Mengenal El Nino: Ciri-Ciri dan Dampaknya di Indonesia
Liaa - Wednesday, 03 June 2026 | 08:15 AM


El Niño merupakan salah satu fenomena iklim global yang berpengaruh terhadap kondisi cuaca dan pola musim di berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia. Fenomena ini penting dipahami karena perubahan yang ditimbulkannya dapat memengaruhi curah hujan, suhu udara, ketersediaan air, dan aktivitas pertanian. Untuk memahami fenomena ini, penting mengenali ciri-ciri serta dampak El Nino agar masyarakat dapat lebih waspada dan siap menghadapi perubahan yang terjadi.
Apa Itu El Niño?
Menurut BMKG, El Niño merupakan fase hangat dari fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) yang terjadi secara alami. El Niño berkaitan dengan anomali pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis bagian timur hingga tengah. Perubahan ini tidak hanya terjadi di laut, tetapi juga memengaruhi atmosfer di atasnya sehingga berdampak pada pola iklim global, termasuk pola hujan di Indonesia.
Proses Terjadinya El Niño
El Niño terjadi ketika angin pasat di sepanjang Pasifik tropis melemah. Kondisi ini menyebabkan kolam air hangat meluas ke wilayah Pasifik tropis bagian tengah. Pada saat yang sama, pusat konveksi atau pembentukan awan bergeser ke wilayah tersebut. Akibatnya, wilayah Indonesia umumnya menerima lebih sedikit pasokan uap air, sehingga curah hujan cenderung menurun dan potensi kekeringan meningkat.
Ciri-Ciri El Niño
Salah satu ciri utama El Niño adalah meningkatnya suhu permukaan laut di Pasifik tropis bagian timur hingga tengah. Di Indonesia, fenomena ini umumnya ditandai oleh berkurangnya curah hujan dibandingkan kondisi normal. Pada kejadian El Niño yang kuat, penurunan curah hujan dapat terjadi secara nyata di berbagai wilayah. BMKG juga mencatat bahwa pada tahun 1997, curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia turun sangat drastis dan berada jauh di bawah rata-ratanya.
Dampak El Niño di Indonesia
Dampak utama El Niño di Indonesia adalah berkurangnya curah hujan dan meningkatnya kondisi kering. Dalam konteks pertanian, kondisi ini dapat mengganggu pola tanam, menurunkan produksi, dan meningkatkan risiko gagal panen.
Next News

Yuk Kenalan dengan Kacang Polong, Si Kecil yang Kaya Protein
in 5 hours

Manfaat Kesehatan Kacang Pinto
7 hours ago

Makanan Fermentasi: Cuma Tren atau Memang Menyehatkan?
7 hours ago

Manfaat Buah Melon untuk Kesehatan Tubuh
7 hours ago

11 Zona Waktu Rusia vs 3 Indonesia: Mengapa Rusia Butuh Sebelas Waktu Berbeda?
in 4 hours

Koala dan Sidik Jari Manusia: Fakta Unik Hewan Berkantong yang Bikin Ilmuwan Takjub
in 4 hours

Kenapa di Arab Saudi Tidak Ada Sungai? Penjelasan Ilmiah Berbasis Data
in 4 hours

Burung Kolibri Bisa Terbang Mundur? Ini Rahasia Uniknya yang Tak Dimiliki Burung Lain
in 3 hours

Fakta Unik Bintang Laut: Hidup Tanpa Otak dan Darah, Tapi Bisa Menumbuhkan Anggota Tubuh Baru
in 3 hours

Juara Rebahan? Ini Daftar 5 Negara dengan Aktivitas Jalan Kaki Terendah di Dunia
in 3 hours





