Sejarah Tempe: Dari Dapur Tradisional Nusantara hingga Mendunia sebagai Superfood
Nanda - Monday, 09 February 2026 | 04:53 AM


Awal Mula Tempe di Nusantara
Tempe diyakini berasal dari Pulau Jawa dan telah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Beberapa catatan sejarah menyebutkan bahwa tempe sudah dikonsumsi masyarakat Jawa sejak abad ke-16, bahkan tercatat dalam naskah kuno dan serat sastra Jawa.
Berbeda dengan tahu yang berasal dari Tiongkok, tempe berkembang sebagai produk fermentasi lokal yang lahir dari kebiasaan masyarakat memanfaatkan kedelai secara kreatif. Proses fermentasi ini menjadikan tempe bukan hanya tahan lebih lama, tetapi juga lebih mudah dicerna.
Peran Fermentasi dalam Lahirnya Tempe
Kunci keunikan tempe terletak pada proses fermentasinya. Kedelai yang telah direbus difermentasi menggunakan kapang Rhizopus, yang kemudian membentuk tekstur padat berwarna putih.
Fermentasi ini:
- Mengubah struktur protein kedelai
- Meningkatkan daya cerna
- Membentuk cita rasa khas
Inilah yang membuat tempe berbeda dari olahan kedelai lainnya.
Tempe dan Budaya Makan Masyarakat Indonesia
Selama berabad-abad, tempe menjadi bagian penting dari pola makan masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa. Tempe dikenal sebagai makanan rakyat karena:
- Mudah dibuat
- Bahan bakunya terjangkau
- Bergizi tinggi
Tempe diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari tempe goreng, bacem, orek, hingga campuran sayur tradisional.
Proses Pembuatan Tempe Secara Tradisional
Pembuatan tempe pada dasarnya melalui beberapa tahap utama:
- Pemilihan dan Perendaman Kedelai
- Kedelai direndam untuk melunakkan biji dan memudahkan pengupasan kulit.
- Perebusan
- Kedelai direbus untuk menonaktifkan mikroba liar dan menyiapkan kondisi ideal bagi fermentasi.
- Pendinginan dan Penambahan Ragi
- Setelah dingin, kedelai dicampur ragi tempe yang mengandung kapang fermentasi.
- Fermentasi
- Kedelai dibungkus dan disimpan pada suhu tertentu selama 24-48 jam hingga terbentuk tempe padat.
Proses ini mencerminkan pengetahuan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.
Popularitas tempe mulai meluas ke dunia internasional pada abad ke-20, terutama melalui:
- Penelitian ilmiah tentang nilai gizinya
- Diaspora Indonesia
- Tren makanan sehat dan berbasis nabati
Di berbagai negara, tempe dikenal sebagai sumber protein nabati berkualitas tinggi dan menjadi alternatif daging bagi vegetarian dan vegan.
Berbagai penelitian menyebut tempe kaya akan:
- Protein
- Serat
- Vitamin B
- Senyawa hasil fermentasi yang baik untuk pencernaan
Keunggulan ini membuat tempe kerap masuk dalam daftar makanan sehat dunia dan diolah dalam berbagai masakan modern internasional.
Dalam beberapa dekade terakhir, tempe semakin mendapat pengakuan sebagai warisan kuliner Indonesia. Banyak restoran internasional dan produsen pangan global mengadaptasi tempe dalam menu mereka, menjadikan tempe simbol keberhasilan pangan tradisional Nusantara di kancah global. Tempe adalah bukti bahwa kearifan lokal Indonesia mampu melahirkan pangan bernilai tinggi dan mendunia. Dari dapur tradisional Jawa hingga meja makan internasional, tempe terus berkembang tanpa kehilangan jati dirinya. Lebih dari sekadar makanan, tempe adalah bagian dari sejarah, budaya, dan identitas bangsa.
Next News

Bunga Sedap Malam: Pesona Putih Beraroma Harum yang Kaya Makna dan Manfaat
6 hours ago

Jus Tomat: Minuman Sederhana dengan Segudang Manfaat untuk Kesehatan
6 hours ago

Permainan Jaman Dulu: Warisan Masa Kecil yang Mengajarkan Kebersamaan dan Kreativitas
7 hours ago

Saran Menu Sehat Padat Gizi Selama Ramadan agar Tubuh Tetap Bugar
in an hour

Mitos dan Fakta Kesehatan Saat Bulan Puasa yang Perlu Diketahui
in an hour

Jamu: Warisan Pengobatan Tradisional Indonesia yang Diakui Ilmu Pengetahuan
in an hour

Kandungan Dada Ayam Sebagai Sumber Protein Favorit yang Lebih dari Sekadar Rendah Lemak
in an hour

Ikan dengan Kandungan Omega-3 Tertinggi: Rahasia Nutrisi Penting untuk Otak dan Jantung
in an hour

Bahaya Memberikan Gadget pada Anak untuk Mengatasi Tangisan
in an hour

Mengupas Tuntas Manfaat Berpuasa: Dari Kesehatan Tubuh hingga Ketenangan Jiwa
in an hour





