Selasa, 21 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Serba Serbi Ramadhan

Kenapa Tidur Setelah Sahur Tidak Disarankan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Liaa - Thursday, 05 March 2026 | 04:27 AM

Background
Kenapa Tidur Setelah Sahur Tidak Disarankan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Suasana sahur sering kali berlangsung dalam keadaan setengah mengantuk. Setelah makan dan minum, banyak orang memilih kembali ke tempat tidur agar bisa tidur beberapa saat sebelum memulai aktivitas pagi.

Sekilas kebiasaan ini terasa nyaman.

Namun dari sudut pandang kesehatan, tidur segera setelah makan—termasuk setelah sahur—sebenarnya tidak dianjurkan.


Pencernaan Membutuhkan Posisi Tubuh Tegak.



Setelah makan, tubuh langsung bekerja untuk mencerna makanan. Lambung akan memproduksi asam dan enzim untuk memecah makanan menjadi zat gizi yang dapat diserap tubuh.

Posisi tubuh yang terlalu cepat berbaring setelah makan dapat memperlambat proses pencernaan.

Hal ini terjadi karena gravitasi membantu makanan bergerak dari lambung menuju usus. Jika tubuh langsung berbaring, proses ini bisa menjadi kurang optimal.


Salah satu alasan utama mengapa tidur setelah sahur tidak disarankan adalah risiko refluks asam lambung.



Ketika tubuh berbaring, asam dari lambung lebih mudah naik kembali ke kerongkongan.

Kondisi ini bisa menimbulkan gejala seperti:

rasa panas di dada, perut terasa penuh, mual, dan

rasa tidak nyaman di tenggorokan

Seseorang sebaiknya memberi jeda sekitar 2–3 jam setelah makan sebelum berbaring untuk mengurangi risiko refluks asam lambung.




Sebagian orang justru merasa lebih lelah setelah tidur kembali usai sahur. Hal ini berkaitan dengan ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun.

Tidur dalam waktu yang sangat singkat setelah makan bisa membuat tubuh masuk ke fase tidur yang tidak stabil. Akibatnya, ketika bangun kita bisa merasa lebih lemas atau pusing.


Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Sahur?



Alih-alih langsung tidur, ada beberapa kebiasaan sederhana yang lebih sehat dilakukan setelah sahur:

•duduk santai selama 20–30 menit

•melakukan aktivitas ringan seperti membaca, berzikir atau mengaji

•berjalan ringan di dalam atau sekitar rumah

menunggu hingga waktu Subuh sebelum berbaring




Dengan memberi waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan, risiko gangguan pencernaan dapat berkurang.

Pada akhirnya, sahur bukan hanya soal makan sebelum puasa dimulai, tetapi juga tentang bagaimana tubuh diberi kesempatan untuk mencerna makanan dengan baik agar tetap bertenaga sepanjang hari.