Mengapa Kepala Berputar Setelah Pesta Durian? Ini Faktanya
Laila - Tuesday, 30 June 2026 | 10:30 AM


Durian: Antara Nikmat Dunia dan Puyeng yang Tiada Tara
Siapa sih yang bisa menolak aroma tajam bin menggoda dari si Raja Buah ini? Bagi sebagian orang, bau durian itu ibarat parfum surga yang bikin air liur otomatis menetes. Begitu daging buahnya yang kuning legit itu menyentuh lidah, rasanya seperti sedang dipeluk oleh kebahagiaan yang hakiki. Manis, creamy, sedikit pahit di ujung, ah, pokoknya juara dunia. Tapi, ada satu "harga" yang seringkali harus dibayar setelah pesta durian selesai: kepala yang mendadak terasa berputar alias puyeng tujuh keliling.
Fenomena ini sering kita sebut dengan istilah "mabuk durian". Rasanya mirip-mirip seperti baru turun dari wahana ontang-anting tapi dalam versi yang lebih "hangat" di dalam perut. Kalau sudah begini, kenikmatan menyantap Montong atau Musang King tadi rasanya langsung buyar berganti penyesalan. Lantas, kenapa sih buah sekeren ini punya efek samping yang bikin kita keliyengan?
Gula dan Kalori yang Sedang "Pesta Pora"
Mari kita bicara jujur, durian itu bukan sekadar buah biasa; dia adalah bom energi. Bayangkan saja, dalam satu kilogram daging durian, terkandung sekitar 1.300 hingga 1.500 kalori. Itu hampir setara dengan kebutuhan kalori harian rata-rata manusia dewasa! Ketika kamu makan durian dalam jumlah banyak, tubuhmu mendadak diserbu oleh asupan gula (glukosa, fruktosa, dan sukrosa) serta karbohidrat dalam dosis tinggi.
Nah, lonjakan gula darah yang tiba-tiba ini memaksa pankreas bekerja ekstra keras untuk memompa insulin. Ibarat sebuah mesin yang dipaksa gas pol tanpa pemanasan, sistem tubuhmu jadi kaget. Lonjakan dan penurunan gula darah yang drastis inilah yang seringkali memicu rasa pusing dan mual. Jadi, kalau kamu merasa dunia berputar setelah menghabiskan dua butir durian besar sendirian, itu adalah sinyal dari tubuh yang bilang, "Woi, santai sedikit dong!"
Efek "Panas" dan Tekanan Darah
Dalam kepercayaan tradisional masyarakat kita, durian sering dicap sebagai buah yang "panas". Secara medis, ini ada penjelasannya. Proses metabolisme durian di dalam tubuh memang menghasilkan panas yang cukup signifikan. Durian mengandung senyawa sulfur yang cukup tinggi. Sulfur inilah yang bertanggung jawab atas aromanya yang menyengat sekaligus memberikan sensasi hangat di perut.
Bagi mereka yang punya riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi, makan durian berlebihan bisa jadi perkara serius. Kandungan alkohol alami hasil fermentasi kecil-kecilan di dalam buah durian yang sangat matang bisa memicu denyut jantung jadi lebih kencang. Ketika jantung berdegup lebih cepat dan suhu tubuh naik, tekanan darah bisa ikut melonjak. Hasilnya? Rasa pening di bagian belakang kepala yang bikin kita merasa seperti baru saja diseruduk banteng.
Sulfur yang Mengunci Enzim
Pernah dengar pesan orang tua kalau makan durian jangan dibarengi dengan minum soda atau alkohol? Itu bukan sekadar mitos kolot. Durian mengandung senyawa belerang atau sulfur yang disebut *diethyl sulfide*. Senyawa ini punya hobi buruk: dia menghambat kerja enzim *aldehyde dehydrogenase* di dalam hati kita. Enzim ini bertugas memecah racun dan alkohol.
