Rabu, 22 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Kakek Nenek Keliling Dunia Bertemu Sultan Brunei di Perayaan Hari Keputeraan ke-80 di Tutong

Laila - Wednesday, 22 July 2026 | 06:12 PM

Background
Kakek Nenek Keliling Dunia Bertemu Sultan Brunei di Perayaan Hari Keputeraan ke-80 di Tutong

Tutong, Brunei Darussalam | Rabu, 22 Juli 2026 – Perjalanan inspiratif pasangan asal Indonesia, T. Faisal Laksamana (65 tahun) dan dr. Indriati (61 tahun), yang dikenal melalui program Kakek Nenek Keliling Dunia, kembali mencatatkan pengalaman istimewa dalam perjalanan mereka melintasi berbagai negara.

Dalam kunjungannya ke Brunei Darussalam, pasangan tersebut mendapat kesempatan menghadiri Majlis Ramah Mesra Bersama Rakyat dan Penduduk Daerah Tutong, sebuah agenda yang digelar dalam rangka memperingati Hari Keputeraan ke-80 Kebawah Duli Yang Maha Mulia Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah.

Acara yang berlangsung di Padang Kompleks Dewan Kemasyarakatan Daerah Tutong tersebut menjadi salah satu momen penting bagi masyarakat Brunei. Ribuan warga hadir sejak pagi untuk menyambut kehadiran Sultan Brunei dalam tradisi tahunan yang mempererat hubungan antara pemimpin negara dan rakyat.

Di tengah suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, T. Faisal Laksamana dan dr. Indriati memperoleh kehormatan untuk bertemu secara langsung dengan Sultan Brunei. Pertemuan tersebut menjadi pengalaman berharga yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Menurut T. Faisal Laksamana, kesempatan bertemu Sultan Brunei menjadi salah satu kenangan terbesar selama perjalanan mereka.



"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur diberi kesempatan hadir dalam Majlis Ramah Mesra dan bertemu langsung dengan Kebawah Duli Yang Maha Mulia Sultan Brunei. Beliau dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyatnya. Momen ini akan menjadi kenangan yang tidak akan pernah kami lupakan sepanjang perjalanan keliling dunia kami," ujar T. Faisal Laksamana.

Selama berada di Brunei Darussalam, pasangan ini juga merasakan keramahan masyarakat setempat. Mereka melihat perayaan Hari Keputeraan Sultan bukan hanya sebagai agenda kenegaraan, tetapi juga sebagai simbol kuatnya hubungan sosial antara pemimpin dan masyarakat.

Perjalanan yang Menginspirasi Dunia

Pertemuan dengan Sultan Brunei menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan Kakek Nenek Keliling Dunia, sebuah gerakan perjalanan yang membawa pesan bahwa usia bukan batas untuk tetap aktif, belajar, berkarya, dan membangun hubungan antarbangsa.

Saat ini, T. Faisal Laksamana dan dr. Indriati tengah mempersiapkan ekspedisi besar The Great Overland Journey – Indonesia • Asia Tenggara • Timur Tengah • Eropa 2026–2027.

Dalam ekspedisi tersebut, mereka akan melakukan perjalanan darat menggunakan kendaraan pribadi dengan jarak tempuh puluhan ribu kilometer melintasi berbagai negara. Misi utama perjalanan ini adalah memperkenalkan budaya Indonesia, mempererat persahabatan internasional, serta menyebarkan pesan bahwa mimpi dapat diwujudkan kapan pun.



Perjalanan mereka juga didokumentasikan melalui berbagai platform digital dan media sosial sebagai bentuk edukasi, inspirasi, serta promosi budaya dan pariwisata Indonesia kepada masyarakat dunia.

Momen pertemuan dengan Sultan Brunei pada Hari Keputeraan ke-80 menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan mereka. Lebih dari sekadar perjalanan fisik, ekspedisi ini membawa pesan tentang persaudaraan, penghormatan terhadap budaya, dan semangat membawa nama baik Indonesia ke tingkat internasional.


Tentang Kakek Nenek Keliling Dunia

Kakek Nenek Keliling Dunia merupakan program perjalanan yang dilakukan oleh pasangan Indonesia T. Faisal Laksamana dan dr. Indriati. Melalui perjalanan darat ke berbagai wilayah dan negara, mereka ingin menunjukkan bahwa semangat menjelajah, berbagi pengalaman, serta membangun persahabatan antarbangsa tidak mengenal batas usia.

Seluruh aktivitas perjalanan mereka didokumentasikan melalui kanal digital RAUTV.ID sebagai media inspirasi, edukasi, serta sarana memperkenalkan budaya dan destinasi Indonesia kepada masyarakat internasional.