Permainan Jaman Dulu: Warisan Masa Kecil yang Mengajarkan Kebersamaan dan Kreativitas
Liaa - Tuesday, 10 February 2026 | 02:03 AM


Ketika Bermain Tak Butuh Layar
Ada masa ketika tawa anak-anak memenuhi halaman rumah, lapangan, dan gang kecil di sore hari. Tanpa ponsel, tanpa internet, permainan zaman dulu hadir sebagai hiburan utama sekaligus ruang belajar yang alami.
Permainan-permainan ini lahir dari kreativitas masyarakat, memanfaatkan alat sederhana, bahkan sering kali tanpa biaya. Namun, justru dari kesederhanaan itulah nilai-nilai penting kehidupan ditanamkan sejak dini.
Congklak dan Ketangkasan Berpikir
Congklak merupakan salah satu permainan tradisional yang melatih kemampuan berhitung dan strategi. Dengan papan berlubang dan biji-bijian, anak-anak belajar merencanakan langkah, bersabar, dan menerima hasil permainan dengan sportif.
Tanpa disadari, permainan ini membantu mengasah konsentrasi dan kemampuan berpikir logis sejak usia dini.
Petak Umpet dan Keberanian Anak
Petak umpet adalah permainan yang hampir dikenal di seluruh daerah Indonesia. Selain menyenangkan, permainan ini mengajarkan anak untuk berani, cermat, dan memahami lingkungan sekitar.
Menunggu giliran, mencari teman yang bersembunyi, hingga menerima kekalahan atau kemenangan menjadi bagian dari proses belajar sosial yang alami.
Engklek dan Keseimbangan Tubuh
Engklek atau hopscotch versi lokal melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh. Anak-anak melompat dengan satu kaki sambil mengikuti pola yang digambar di tanah.
Permainan ini bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga melatih fokus, ketelitian, dan kesabaran.
Kelereng dan Nilai Sportivitas
Permainan kelereng mengajarkan anak tentang aturan, strategi, dan sportivitas. Setiap pemain harus mengikuti kesepakatan bersama, menjaga kejujuran, dan menghormati lawan bermain.
Nilai-nilai ini menjadi bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat kelak.
Bentengan dan Kerja Sama Tim
Bentengan adalah permainan kelompok yang membutuhkan strategi dan kerja sama. Anak-anak belajar berkomunikasi, menyusun rencana, serta saling melindungi anggota tim.
Permainan ini secara tidak langsung melatih kepemimpinan dan rasa tanggung jawab.
Permainan Zaman Dulu dan Pembentukan Karakter
Berbeda dengan permainan digital yang cenderung individual, permainan zaman dulu menuntut interaksi langsung. Anak belajar:
- Berkomunikasi secara nyata
- Mengelola emosi
- Menghargai aturan dan orang lain
Semua ini terjadi secara alami, tanpa paksaan.
Mulai Tergerus Zaman
Seiring perkembangan teknologi, permainan tradisional mulai jarang dimainkan. Ruang bermain berkurang, waktu luang anak terserap layar, dan budaya bermain bersama perlahan memudar.
Padahal, banyak ahli pendidikan dan psikologi anak menilai bahwa permainan tradisional memiliki peran besar dalam tumbuh kembang sosial dan emosional anak.
Masih Relevankah Permainan Zaman Dulu?
Meski zaman berubah, nilai yang terkandung dalam permainan tradisional tetap relevan. Bahkan, di era digital, permainan zaman dulu justru bisa menjadi penyeimbang agar anak tidak sepenuhnya bergantung pada layar.
Memperkenalkan kembali permainan tradisional berarti juga menjaga warisan budaya sekaligus mendukung perkembangan anak yang lebih sehat dan seimbang.
Warisan yang Tak Sekadar Nostalgia
Permainan zaman dulu bukan hanya kenangan indah masa kecil. Ia adalah warisan budaya yang menyimpan nilai kebersamaan, kreativitas, dan kearifan lokal.
Menghidupkannya kembali bukan soal menolak kemajuan, melainkan menjaga agar generasi masa depan tetap memiliki akar yang kuat dalam budaya dan kemanusiaan.
Next News

Sering sakit dan mudah lelah? Jangan jangan Tubuh Anda Kekurangan Magnesium dan Zinc
5 hours ago

Tren Pilates,untuk Kesehatan Tubuh dan Pikiran
6 hours ago

Ketombe? Siapa Takut?!
6 hours ago

Tips Menjaga Fokus dan Energi Selama Ramadan
6 hours ago

Kacang Kedelai: Sumber Protein Nabati dengan Segudang Manfaat
6 hours ago

Maraton Setelah Sahur: Aman atau Berisiko bagi Tubuh?
6 hours ago

Manfaat Mentimun untuk Kecantikan
6 hours ago

Sunscreen VS Sunblock, Apa Bedanya?
6 hours ago

Tradisi Daerah di Jawa Menyambut Ramadan, Warisan Budaya yang Sarat Makna Spiritual
6 hours ago

Bunga Sedap Malam: Pesona Putih Beraroma Harum yang Kaya Makna dan Manfaat
8 hours ago





