Mendagri Resmikan Huntara di Sumatera, Warga Penyintas Banjir dan Longsor Mulai Tempati Hunian Sementara
Tata - Friday, 06 February 2026 | 08:55 AM


TARUTUNG – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto serta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, meresmikan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana alam.
Dalam kegiatan tersebut, Mendagri Tito juga menyerahkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) secara serentak kepada masyarakat di tiga provinsi, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, Kamis (5/2).
Di Kabupaten Tapanuli Utara, acara berlangsung di Desa Sibalanga, Kecamatan Adian Koting. Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat (JTP), didampingi Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB Agus Wibowo, menyerahkan kunci 40 unit hunian sementara yang telah siap ditempati oleh warga penyintas banjir dan longsor.
Peresmian Huntara dilaksanakan secara hybrid dan dipusatkan di Lapangan Bola Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan serta Dandim 0210/TU Letkol Kav Ronald Tampubolon.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati JTP juga menyerahkan ulos kepada Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB Agus Wibowo sebagai bentuk penghormatan adat Batak Toba.
"Dalam tradisi Batak Toba, jika sebuah rumah telah selesai dibangun, maka sudah sepantasnya diberikan ulos sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih," ujar JTP sebelum menyematkan ulos.
JTP menjelaskan, warga diperkirakan akan menempati Huntara Sibalanga selama sekitar lima bulan. Namun tidak menutup kemungkinan hunian tersebut dapat ditingkatkan statusnya menjadi hunian tetap (Huntap), apabila proses pengalihan hak atas tanah dapat diselesaikan oleh pemerintah pusat.
Penyerahan Huntara juga disertai dukungan bantuan logistik dan perlengkapan rumah tangga, antara lain paket sembako, perlengkapan sekolah, peralatan kebersihan, kasur lipat, matras, selimut, hingga alat kerja seperti sekop, cangkul, dan gerobak sorong.
Secara simbolis, Bupati JTP menyerahkan kunci rumah kepada salah satu warga penerima, Boru Sinambela, pemilik rumah nomor 11 dari total 40 unit yang tersedia, disertai penyematan ulos dan penyampaian pesan penguatan moril kepada warga.
Menurut JTP, sarana dan prasarana Huntara telah dilengkapi, mulai dari akses jalan lingkungan, jaringan air bersih, hingga listrik. Pembangunan Huntara ini bertujuan agar warga terdampak dapat segera kembali menjalani kehidupan normal dan beraktivitas seperti biasa.
Ia menegaskan bahwa bantuan pemerintah bersifat sementara, sambil menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang lebih permanen. Pemerintah daerah juga telah menyusun dokumen pengkajian kebutuhan pascabencana atau JITU PASNA (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana), yang saat ini telah mencapai sekitar 90 persen dan segera disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai dasar percepatan pembangunan lanjutan.
Next News

Polres Padang Lawas Gelar Gaktibplin, HP Personel Diperiksa Cegah Judi Online
16 hours ago

Pemkab Tapteng Gelar Seleksi Calon Kepala Sekolah, 115 Peserta Perebutkan 149 Formasi
16 hours ago

Pemerintah buka rekrutmen 30 ribu manajer Kopdes Merah Putih, ini persyaratannya
a day ago

Gubernur: Pemekaran Provinsi dan Kabupaten/Kota di Sumut Berpotensi Kembali Terbuka
17 hours ago

Kemenhaj Sumut: kloter pertama Embarkasi Haji Medan berangkat 22 April
17 hours ago

Harga LPG 3 Kg di Palas Masih Rp35 Ribu, Jauh di Atas HET
2 days ago

Menkomdigi Apresiasi TikTok Patuhi PP Tunas, 780 Ribu Akun Anak di Bawah 16 Tahun Dinonaktifkan
2 days ago

Pemkab Mandailing Natal Perkuat Sinergi dengan BNN RI, Dorong Infrastruktur dan Ekonomi Alternatif
2 days ago

PKK dan Dharma Wanita Tapsel Gelar Halal Bi Halal, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Pascaramadan
3 days ago

Bulog Sumut Targetkan Penyaluran 20 Kg Beras dan MinyaKita Tuntas Akhir Mei 2026
3 days ago