Kalau enzim ini terhambat, tubuh jadi sulit memproses zat-zat tertentu, yang akhirnya mengakibatkan penumpukan asetaldehida dalam darah. Efeknya ya itu tadi: mual, muntah, jantung berdebar, dan pusing yang luar biasa. Bahkan tanpa alkohol pun, bagi orang yang sensitif, kandungan sulfur alami dalam durian sudah cukup untuk membuat sistem pencernaan dan saraf mereka merasa sedikit "kacau".
Jangan Lupa Faktor Psikologis dan Lingkungan
Seringkali, kita makan durian di pinggir jalan, di bawah terik matahari, atau di tempat yang sirkulasi udaranya kurang oke karena tertutup bau durian yang pekat. Perpaduan antara asupan kalori tinggi, suhu tubuh yang naik, dan aroma yang sangat kuat bisa membuat sistem sensorik kita kewalahan. Bau durian yang terlalu menyengat bagi sebagian orang bisa memicu saraf kranial yang berhubungan dengan penciuman dan sakit kepala (migrain).
Belum lagi kalau makannya sambil "balapan" sama teman-teman. Makan dengan terburu-buru membuat udara ikut masuk ke dalam lambung (aerofagia), yang berujung pada perut kembung. Perut yang begah dan kembung ini akan menekan diafragma dan membuat napas terasa lebih pendek, yang secara tidak langsung berkontribusi pada rasa pusing karena oksigen ke otak sedikit terganggu.
Lalu, Gimana Biar Tetap Bisa Menikmati Tanpa Tersiksa?
Tenang, bukan berarti kamu harus berhenti makan durian selamanya. Kuncinya adalah moderasi. Orang bijak bilang, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, termasuk cinta dan durian. Batasi konsumsi hanya 2-3 pongge (biji) saja sekali makan. Jangan kalap seolah-olah besok durian akan punah dari muka bumi.
Ada trik klasik yang sering dilakukan orang tua kita: minum air putih dari kulit duriannya. Secara ilmiah, mungkin belum ada penelitian medis yang memvalidasi hal ini sepenuhnya sebagai "obat", tapi banyak yang merasa cara ini membantu karena efek placebo atau mungkin karena air tersebut membilas sisa-sisa sulfur di mulut. Selain itu, makanlah manggis sebagai pendamping. Manggis dikenal sebagai "Ratu Buah" yang sifatnya mendinginkan, sehingga dipercaya bisa menetralkan "panas" dari si Raja Buah.
Kesimpulannya, pusing setelah makan durian adalah cara tubuh kita memprotes karena kita terlalu serakah memberikan beban metabolisme yang berat dalam waktu singkat. Jadi, nikmatilah durian dengan santai, rasakan setiap teksturnya, dan jangan lupa minum air putih yang banyak setelahnya. Karena bagaimanapun juga, durian itu diciptakan untuk dinikmati, bukan untuk bikin kita masuk unit gawat darurat gara-gara puyeng tak tertahankan.
Next News

Kenapa Kepala Terasa Pusing Saat Berdiri Mendadak?
in 5 hours

Jangan Panik! Ini Alasan Kenapa Api Kompor Tiba-tiba Merah
in 4 hours

Jangan Dipaksa! Ini Gejala Rice Cooker Kamu Sudah Melemah
in 4 hours

Kenapa Baju Hitam Terasa Lebih Panas? Simak Penjelasannya!
in 4 hours

Kenapa Kulit Mengelupas Setelah Sunburn? Ini Penjelasannya
in 4 hours

Hari Tropis Sedunia: 7 Fakta Menarik tentang Wilayah Tropis yang Jarang Diketahui
10 hours ago

Benarkah Mencabut Uban Membuat Uban Bertambah Banyak?
10 hours ago

Hari Kamera Sedunia: Dari Kotak Kayu hingga Kamera AI
10 hours ago

Fakta Menarik Bunglon: Alasan Ilmiah di Balik Perubahan Warnanya
10 hours ago

Sering Bikin Terpeleset! Kenapa Lumut Muncul di Tempat Basah?
10 hours ago





