Kenapa Saat Puasa Kita Lebih Mudah Emosi?
Liaa - Thursday, 26 February 2026 | 03:39 AM


Puasa memicu berbagai perubahan metabolik dalam tubuh. Salah satu perubahan paling signifikan adalah penurunan kadar gula darah setelah beberapa jam tanpa asupan makanan.
Menurut penjelasan dari Harvard Medical School, otak sangat bergantung pada glukosa sebagai sumber energi utama. Ketika kadar gula darah menurun, fungsi kognitif dan pengendalian emosi bisa ikut terdampak.
1️⃣ Gula Darah dan Pusat Emosi
Bagian otak yang berperan dalam regulasi emosi adalah amigdala dan prefrontal cortex.
Amigdala → mengatur respons emosi seperti marah dan takut
Prefrontal cortex → membantu kontrol diri dan pengambilan keputusan
Saat kadar glukosa menurun, kemampuan prefrontal cortex dalam mengontrol respons emosional bisa melemah. Akibatnya, kita lebih mudah tersinggung atau bereaksi berlebihan.
Penelitian yang dirujuk oleh National Institutes of Health menunjukkan bahwa kadar gula darah rendah (hipoglikemia ringan) dapat meningkatkan iritabilitas dan kesulitan konsentrasi.
2️⃣ Hormon Kortisol Ikut Berperan
Saat tubuh merasa "stres metabolik" karena kekurangan energi, hormon stres seperti kortisol bisa meningkat.
Menurut Mayo Clinic, peningkatan kortisol dapat membuat seseorang lebih tegang, cemas, dan mudah marah.
Jika ditambah kurang tidur karena sahur atau perubahan ritme tidur, efeknya bisa semakin terasa.
3️⃣ Dehidrasi dan Mood
Kurangnya cairan juga memengaruhi fungsi otak. Studi menunjukkan dehidrasi ringan saja dapat memengaruhi suasana hati dan meningkatkan rasa lelah.
Otak yang lelah lebih sulit mengontrol emosi dibanding otak yang cukup istirahat dan cairan.
Jadi, Apakah Ini Normal?
Ya, dalam batas wajar, perubahan emosi saat puasa adalah respons biologis alami.
Namun, kabar baiknya:
Setelah tubuh beradaptasi (biasanya beberapa hari pertama Ramadan), banyak orang justru merasa lebih stabil dan fokus.
Hal ini kemungkinan karena tubuh sudah lebih efisien dalam menggunakan energi dan kadar hormon mulai stabil.
Tips Ilmiah Agar Mood Tetap Stabil Saat Puasa
✔️ Pilih sahur dengan protein dan serat tinggi (menjaga gula darah stabil)
✔️ Hindari lonjakan gula berlebihan saat berbuka
✔️ Cukupi cairan
✔️ Tidur cukup
✔️ Lakukan aktivitas fisik ringan
Next News

Trend Gamis Lebaran 2026
2 days ago

Apa Hukum dari I'tikaf? Berikut Penjelasan dan Keutamaannya
2 days ago

5 Tren Ngabuburit Gen Z di Ramadan 2026, dari Ngonten hingga Healing Rohani
4 days ago

Resep Martabak Telor Gurih ala Rumahan: Solusi War Takjil Tanpa Harus Antre Panjang
5 days ago

Mengapa Ramadhan Menjadi Waktu Paling Tepat untuk Melatih Diri
5 days ago

Sahkah Puasa Jika Tidur Terus Sepanjang Hari? Cek Faktanya
5 days ago

Kenapa Orang Indonesia Suka Gorengan Saat Buka Puasa?
7 days ago

Kenapa Tidur Setelah Sahur Tidak Disarankan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
8 days ago

Masjid Al-Osmani Medan: Jejak Sejarah Islam & Kebudayaan Melayu yang Tegak Lebih dari 170 Tahun
9 days ago

Rahasia Pakkat Mandailing, Pucuk Rotan Pahit yang Justru Diburu Saat Ramadan
8 days ago





