Selasa, 21 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Pendopo Bupati Tapsel Berlangsung Seru, Argentina Tumbang 0-1 dari Spanyol

RAU - Tuesday, 21 July 2026 | 05:34 AM

Background
Nobar Final Piala Dunia 2026 di Pendopo Bupati Tapsel Berlangsung Seru, Argentina Tumbang 0-1 dari Spanyol

SIPIROK

Keseruan dan ketegangan mewarnai kegiatan nonton bareng (nobar) Grand Final Piala Dunia 2026 antara Argentina kontra Spanyol yang digelar di Aula Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kompleks Perkantoran Bupati Tapanuli Selatan, Sipirok, Senin (20/07/2026).

Kegiatan nobar tersebut dihadiri Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu, Sekretaris Daerah Tapanuli Selatan H. Sofyan Adil Siregar, Kepala Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan M. Emri Kurniawan, para Asisten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Sipirok, serta sejumlah masyarakat penggemar sepak bola.

Suasana nobar berlangsung meriah dan penuh antusias. Para penonton tampak serius mengikuti jalannya pertandingan hingga akhir, terlebih Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu sebelumnya menjagokan Tim Nasional Argentina yang berstatus sebagai juara bertahan.

Namun, harapan tersebut harus berakhir dengan kekecewaan setelah Spanyol berhasil menumbangkan Argentina dengan skor tipis 1-0 melalui babak perpanjangan waktu (extra time). Gol kemenangan Spanyol dicetak Ferran Torres pada menit ke-106 dalam pertandingan final yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey.



Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Setelah bermain imbang tanpa gol selama 90 menit waktu normal, laga harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Spanyol langsung tampil menekan. Pada menit ke-93, Nico Williams menghadirkan ancaman melalui sundulan yang masih mampu ditepis kiper Argentina, Emiliano Martinez.


Nico Williams kembali menggetarkan gawang Argentina pada menit ke-96 setelah memanfaatkan kemelut di kotak penalti. Namun, gol tersebut dianulir wasit Slavko Vincic karena dinilai terjadi pelanggaran dalam proses terciptanya gol. Mikel Merino dianggap menginjak kaki Nicolas Otamendi sebelum bola bergulir ke arah Nico Williams.

Memasuki menit ke-103, Mikel Merino kembali memperoleh peluang melalui sundulan memanfaatkan umpan silang Nico Williams. Namun, bola masih melebar tipis di sisi kiri gawang Argentina.



Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-106. Berawal dari umpan silang Pedro Porro ke tiang jauh, Nico Williams berhasil menyambut bola dengan sundulan.

Namun, bukannya langsung menembak ke gawang, ia mengarahkan bola kepada Ferran Torres yang berdiri bebas.

Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Ferran Torres melepaskan tembakan keras yang meluncur deras ke gawang Argentina dan tidak mampu dibendung Emiliano Martinez. Gol tersebut membawa Spanyol unggul 1-0.

Ferran Torres sebenarnya kembali mencetak gol pada menit ke-113. Namun, gol tersebut dianulir karena sang pemain terlebih dahulu berada dalam posisi offside saat menerima umpan terobosan.

Di menit-menit akhir pertandingan, Argentina berupaya mengejar ketertinggalan. Giuliano Simeone sempat memperoleh peluang emas, namun tendangannya masih melambung di atas mistar gawang Spanyol.



Selama 90 menit waktu normal, Spanyol tampil dominan dengan mencatatkan 10 tembakan tepat sasaran. Sementara Argentina yang diperkuat sejumlah pemain bintang, termasuk Lionel Messi, tidak mampu menghasilkan satu pun tembakan tepat sasaran.

Kekalahan tipis tersebut tentu menjadi kekecewaan tersendiri bagi Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu yang sebelumnya menjagokan Argentina.


Meski demikian, Bupati tetap mengapresiasi jalannya pertandingan yang dinilainya berlangsung menarik, sengit, dan menghibur.

Menurutnya, kegiatan nobar tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dapat mempererat kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Nobar bersama Bupati tersebut merupakan kali ketiga setelah sebelumnya digelar di Angkola Muaratais dan Huntara Desa Napa Kecamatan Batangtoru.



Bupati berharap, ke depan Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam ajang sepak bola terbesar dunia tersebut. Ia berharap pembinaan sepak bola di Tanah Air terus ditingkatkan sehingga mampu melahirkan bibit-bibit pemain sepak bola berkelas dunia yang suatu saat dapat membawa Indonesia tampil di pentas Piala Dunia.

"Harapan kita ke depan, Indonesia bukan hanya menjadi penonton, tetapi mampu melahirkan pemain-pemain kelas dunia dan bisa tampil di Piala Dunia," demikian harapan Bupati Tapanuli Selatan.