Ratusan SPPG di Sumut Belum Kantongi Sertifikat Higiene, Program MBG Masih Terkendala Operasional
Tata - Saturday, 07 February 2026 | 09:37 AM


Medan – Dinas Kesehatan Sumatera Utara mencatat baru sebagian kecil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dari total 941 SPPG yang terdata, baru 259 unit yang dinyatakan memenuhi standar dan memperoleh sertifikat tersebut.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal Lubis, mengatakan bahwa saat ini sebanyak 682 SPPG lainnya masih dalam tahap pemeriksaan dan proses pemenuhan standar.
"Sampai 5 Februari 2026, baru 259 SPPG yang memiliki SLHS. Sisanya masih dalam proses karena banyak yang belum memenuhi persyaratan," ujarnya kepada Tribun Medan, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan, proses sertifikasi dilakukan melalui pemeriksaan menyeluruh yang mencakup kondisi bangunan, sanitasi lingkungan, kualitas air, bahan makanan, tata letak dapur, hingga kesehatan para pekerja.
Menurut Hamid, pengelolaan izin operasional SPPG yang belum mengantongi SLHS sepenuhnya berada di bawah kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).
Medan – Dinas Kesehatan Sumatera Utara mencatat baru sebagian kecil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dari total 941 SPPG yang terdata, baru 259 unit yang dinyatakan memenuhi standar dan memperoleh sertifikat tersebut.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal Lubis, mengatakan bahwa saat ini sebanyak 682 SPPG lainnya masih dalam tahap pemeriksaan dan proses pemenuhan standar.
"Sampai 5 Februari 2026, baru 259 SPPG yang memiliki SLHS. Sisanya masih dalam proses karena banyak yang belum memenuhi persyaratan," ujarnya kepada Tribun Medan, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan, proses sertifikasi dilakukan melalui pemeriksaan menyeluruh yang mencakup kondisi bangunan, sanitasi lingkungan, kualitas air, bahan makanan, tata letak dapur, hingga kesehatan para pekerja.
Menurut Hamid, pengelolaan izin operasional SPPG yang belum mengantongi SLHS sepenuhnya berada di bawah kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).
Kendala Operasional MBG di Deliserdang
Sementara itu, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Deliserdang masih menghadapi hambatan. Banyak sekolah belum menerima manfaat program tersebut karena sebagian besar SPPG belum aktif beroperasi.
Data Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang menunjukkan dari total 271 SPPG yang direncanakan, baru 122 unit yang aktif, sedangkan 149 lainnya belum beroperasi. Bahkan, empat kecamatan tercatat belum memiliki satu pun SPPG aktif, yakni Gunung Meriah, STM Hilir, STM Hulu, dan Pagar Merbau.
Sekretaris Dinas Pendidikan Deliserdang, Samsuar Siregar, menyebutkan bahwa jumlah SPPG terus bertambah seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat.
"Saat ini yang aktif baru 122 SPPG, sementara 149 lainnya belum. Total SPPG juga bertambah dari 190 menjadi 271 unit," katanya.
Pemkab Deliserdang memandang keberadaan dapur MBG sebagai upaya strategis dalam pemenuhan gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak, ibu, dan kelompok rentan, sekaligus sebagai penggerak ekonomi lokal berbasis desa.
Next News

Hari Buruh 2026, Pemprov Sumut Perkuat Pengawasan Ketenagakerjaan
in 4 hours

Bupati Tapsel Pantau Pemulihan Korban Banjir, Salurkan Bantuan di Huntap Hapesong Baru dan Huntara Napa
a day ago

Bupati Tapsel Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI Tapanuli Selatan Masa Bakti 2025–2030, Perkuat Sinergi Keumatan dan Pemulihan Pascabencana
21 hours ago

Pemprov Sumut siapkan 9.759 formasi CPNS tahun ini
a day ago

SPPG Bintuju Resmi Beroperasi, Bupati Tapsel: Program MBG Dorong Ekonomi Pascabencana
2 days ago

Bupati Tapsel Ajak Penyuluh Pertanian Perkuat Sinergi Bangkitkan Sektor Pertanian Pascabencana
2 days ago

Bupati Tapsel Serahkan Bantuan Lubuk Larangan kepada Pokmaswas Sahabat Bagusi Sigalangan, Dorong Swasembada Ikan dan Pelestarian Sungai
2 days ago

PPIH Medan sebut tujuh calon haji tunda berangkat ke Tanah Suci
2 days ago

Wali Kota Sibolga Lepas 30 Calon Jamaah Haji Tahun 2026 di Masjid Agung
3 days ago

Pemprov Sumut Anggarkan Rp158 Miliar Perbaikan Jalan Aek Nabara–Negeri Lama–Tanjung Sarang Elang
3 days ago





