Bupati Gus Irawan Ajak Masyarakat Batang Toru Tinggalkan Pinjaman Berbunga Tinggi dan Produktifkan Lahan Kosong
Liaa - Friday, 05 June 2026 | 10:09 AM


BATANGTORU
Pengajian Akbar Bulanan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Batang Toru yang digelar di Desa Hapesong Lama, Kecamatan Batang Toru, Kamis (4/6/2026), berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu, Ketua Baznas Tapsel Jon Sujani Pasaribu, unsur Forkopimcam, Mantan Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Selatan periode 2010–2015 dan 2016–2021 Ny. Syaufia Lina, Pengurus BKMT Kabupaten dan Kecamatan Batang Toru, tokoh agama, tokoh masyarakat serta ratusan jamaah BKMT.
Dalam sambutannya, Bupati Gus Irawan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pengajian yang menjadi wadah mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Mengutip tausiah yang disampaikan Ustaz Hamdan Firdaus, Bupati mengingatkan pentingnya menjauhi tiga hal yang dapat merugikan kehidupan dunia dan akhirat, yakni sifat sombong, perilaku curang, serta kebiasaan berutang yang tidak dikelola dengan baik.
"Pesan-pesan agama yang disampaikan dalam pengajian seperti ini sangat penting untuk menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus menjauhi kesombongan, kejujuran harus dijaga, dan utang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab," ujar Gus Irawan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan berbagai program Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana yang melanda pada November tahun 2025 lalu.
Menurutnya, dampak bencana cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan terus mendorong sektor pertanian, perikanan dan peternakan sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.
Salah satu program yang sedang digencarkan adalah Gerakan Tanam 1.000 Hektare Jagung. Program ini dinilai memiliki prospek yang sangat baik karena harga jual jagung relatif stabil dan telah memiliki pasar yang jelas.
"Saya berharap tidak ada lagi lahan yang menganggur di Tapanuli Selatan. Tanah yang kosong harus kita produktifkan. Jagung saat ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat," katanya.
Bupati mencontohkan keberhasilan kelompok tani di kawasan Aek Sirara yang baru saja melaksanakan panen perdana jagung pascabencana. Dari hasil panen sekitar 5,5 ton per hektare dengan harga jual Rp6.500 per kilogram, petani mampu memperoleh keuntungan yang cukup besar setelah dikurangi biaya produksi.
Selain sektor pertanian, Gus Irawan juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan swasembada pangan melalui Program Gerakan Seribu Kolam yang bertujuan meningkatkan produksi ikan lokal guna memenuhi kebutuhan masyarakat Tapanuli Selatan.
Ia meminta pemerintah desa untuk membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) dan memanfaatkan potensi sungai maupun lubuk larangan yang ada di desa untuk pengembangan budidaya ikan.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak masyarakat untuk meninggalkan pinjaman berbunga tinggi yang selama ini membebani ekonomi keluarga, khususnya kaum ibu.
Menurutnya, Pemerintah Pusat melalui Bank Sumut telah menyediakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah bahkan program pembiayaan tertentu dengan skema subsidi yang sangat membantu masyarakat pelaku usaha.
"Jangan lagi terjebak pada pinjaman berbunga tinggi yang memberatkan. Manfaatkan fasilitas pembiayaan resmi yang lebih ringan dan produktif untuk mengembangkan usaha," tegasnya.
Bupati juga menyoroti pentingnya keadilan dalam penyaluran berbagai bantuan sosial dan program pemerintah. Ia meminta aparatur desa melakukan pendataan secara objektif dan transparan agar bantuan tepat sasaran serta tidak menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat.
Selain itu, Gus Irawan mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung percepatan operasional PLTA Batang Toru yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah melalui peningkatan pendapatan daerah dari dana bagi hasil.
Pada kegiatan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tapanuli Selatan turut menyerahkan santunan kepada 20 orang mustahik. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp350.000 sebagai bntuk kepedulian dan dukungan terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Pengajian Akbar BKMT Kecamatan Batang Toru ditutup dengan doa bersama dan harapan agar seluruh program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Next News

BMKG Imbau Warga Sumut Waspada Bencana Hidrometeorologi pada Awal Juni 2026
14 minutes ago

1.015 Pelari dari 34 Negara Ramaikan Trail of The Kings UTMB 2026
17 hours ago

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkab Tapsel Gelar Korvei Massal dan Ajak ASN Jadi Pelopor Kebersihan Lingkungan
17 hours ago

BMKG siapkan 30 kegiatan sekolah tingkatkan adaptasi korban bencana
a day ago

Wabup Tapsel Resmikan Aula Serbaguna Desa Tolang Julu, Tegaskan Komitmen Pemulihan Pascabencana dan Pemberdayaan Masyarakat
2 days ago

Polda Sumut bentuk Tim URC untuk tekan kriminalitas jalanan
2 days ago

Pemkab Madina Targetkan Penuhi 20 Persen Kebutuhan Telur Mulai 2027
3 days ago

BPS: China tujuan ekspor terbesar Sumut pada Januari-April 2026
3 days ago

Perkuat Sinergi, Bupati Padanglawas Gelar Rakor Dengan Camat Dan 303 Kepala Desa
3 days ago

PRSU 2026 Segera Digelar Selama Sebulan Penuh, Sajikan Pameran, UMKM dan Ragam Hiburan Masyarakat
4 days ago





