Rabu, 29 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Pangdam I/BB dan Wali Kota Medan Resmikan Jembatan Penghubung Medan Polonia-Johor dan Maimun

Laila - Wednesday, 29 July 2026 | 07:56 PM

Background
Pangdam I/BB dan Wali Kota Medan Resmikan Jembatan Penghubung Medan Polonia-Johor dan Maimun

Medan – Jembatan Perintis Garuda yang berada di Jalan Adisucipto, Gang Rel, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, resmi dioperasikan pada Selasa (28/7/2026). Peresmian dilakukan oleh Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, bersama Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.

Jembatan sepanjang 35 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut kembali membuka akses yang menghubungkan Kecamatan Medan Polonia, Medan Johor, dan Medan Maimun. Sebelumnya, jalur penghubung itu terputus setelah jembatan lama roboh akibat banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pembukaan akses bagi masyarakat. Kehadiran jembatan ini mengakhiri kondisi yang selama ini memaksa warga, termasuk para pelajar, menyeberangi sungai melalui pipa air yang dinilai membahayakan keselamatan.

Hasil Kolaborasi TNI, Pemkot Medan, dan Masyarakat

Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan hasil sinergi antara TNI Angkatan Darat, Pemerintah Kota Medan, serta partisipasi masyarakat.

Menurutnya, kerja sama tersebut memungkinkan pembangunan infrastruktur dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat sehingga masyarakat kembali memperoleh akses transportasi yang aman.



Hendy menegaskan bahwa pembangunan jembatan merupakan bagian dari komitmen membantu masyarakat yang mengalami kesulitan akibat terputusnya akses penghubung antarkawasan.

Bagian dari Program Pembangunan Ribuan Jembatan

Mayjen Hendy menjelaskan pembangunan Jembatan Perintis Garuda juga menjadi bagian dari program percepatan pembangunan 6.000 jembatan yang dijalankan pemerintah.

Hingga saat ini, Kodam I/Bukit Barisan telah membangun sekitar 323 jembatan di berbagai wilayah Sumatera Utara, baik berupa jembatan Bailey, Aramco, maupun jembatan perintis.

Ia menambahkan, pihaknya siap mendukung pembangunan jembatan serupa apabila terdapat wilayah yang mengalami putus akses akibat bencana maupun kondisi darurat lainnya. Usulan pembangunan dapat diajukan melalui pemerintah daerah bersama jajaran TNI di wilayah masing-masing.

Jembatan Lama Rusak akibat Banjir

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi bukti bahwa koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan TNI mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.



Ia menjelaskan bahwa jembatan lama merupakan bekas jalur rel kereta api yang telah dimanfaatkan warga selama puluhan tahun sebagai akses penghubung antarkecamatan.

Namun, setelah rusak akibat banjir pada tahun 2024, aktivitas masyarakat menjadi terganggu karena akses tersebut tidak lagi dapat digunakan.

Menurut Rico, pemerintah melihat langsung kondisi warga yang terpaksa melintasi pipa air untuk menyeberangi sungai, termasuk anak-anak yang berangkat ke sekolah. Kondisi tersebut dinilai sangat berisiko sehingga pemerintah segera melakukan langkah penanganan.

Pembangunan Rampung dalam Lima Pekan

Rico Waas menjelaskan proses peninjauan lokasi telah dilakukan sejak April 2026. Pemerintah bersama pihak terkait mempelajari kondisi konstruksi, status lahan, serta menentukan desain jembatan yang paling sesuai.

Setelah seluruh tahapan koordinasi selesai, pembangunan langsung dilaksanakan dan berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar lima pekan.



Menurutnya, keberhasilan pembangunan ini menunjukkan bahwa sinergi antara Pemerintah Kota Medan dan TNI mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang selama ini menantikan akses penghubung tersebut.

Diharapkan Mendorong Mobilitas dan Perekonomian

Dengan diresmikannya Jembatan Perintis Garuda, akses masyarakat di tiga kecamatan kini kembali terbuka. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, mendukung aktivitas ekonomi, mempermudah akses pendidikan, serta memperkuat hubungan antarwilayah di Kota Medan.

Peresmian jembatan turut dihadiri Sultan Deli Tuanku Mahmud Arya Lamanjiji, jajaran perangkat daerah, anggota DPRD, serta unsur Forkopimda.

Tags