Ketahanan Pangan Jadi Prioritas 2026, Pemkab Padanglawas Usulkan Cetak Sawah 2.000 Hektare


Pemerintah Kabupaten Padanglawas menetapkan program ketahanan pangan sebagai salah satu skala prioritas pembangunan daerah pada tahun 2026. Kebijakan tersebut dinilai memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, stabilitas ekonomi, serta kemandirian daerah.
Bupati Padanglawas Putra Mahkota Alam Hasibuan menyampaikan bahwa penguatan sektor pangan menjadi perhatian serius pemerintah daerah, seiring dengan upaya mendukung program swasembada pangan nasional.
"Selain program strategis lainnya, ketahanan pangan menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Padanglawas pada tahun 2026," ujar Putra Mahkota Alam Hasibuan, Senin (12/1/2026).
Untuk mendukung kebijakan tersebut, Pemkab Padanglawas telah mengajukan program cetak sawah baru seluas 2.000 hektare kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan beras dari daerah lain.
Putra Mahkota Alam menjelaskan, program cetak sawah merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang digulirkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian RI. Menurutnya, langkah ini menjadi fondasi awal pengembangan kawasan pertanian pangan di Kabupaten Padanglawas.
"Program cetak sawah 2026 menjadi atensi pemerintah daerah dan diharapkan berjalan optimal melalui pendampingan teknis, penyediaan sarana produksi, serta penguatan pascapanen," katanya.
Ia optimistis, apabila program cetak sawah baru dapat terealisasi dengan baik, produksi beras di Padanglawas akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Selain tanaman padi, sektor pertanian lain seperti hortikultura juga akan terus digalakkan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Padanglawas, Gunung Tua H. Daulay, menyebutkan bahwa dari total usulan 2.000 hektare, saat ini baru tersedia sekitar 1.081 hektare lahan yang siap untuk program cetak sawah baru.
"Saat ini baru 1.081 hektare lahan yang tersedia dari total 2.000 hektare yang diusulkan," jelas Gunung Tua.
Ia menambahkan, luas lahan sawah eksisting di Padanglawas saat ini mencapai sekitar 6.000 hektare. Jika tambahan 2.000 hektare dapat terealisasi, maka total luas sawah produktif di daerah tersebut akan meningkat menjadi sekitar 8.000 hektare.
Gunung Tua menjelaskan, lahan seluas 1.081 hektare yang tersedia saat ini sedang dalam tahap penyusunan Standar Identifikasi dan Desain (SID) oleh Universitas Sumatera Utara (USU). Proses pengusulan cetak sawah baru dilakukan melalui aplikasi Sipuri (Sistem Informasi Pengusulan Irigasi), sebuah platform digital milik Kementerian PUPR.
Menurutnya, penggunaan aplikasi Sipuri bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas dalam pengelolaan dana irigasi, sekaligus mengintegrasikan data pusat dan daerah secara real time guna mendukung ketahanan pangan nasional.
Lebih lanjut, Gunung Tua memaparkan bahwa dari sekitar 6.086 hektare lahan sawah yang ada, luas tanam padi di Padanglawas baru mencapai sekitar 12.535 hektare per tahun, dengan luas panen sekitar 11.529,71 hektare.
Ia menargetkan produktivitas padi per hektare tahun ini dapat meningkat dari 6,2 ton menjadi 8 ton per hektare. Dengan asumsi luas sawah produktif mencapai 8.000 hektare, maka potensi produksi beras diperkirakan mencapai 64.000 ton per tahun.
"Jika target ini tercapai, pada tahun 2027 Padanglawas berpeluang besar untuk mencapai swasembada beras," ungkapnya.
Saat ini, lanjut Gunung Tua, indeks penanaman padi di Padanglawas baru mencapai dua kali tanam per tahun. Idealnya, petani dapat melakukan tiga kali tanam dalam setahun, namun hal tersebut masih terkendala faktor cuaca.
"Melalui program cetak sawah baru yang dilengkapi infrastruktur dan bantuan sarana dari Kementerian Pertanian, kami berharap produksi pertanian di Padanglawas dapat meningkat secara signifikan," tegasnya.
Sumber: Analisadaily
Next News

BNPB: Korban Tewas Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar Capai 1.200 Jiwa
7 days ago

Bupati Masinton Pastikan Normalisasi Sungai Aek Harse Berjalan, 12 Alat Berat Dikerahkan
7 days ago

BMKG: Cuaca Indonesia Masih Didominasi Hujan dengan Intensitas Beragam
8 days ago

Pusdalops Sumut Catat 121 Warga Luka dan 41 Orang Hilang Akibat Bencana Alam
8 days ago

Harga Cabai Merah di Sumut Terus Turun, Humbahas Sentuh Rp18 Ribu per Kilogram
8 days ago

Pemerintah Terapkan Sistem Padat Karya untuk Pulihkan Sawah Terdampak Bencana di Sumatera
9 days ago

BMKG Peringatkan Mayoritas Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Disertai Petir
9 days ago

TNI AD Kerahkan Puluhan Alat Berat Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
9 days ago

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan Hari Ini
11 days ago

Bobby Nasution Percepat Rehabilitasi Pascabencana di Sumut Jelang Ramadan
12 days ago





