Minggu, 8 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Serba Serbi Ramadhan

Kenapa Orang Indonesia Suka Gorengan Saat Buka Puasa?

Liaa - Thursday, 05 March 2026 | 04:36 PM

Background
Kenapa Orang Indonesia Suka Gorengan Saat Buka Puasa?

Menjelang waktu maghrib di Indonesia, satu pemandangan yang hampir selalu terlihat adalah deretan penjual gorengan yang dikerumuni pembeli. Bakwan panas, tahu isi, tempe goreng, hingga pisang goreng menjadi menu favorit banyak orang untuk berbuka puasa.

Bagi sebagian orang, rasanya bahkan seperti ada yang kurang jika berbuka tanpa gorengan.

Fenomena ini sebenarnya dapat dijelaskan dari sisi budaya sekaligus dari cara tubuh merespons rasa lapar.

Setelah berpuasa selama belasan jam, kadar gula darah dalam tubuh cenderung menurun. Otak kemudian mengirimkan sinyal untuk mencari makanan yang dapat memberikan energi dengan cepat.

Makanan yang digoreng biasanya mengandung lemak dan karbohidrat, dua zat gizi yang dapat memberikan energi cukup besar dalam waktu relatif cepat.



Menurut ahli nutrisi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, makanan tinggi lemak sering kali terasa lebih memuaskan karena memicu pelepasan hormon yang berkaitan dengan rasa senang di otak.

Selain faktor energi, tekstur dan rasa juga berperan besar.

Gorengan memiliki kombinasi yang sangat menarik bagi lidah:

rasa gurih , tekstur renyah di luar,dan bagian dalam yang lembut.

Kombinasi ini membuat makanan terasa lebih "memuaskan", terutama ketika kita sedang sangat lapar.



Di Indonesia, gorengan juga sudah menjadi bagian dari kebiasaan sosial.

Sejak lama, makanan ini mudah ditemukan di berbagai tempat, harganya terjangkau, dan bisa disantap bersama keluarga atau teman.

Tradisi ini akhirnya menjadi semacam budaya kuliner Ramadan.

Banyak orang bahkan memiliki kenangan masa kecil tentang menunggu adzan maghrib sambil mencium aroma gorengan yang baru diangkat dari penggorengan.

Apakah Boleh Makan Gorengan Saat Berbuka?



Gorengan sebenarnya tidak sepenuhnya dilarang. Namun para ahli menyarankan agar tidak dikonsumsi berlebihan.

Menurut rekomendasi dari World Health Organization, konsumsi makanan tinggi lemak sebaiknya tetap dibatasi karena dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan jika terlalu sering dikonsumsi.

Cara yang lebih sehat adalah:

•makan gorengan dalam jumlah kecil

•memulai berbuka dengan air putih dan kurma



•menyeimbangkannya dengan makanan bergizi seperti buah dan sayur

Dengan cara ini, tradisi menikmati gorengan saat berbuka tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan.