuat sebagian mahasiswa semakin enggan berbicara.

Menahan pertanyaan sebenarnya dapat membuat materi yang belum dipahami tetap menjadi kebingungan. Jika materi tersebut menjadi dasar untuk pembahasan berikutnya, kesulitan memahami konsep awal dapat berpengaruh terhadap proses belajar selanjutnya.

Karena itu, mahasiswa dapat mencoba membangun keberanian secara bertahap. Tidak selalu harus langsung bertanya di depan kelas. Pertanyaan dapat terlebih dahulu ditulis selama perkuliahan, kemudian disampaikan setelah kelas selesai kepada dosen atau didiskusikan dengan teman.



Mencatat bagian materi yang belum dipahami juga dapat membantu. Setelah perkuliahan selesai, mahasiswa dapat melihat kembali catatan tersebut dan menyusun pertanyaan dengan lebih jelas. Cara ini dapat membuat seseorang lebih siap ketika ingin meminta penjelasan.

Penting pula untuk memahami bahwa bertanya merupakan bagian dari proses belajar. Tidak memahami suatu materi pada saat pertama kali mendengarnya bukan berarti seseorang tidak mampu mengikuti perkuliahan. Justru pertanyaan dapat menjadi cara untuk mengetahui bagian mana yang masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut.

Pada akhirnya, rasa takut bertanya saat kuliah dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, mulai dari kekhawatiran terhadap penilaian orang lain, rasa kurang percaya diri, pengalaman sebelumnya, hingga suasana kelas. Setiap mahasiswa dapat memiliki alasan yang berbeda dalam menahan pertanyaan.

Membangun kebiasaan bertanya dapat dilakukan secara perlahan sesuai kenyamanan masing-masing. Dengan mencatat hal yang belum dipahami, mempersiapkan pertanyaan, dan memanfaatkan kesempatan berdiskusi, mahasiswa dapat lebih mudah terlibat aktif dalam proses perkuliahan.