Tren Pilates,untuk Kesehatan Tubuh dan Pikiran
Liaa - Tuesday, 10 February 2026 | 05:36 AM


Pilates sering dianggap sebagai olahraga "ringan", identik dengan gerakan pelan dan napas teratur. Namun di balik kesederhanaannya, pilates adalah metode latihan yang dirancang secara ilmiah untuk memperkuat tubuh dari dalam, terutama otot inti (core muscles), sekaligus menjaga keseimbangan dan kesadaran tubuh.
Apa Itu Pilates?
Pilates adalah metode latihan yang dikembangkan oleh Joseph Hubertus Pilates pada awal abad ke-20. Awalnya, pilates digunakan untuk rehabilitasi pasien cedera dan tentara perang. Seiring waktu, metode ini berkembang menjadi olahraga populer yang digunakan untuk kebugaran, terapi fisik, hingga peningkatan performa atlet.
Menurut para ahli fisioterapi, pilates menggabungkan unsur:
-Kekuatan otot inti
-kontrol gerakan
-pernapasan
-Keseimbangan dan postur
Bagaimana Pilates Bekerja pada Tubuh?
Pilates berfokus pada otot inti yang meliputi otot perut dalam, punggung bawah, panggul, dan dasar panggul. Otot-otot ini berperan sebagai penopang utama tulang belakang.
Penelitian dalam Journal of Bodywork and Movement Therapies menunjukkan bahwa latihan pilates secara rutin dapat meningkatkan stabilitas tulang belakang dan mengurangi risiko cedera muskuloskeletal.
Gerakan pilates dilakukan secara:
lambat dan terkontrol,presisi tinggi
disertai pernapasan sadar.
Hal ini membuat pilates aman untuk berbagai usia, termasuk lansia dan orang dengan nyeri punggung.
Manfaat Pilates bagi Kesehatan
Secara ilmiah, pilates memiliki berbagai manfaat, antara lain:
1. Memperbaiki Postur Tubuh
Pilates membantu menyelaraskan tulang belakang dan memperkuat otot penyangga postur. Mayo Clinic menyebut pilates efektif mengurangi kebiasaan membungkuk akibat duduk lama.
2. Mengurangi Nyeri Punggung
Latihan pilates sering direkomendasikan oleh fisioterapis untuk penderita nyeri punggung bawah kronis karena memperkuat otot inti tanpa memberi tekanan berlebih pada sendi.
3. Meningkatkan Fleksibilitas dan Keseimbangan
Gerakan peregangan yang terkontrol membantu meningkatkan rentang gerak sendi dan keseimbangan tubuh.
4. Mendukung Kesehatan Mental
Kombinasi gerakan dan pernapasan membuat pilates membantu menurunkan stres dan meningkatkan fokus. Studi menunjukkan pilates berkontribusi pada penurunan kecemasan ringan hingga sedang.
5. Aman untuk Berbagai Kondisi
Pilates sering direkomendasikan untuk:
ibu pascamelahirkan
lansia
penderita nyeri sendi
pemulihan cedera ringan
Pilates vs Yoga: Apa Bedanya?
Meski sering disamakan, keduanya berbeda:
Pilates fokus pada penguatan otot inti dan stabilitas
Yoga lebih menekankan fleksibilitas, meditasi, dan aspek spiritual
Keduanya sama-sama bermanfaat dan bisa saling melengkapi.
Siapa yang Cocok Melakukan Pilates?
Menurut ahli olahraga dan kesehatan:
pekerja kantoran, ibu rumah tangga,lansia,
pemula olahraga, dan orang yang ingin olahraga low-impact
Pilates bisa dilakukan tanpa alat (mat pilates) atau menggunakan alat khusus di studio.
Kesimpulan
Pilates bukan sekadar olahraga ringan, melainkan latihan berbasis ilmiah yang membantu memperkuat tubuh, memperbaiki postur, dan menjaga kesehatan mental. Dengan gerakan yang aman dan terkontrol, pilates menjadi pilihan ideal bagi mereka yang ingin sehat tanpa risiko cedera tinggi.
Next News

Sering sakit dan mudah lelah? Jangan jangan Tubuh Anda Kekurangan Magnesium dan Zinc
7 hours ago

Ketombe? Siapa Takut?!
7 hours ago

Tips Menjaga Fokus dan Energi Selama Ramadan
7 hours ago

Kacang Kedelai: Sumber Protein Nabati dengan Segudang Manfaat
7 hours ago

Maraton Setelah Sahur: Aman atau Berisiko bagi Tubuh?
8 hours ago

Manfaat Mentimun untuk Kecantikan
8 hours ago

Sunscreen VS Sunblock, Apa Bedanya?
8 hours ago

Tradisi Daerah di Jawa Menyambut Ramadan, Warisan Budaya yang Sarat Makna Spiritual
8 hours ago

Bunga Sedap Malam: Pesona Putih Beraroma Harum yang Kaya Makna dan Manfaat
10 hours ago

Jus Tomat: Minuman Sederhana dengan Segudang Manfaat untuk Kesehatan
10 hours ago





