Selasa, 10 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Sunscreen VS Sunblock, Apa Bedanya?

Liaa - Tuesday, 10 February 2026 | 04:51 AM

Background
Sunscreen VS Sunblock, Apa Bedanya?

Paparan sinar matahari mengandung sinar ultraviolet (UVA dan UVB) yang dapat menyebabkan penuaan dini, hiperpigmentasi, hingga meningkatkan risiko kanker kulit. Untuk melindungi kulit, sunscreen dan sunblock menjadi dua produk yang paling umum digunakan. Meski sering dianggap sama, secara medis keduanya memiliki perbedaan penting—termasuk cara kerja dan area pemakaiannya.

Apa Itu Sunscreen dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Sunscreen bekerja dengan cara menyerap sinar ultraviolet sebelum menembus lapisan kulit. Bahan aktif dalam sunscreen umumnya bersifat kimia, seperti avobenzone, octinoxate, dan oxybenzone. Zat ini mengubah sinar UV menjadi energi panas yang kemudian dilepaskan dari kulit.

Menurut American Academy of Dermatology, sunscreen memiliki tekstur lebih ringan, mudah meresap, dan nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Karena karakteristik ini, sunscreen sangat populer digunakan pada kulit wajah, yang cenderung lebih tipis dan berminyak dibandingkan kulit tubuh.

Namun secara medis, sunscreen tidak hanya untuk wajah. Sunscreen juga aman dan efektif digunakan pada:

leher,telinga,tangan, kaki, dan area tubuh lain yang terpapar matahari

Banyak produk sunscreen tubuh memang diformulasikan lebih cair agar mudah diratakan di area luas, tetapi prinsip kerjanya tetap sama.

Apa Itu Sunblock dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Sunblock, yang dalam dunia medis lebih tepat disebut physical atau mineral sunscreen, bekerja dengan cara memantulkan dan menghalangi sinar UV agar tidak masuk ke kulit. Bahan aktif utamanya adalah zinc oxide dan titanium dioxide.

Mayo Clinic menjelaskan bahwa sunblock membentuk lapisan pelindung di permukaan kulit dan bekerja seketika setelah diaplikasikan, tanpa perlu menunggu waktu penyerapan.

Karena sifatnya yang stabil dan minim iritasi, sunblock sering direkomendasikan untuk:

kulit sensitif,anak-anak, ibu hamil, dan

penderita jerawat meradang atau rosacea

Berbeda dengan anggapan umum, sunblock juga bisa digunakan di wajah, bukan hanya di tubuh. Kekurangannya adalah tekstur yang lebih tebal dan kemungkinan munculnya white cast, sehingga sebagian orang memilihnya untuk aktivitas luar ruangan intens seperti berenang, mendaki, atau ke pantai.

Kesalahan paling umum adalah menganggap sunscreen khusus wajah dan sunblock khusus tubuh. Padahal, dermatolog menegaskan bahwa area pemakaian ditentukan oleh kondisi kulit dan aktivitas, bukan nama produknya.

Wajah untuk aktivitas harian: sunscreen ringan lebih nyaman

Wajah sensitif: sunblock mineral justru lebih aman

Leher dan telinga: sering terlupakan, bisa menggunakan keduanya

Tubuh untuk aktivitas ringan: sunscreen tubuh sudah cukup

Aktivitas outdoor berat: sunblock lebih protektif

Menurut Cleveland Clinic, yang terpenting adalah penggunaan produk broad spectrum dengan SPF minimal 30, serta pengulangan pemakaian setiap dua jam.

Kesalahan Umum yang Masih Sering Terjadi

Banyak orang masih:

hanya memakai sunscreen di wajah

melewatkan leher dan telinga

mengira SPF tinggi tidak perlu reapply

menghindari sunblock di wajah padahal kulit sensitif

Padahal, paparan UV pada area leher dan telinga sering menjadi penyebab penuaan dini yang luput disadari.

Kesimpulan

Sunscreen dan sunblock bukan dibedakan berdasarkan wajah atau tubuh, melainkan:

jenis kulit

tingkat sensitivitas

durasi dan intensitas paparan matahari

Selama digunakan dengan benar, keduanya sama-sama efektif melindungi kulit dari bahaya sinar UV.