Maraton Setelah Sahur: Aman atau Berisiko bagi Tubuh?
Liaa - Tuesday, 10 February 2026 | 05:07 AM


Maraton Setelah Sahur: Aman atau Berisiko bagi Tubuh?
Bulan Ramadan tidak menghalangi sebagian orang untuk tetap aktif berolahraga, termasuk mengikuti atau berlatih maraton. Salah satu waktu yang kerap dipilih adalah setelah sahur, ketika tubuh baru saja mendapatkan asupan makanan dan cairan sebelum berpuasa seharian. Namun, muncul pertanyaan penting: apakah maraton setelah sahur aman bagi tubuh?
Kondisi Tubuh Setelah Sahur
Setelah sahur, tubuh berada dalam fase pencernaan. Energi dari makanan mulai diolah untuk kebutuhan aktivitas fisik. Jika menu sahur mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan cairan yang cukup, tubuh memiliki cadangan energi yang relatif stabil untuk melakukan aktivitas berat seperti lari jarak jauh.
Namun, menjalankan maraton segera setelah sahur juga berarti tubuh akan menghadapi periode panjang tanpa asupan cairan dan energi lanjutan, sehingga manajemen stamina menjadi hal yang sangat krusial.Manfaat Lari Setelah Sahur
Berlari setelah sahur memiliki beberapa potensi manfaat. Suhu udara yang masih relatif sejuk di pagi hari membantu mengurangi risiko dehidrasi berlebihan. Selain itu, tubuh masih memiliki simpanan glikogen dari makanan sahur yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi awal.
Bagi sebagian pelari, olahraga pagi juga membantu menjaga kebugaran selama Ramadan tanpa mengganggu waktu ibadah dan aktivitas harian.
Risiko Maraton Setelah Sahur
Meski memiliki manfaat, maraton setelah sahur juga memiliki risiko yang perlu diperhatikan. Aktivitas fisik berat dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan ekstrem, hingga penurunan kadar gula darah. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan dan mengganggu puasa.
Selain itu, berlari terlalu lama setelah makan juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti mual atau kram perut.
Agar tetap aman, pelari disarankan memilih menu sahur yang tepat, seperti karbohidrat kompleks, protein, serta menghindari makanan berlemak tinggi. Asupan air yang cukup sebelum mulai berlari juga sangat penting.
Durasi dan intensitas lari sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh. Bagi yang tidak terbiasa, mengganti maraton dengan lari jarak menengah atau latihan ringan bisa menjadi pilihan yang lebih aman selama puasa.
Kesimpulan
Maraton setelah sahur dapat dilakukan, tetapi memerlukan persiapan yang matang dan pemahaman akan batas kemampuan tubuh. Mendengarkan sinyal tubuh dan menjaga keseimbangan antara olahraga dan ibadah menjadi kunci utama agar tetap sehat dan bugar selama Ramadan.
Next News

Bahaya Begadang yang Jarang Disadari: Dapat Memicu Kerusakan Otak hingga Diabetes
in 7 hours

Sabun Hijau Holly: Sabun Antiseptik untuk Mengatasi Gatal, Jerawat, dan Masalah Kulit
in 6 hours

Kiat Hidup Cerdas di Era Digital
17 hours ago

Mengurangi Makanan Instan: Langkah Sederhana Menjaga Kesehatan di Tengah Hidup Serba Cepat
5 hours ago

Tren Buku Self-Improvement: Benar-Benar Ingin Berubah atau Sekadar Ikut Tren?
5 hours ago

Tren Jus dan Smoothie Sehat: Gaya Hidup Baru atau Sekadar Ikut FOMO?
5 hours ago

Seni Menikmati Hidup Tanpa Terburu-buru: Ketika Hidup Sederhana Justru Terasa Mewah
5 hours ago

Di Balik Kata "Sibuk": Kenapa Kita Selalu Merasa Kekurangan Waktu?
5 hours ago

Di Balik Mager dan Jajan Sembarangan: Kenapa Kebersihan Bukan Sekadar Soal Penampilan
5 hours ago

Dari Boba ke Beras Kencur: Ketika Jamu Berubah Jadi Lifestyle Anak Muda
5 hours ago





