BMKG siapkan 30 kegiatan sekolah tingkatkan adaptasi korban bencana
RAU - Friday, 05 June 2026 | 11:00 AM


Jakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengagendakan pelaksanaan 30 kegiatan sekolah lapang kedaruratan guna memperkuat mitigasi dan kapasitas adaptasi masyarakat di wilayah Pulau Sumatera.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani saat ditemui di ANTARA Heritage Center Jakarta, Kamis, mengatakan rangkaian program edukasi tersebut mencakup Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN), Sekolah Lapang Iklim (SLI), serta Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG).
"Iya, kami rencananya ada 30 kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan dan Sekolah Lapang Iklim dan gempa, tsunami juga," kata dia.
Fathani menjelaskan sasaran geografis pelaksanaan paket program literasi kebencanaan dan iklim pada tahun ini difokuskan pada sejumlah kawasan rawan bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan sebagian wilayah Sumatera Utara.
Operasi edukasi berskala masif di wilayah barat Indonesia ini bergulir melalui skema pendanaan khusus, yang ditopang secara langsung oleh Instruksi Presiden guna merespons kebutuhan mendesak di tiga daerah itu.
Adapun Aceh, Sumut dan Sumbar sebelumnya dilanda bencana banjir bandang - tanah longsor dengan dampak yang sangat masif akhir November 2025. Merujuk data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dilaporkan ada 1.189 korban meninggal dunia, 148 orang hilang, lebih dari 5.400 orang luka-luka, sekitar 157.800 rumah mengalami kerusakan, serta 3.222 fasilitas dan infrastruktur publik terdampak.
Fathani menambahkan bahwa untuk jumlah kepesertaan, BMKG menargetkan kuota kumulatif berkisar antara 1.500 hingga 2.000 partisipan, dimana tiap-tiap daerah pelaksanaan akan diisi oleh kelompok belajar beranggotakan sekitar 50 orang.
Program Sekolah Lapang jilid baru ini didesain menggunakan metode kombinasi antara masyarakat umum dan aparat kewilayahan, seperti kepala desa-sekretaris desa (sekdes), serta penyuluh lapangan yang diproyeksikan sebagai motor penggerak atau trainer of trainers (ToT).
Melalui keterlibatan para tokoh masyarakat dan pimpinan lokal tersebut, BMKG berharap diseminasi informasi cuaca, iklim, serta kesiapsiagaan tsunami dapat tersebar lebih cepat dan akurat hingga di masing-masing desa.
"Semua, tahun ini memang sedang berproses pendanaannya. Dari instruksi Bapak Presiden, kegiatan-kegiatan tambahan yang kita lakukan di sana itu mendapat pendanaan khusus," kata Teuku Fathani.
Next News

BMKG Imbau Warga Sumut Waspada Bencana Hidrometeorologi pada Awal Juni 2026
14 minutes ago

1.015 Pelari dari 34 Negara Ramaikan Trail of The Kings UTMB 2026
17 hours ago

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkab Tapsel Gelar Korvei Massal dan Ajak ASN Jadi Pelopor Kebersihan Lingkungan
17 hours ago

Bupati Gus Irawan Ajak Masyarakat Batang Toru Tinggalkan Pinjaman Berbunga Tinggi dan Produktifkan Lahan Kosong
a day ago

Wabup Tapsel Resmikan Aula Serbaguna Desa Tolang Julu, Tegaskan Komitmen Pemulihan Pascabencana dan Pemberdayaan Masyarakat
2 days ago

Polda Sumut bentuk Tim URC untuk tekan kriminalitas jalanan
2 days ago

Pemkab Madina Targetkan Penuhi 20 Persen Kebutuhan Telur Mulai 2027
3 days ago

BPS: China tujuan ekspor terbesar Sumut pada Januari-April 2026
3 days ago

Perkuat Sinergi, Bupati Padanglawas Gelar Rakor Dengan Camat Dan 303 Kepala Desa
3 days ago

PRSU 2026 Segera Digelar Selama Sebulan Penuh, Sajikan Pameran, UMKM dan Ragam Hiburan Masyarakat
4 days ago





