Kenapa Tidur Setelah Sahur Tidak Disarankan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Liaa - Thursday, 05 March 2026 | 04:27 AM


Suasana sahur sering kali berlangsung dalam keadaan setengah mengantuk. Setelah makan dan minum, banyak orang memilih kembali ke tempat tidur agar bisa tidur beberapa saat sebelum memulai aktivitas pagi.
Sekilas kebiasaan ini terasa nyaman.
Namun dari sudut pandang kesehatan, tidur segera setelah makan—termasuk setelah sahur—sebenarnya tidak dianjurkan.
Pencernaan Membutuhkan Posisi Tubuh Tegak.
Setelah makan, tubuh langsung bekerja untuk mencerna makanan. Lambung akan memproduksi asam dan enzim untuk memecah makanan menjadi zat gizi yang dapat diserap tubuh.
Posisi tubuh yang terlalu cepat berbaring setelah makan dapat memperlambat proses pencernaan.
Hal ini terjadi karena gravitasi membantu makanan bergerak dari lambung menuju usus. Jika tubuh langsung berbaring, proses ini bisa menjadi kurang optimal.
Salah satu alasan utama mengapa tidur setelah sahur tidak disarankan adalah risiko refluks asam lambung.
Ketika tubuh berbaring, asam dari lambung lebih mudah naik kembali ke kerongkongan.
Kondisi ini bisa menimbulkan gejala seperti:
rasa panas di dada, perut terasa penuh, mual, dan
rasa tidak nyaman di tenggorokan
Seseorang sebaiknya memberi jeda sekitar 2–3 jam setelah makan sebelum berbaring untuk mengurangi risiko refluks asam lambung.
Sebagian orang justru merasa lebih lelah setelah tidur kembali usai sahur. Hal ini berkaitan dengan ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun.
Tidur dalam waktu yang sangat singkat setelah makan bisa membuat tubuh masuk ke fase tidur yang tidak stabil. Akibatnya, ketika bangun kita bisa merasa lebih lemas atau pusing.
Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Sahur?
Alih-alih langsung tidur, ada beberapa kebiasaan sederhana yang lebih sehat dilakukan setelah sahur:
•duduk santai selama 20–30 menit
•melakukan aktivitas ringan seperti membaca, berzikir atau mengaji
•berjalan ringan di dalam atau sekitar rumah
menunggu hingga waktu Subuh sebelum berbaring
Dengan memberi waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan, risiko gangguan pencernaan dapat berkurang.
Pada akhirnya, sahur bukan hanya soal makan sebelum puasa dimulai, tetapi juga tentang bagaimana tubuh diberi kesempatan untuk mencerna makanan dengan baik agar tetap bertenaga sepanjang hari.
Next News

Efek Tidur Setelah Sahur Bagi Otak: Penjelasan Lengkapnya
a month ago

Bagaimana Astronot Berpuasa di Luar Angkasa?
a month ago

Trend Gamis Lebaran 2026
a month ago

Apa Hukum dari I'tikaf? Berikut Penjelasan dan Keutamaannya
a month ago

5 Tren Ngabuburit Gen Z di Ramadan 2026, dari Ngonten hingga Healing Rohani
a month ago

Resep Martabak Telor Gurih ala Rumahan: Solusi War Takjil Tanpa Harus Antre Panjang
a month ago

Mengapa Ramadhan Menjadi Waktu Paling Tepat untuk Melatih Diri
a month ago

Sahkah Puasa Jika Tidur Terus Sepanjang Hari? Cek Faktanya
a month ago

Kenapa Orang Indonesia Suka Gorengan Saat Buka Puasa?
2 months ago

Masjid Al-Osmani Medan: Jejak Sejarah Islam & Kebudayaan Melayu yang Tegak Lebih dari 170 Tahun
2 months ago





