Kenapa Kepala Terasa Pusing Saat Berdiri Mendadak?
Laila - Tuesday, 30 June 2026 | 10:30 AM


Pernah Nggak Sih, Lagi Asyik Rebahan Terus Tiba-tiba Dunia Serasa Mau Runtuh Pas Berdiri?
Bayangkan skenario ini: Kamu lagi asyik-asyiknya scrolling media sosial di kasur, atau mungkin lagi maraton serial Netflix favorit sampai lupa waktu. Tiba-tiba, ada suara kurir paket teriak "Paket!" di depan pagar. Dengan semangat membara demi unboxing barang belanjaan, kamu langsung loncat berdiri dan lari ke depan.
Tapi, baru dua langkah jalan, tiba-tiba pandangan jadi gelap. Kepala rasanya melayang, telinga berdenging tipis, dan kamu terpaksa pegangan ke tembok supaya nggak jatuh estetik ke lantai. Sensasinya kayak ada yang mematikan saklar lampu di otak selama tiga detik, terus dinyalakan lagi pelan-pelan. Fenomena "gratisan" simulasi pingsan ini pasti pernah dialami hampir semua orang, setidaknya sekali seumur hidup.
Dalam bahasa tongkrongan, kita sering menyebutnya kleyengan atau pusing tujuh keliling. Namun, di dunia medis, fenomena ini punya nama yang agak keren tapi ribet: Hipotensi Ortostatik. Nah, pertanyaannya, kenapa sih tubuh kita yang katanya canggih ini bisa seketika "error" cuma gara-gara urusan berdiri doang?
Gravitasi: Musuh Tersembunyi di Balik Rasa Pusing
Secara sains, pelakunya bukan setan atau kurang sajen, melainkan gravitasi yang sangat setia pada bumi. Begini logikanya: Saat kita sedang dalam posisi duduk atau tiduran dalam waktu lama, darah di tubuh kita terdistribusi secara merata, atau lebih banyak berkumpul di area perut dan kaki karena tekanan gravitasi yang minim.
Ketika kamu tiba-tiba berdiri dengan gerakan sat-set, gravitasi langsung menarik darah itu ke bawah, tepatnya ke arah kaki. Akibatnya, jumlah darah yang seharusnya dipompa jantung ke otak jadi berkurang secara mendadak. Otak kita itu ibarat bos besar yang sangat manja; telat dapet pasokan oksigen dari darah dikit aja, dia langsung protes dengan cara bikin pandangan gelap atau pusing.
Sebenarnya, tubuh kita punya sistem canggih buat mengatasi ini. Ada sensor kecil di pembuluh darah leher dan jantung yang namanya baroreseptor. Tugasnya mirip polisi lalu lintas yang sigap. Begitu mereka sadar tekanan darah turun karena kita berdiri, mereka bakal kirim sinyal ke jantung untuk detak lebih cepat dan pembuluh darah buat menyempit. Tapi ya itu, kadang sistem ini butuh waktu beberapa detik buat "bangun". Di jeda waktu itulah kita merasa seperti sedang berada di dimensi lain.
Kenapa "Error"-nya Bisa Parah Banget?
Mungkin kamu mikir, "Tapi kok temen gue biasa aja, sedangkan gue kalau berdiri langsung kayak mau ketemu malaikat maut?" Nah, ada beberapa faktor yang bikin drama kleyengan ini makin intens.
Pertama, faktor dehidrasi. Kalau kamu kurang minum, volume darah di tubuh otomatis berkurang. Darah yang sedikit itu makin susah dipompa ke atas kalau kamu berdiri mendadak. Jadi, buat kamu yang lebih sering minum kopi daripada air putih, jangan kaget kalau sering merasa dunia berputar pas habis bangun dari kursi.
Kedua, faktor "Generasi Jompo" alias kurang gerak. Otot kaki kita itu sebenarnya berfungsi sebagai pompa sekunder yang membantu mendorong darah balik ke atas. Kalau otot kaki jarang dilatih atau terlalu lama mager, mereka jadi agak malas buat membantu jantung. Hasilnya? Efek pusingnya jadi lebih lama dan menyiksa.
Ketiga, bisa jadi karena tekanan darah rendah (hipotensi) atau anemia. Kalau stok sel darah merahmu memang lagi tipis, oksigen yang dibawa ke otak juga pas-pasan. Jadi pas berdiri mendadak, otak langsung kasih peringatan darurat lewat rasa puyeng yang maksimal.
Tips Biar Nggak Gampang "Check-out" Pas Berdiri
Lalu, gimana caranya biar kita nggak hobi pegangan tembok tiap kali berdiri? Jawabannya sebenarnya sederhana tapi sering diabaikan. Jangan jadi orang yang terlalu terburu-buru. Kalau habis bangun tidur atau duduk lama, cobalah kasih jeda. Duduk dulu di pinggir kasur, ayun-ayunkan kaki sebentar, baru berdiri pelan-pelan. Ibarat gadget jadul, tubuh kita butuh waktu buat loading sebelum bisa beroperasi normal.
Pastikan juga asupan air putih tercukupi. Serius, ini bukan cuma saran basi dari dokter di Puskesmas, tapi air memang kunci supaya volume darah tetap stabil. Selain itu, kalau kamu memang sering merasa begini, coba cek kadar hemoglobin kamu. Siapa tahu kamu butuh asupan zat besi lebih banyak daripada sekadar asupan konten di media sosial.
Namun, ada satu hal yang perlu dicatat baik-baik. Meskipun kleyengan saat berdiri mendadak ini biasanya normal, kamu harus mulai waspada kalau durasinya lama atau sampai benar-benar pingsan (blackout total). Kalau pusingnya dibarengi sama nyeri dada atau napas pendek, itu tandanya tubuhmu nggak cuma lagi "loading", tapi mungkin ada komponen "hardware" yang perlu dicek ke dokter profesional.
Kesimpulan: Hargai Ritme Tubuhmu
Pada akhirnya, fenomena pusing saat berdiri mendadak ini adalah pengingat kecil dari tubuh kita. Tubuh mau bilang kalau dia bukan mesin yang bisa langsung dipaksa kerja rodi tanpa transisi. Kita sering menuntut tubuh buat selalu siap sedia secara instan, padahal sistem biologis kita punya ritme tersendiri.
Jadi, lain kali kalau ada kurir paket datang atau ada panggilan telepon mendadak, jangan langsung loncat kayak atlet lari gawang. Santai aja. Berdiri pelan, ambil napas dalam, dan biarkan darahmu mengalir sampai ke otak dengan tenang. Dunia nggak bakal kiamat cuma gara-gara kamu telat tiga detik buat berdiri, kok. Daripada berdiri cepat tapi malah berakhir pingsan di depan pintu, kan malah malu-maluin?
Next News

Mengapa Kepala Berputar Setelah Pesta Durian? Ini Faktanya
in 5 hours

Jangan Panik! Ini Alasan Kenapa Api Kompor Tiba-tiba Merah
in 4 hours

Jangan Dipaksa! Ini Gejala Rice Cooker Kamu Sudah Melemah
in 4 hours

Kenapa Baju Hitam Terasa Lebih Panas? Simak Penjelasannya!
in 4 hours

Kenapa Kulit Mengelupas Setelah Sunburn? Ini Penjelasannya
in 4 hours

Hari Tropis Sedunia: 7 Fakta Menarik tentang Wilayah Tropis yang Jarang Diketahui
10 hours ago

Benarkah Mencabut Uban Membuat Uban Bertambah Banyak?
10 hours ago

Hari Kamera Sedunia: Dari Kotak Kayu hingga Kamera AI
10 hours ago

Fakta Menarik Bunglon: Alasan Ilmiah di Balik Perubahan Warnanya
10 hours ago

Sering Bikin Terpeleset! Kenapa Lumut Muncul di Tempat Basah?
10 hours ago





