Kenapa Habis Jongkok Lalu Berdiri Kepala Langsung Pusing? Ini Penjelasan Medisnya
RAU - Tuesday, 02 June 2026 | 02:52 PM


Pernah mendengar candaan bahwa seseorang "berdiri terlalu cepat sampai hampir ketemu pencipta"? Meski terdengar lucu, sensasi pusing, pandangan menggelap, hingga mata berkunang-kunang setelah berdiri dari posisi jongkok memang sering dialami banyak orang.
Fenomena ini sebenarnya memiliki penjelasan ilmiah yang cukup menarik. Dalam dunia medis, kondisi tersebut dikenal sebagai hipotensi ortostatik atau hipotensi postural, yaitu penurunan tekanan darah yang terjadi sesaat setelah seseorang berubah posisi dari duduk, berbaring, atau jongkok menjadi berdiri.
Saat seseorang berada dalam posisi jongkok selama beberapa waktu, darah cenderung berkumpul di area kaki dan bagian bawah tubuh akibat pengaruh gravitasi. Kondisi ini tidak menimbulkan masalah karena tubuh masih mampu menjaga suplai darah ke organ-organ penting, termasuk otak.
Masalah mulai terjadi ketika seseorang berdiri secara tiba-tiba. Saat itu, gravitasi menarik darah lebih banyak ke bagian bawah tubuh sehingga jumlah darah yang kembali ke jantung berkurang untuk sementara waktu. Akibatnya, tekanan darah menurun dan aliran darah yang membawa oksigen ke otak juga ikut berkurang.
Karena otak sangat sensitif terhadap pasokan oksigen, penurunan aliran darah ini dapat menimbulkan gejala seperti pusing, pandangan kabur, mata berkunang-kunang, sensasi melayang, bahkan dalam beberapa kasus bisa menyebabkan seseorang kehilangan keseimbangan atau pingsan.
Untungnya, tubuh manusia memiliki sistem pertahanan alami yang sangat canggih. Di dalam pembuluh darah terdapat sensor khusus yang disebut baroreseptor. Sensor ini bertugas mendeteksi perubahan tekanan darah dan segera mengirimkan sinyal ke jantung serta pembuluh darah.
Setelah menerima sinyal tersebut, jantung akan berdetak lebih cepat dan pembuluh darah akan sedikit menyempit agar tekanan darah kembali normal. Proses ini biasanya berlangsung hanya dalam beberapa detik sehingga gejala pusing segera menghilang.
Meski umumnya tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang dapat membuat hipotensi ortostatik lebih sering terjadi. Salah satunya adalah dehidrasi atau kekurangan cairan. Saat tubuh kekurangan cairan, volume darah berkurang sehingga tekanan darah lebih mudah turun ketika berdiri.
Selain itu, kurang tidur, kelelahan fisik, anemia, serta penggunaan beberapa jenis obat-obatan seperti obat tekanan darah tinggi juga dapat meningkatkan risiko munculnya gejala ini.
Jika pusing saat berdiri hanya terjadi sesekali, kondisi tersebut biasanya masih tergolong normal. Namun, apabila keluhan muncul hampir setiap hari, berlangsung lama, atau sampai menyebabkan pingsan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mengetahui penyebab pastinya.
Untuk mengurangi risiko berkunang-kunang saat berdiri, biasakan mengubah posisi tubuh secara perlahan. Setelah jongkok atau duduk lama, berdirilah secara bertahap agar tubuh memiliki waktu untuk menyesuaikan tekanan darah dan aliran darah ke otak.
Next News

Mengenal El Nino: Ciri-Ciri dan Dampaknya di Indonesia
9 hours ago

Yuk Kenalan dengan Kacang Polong, Si Kecil yang Kaya Protein
in 3 hours

Manfaat Kesehatan Kacang Pinto
9 hours ago

Makanan Fermentasi: Cuma Tren atau Memang Menyehatkan?
9 hours ago

Manfaat Buah Melon untuk Kesehatan Tubuh
9 hours ago

11 Zona Waktu Rusia vs 3 Indonesia: Mengapa Rusia Butuh Sebelas Waktu Berbeda?
in 2 hours

Koala dan Sidik Jari Manusia: Fakta Unik Hewan Berkantong yang Bikin Ilmuwan Takjub
in 2 hours

Kenapa di Arab Saudi Tidak Ada Sungai? Penjelasan Ilmiah Berbasis Data
in 2 hours

Burung Kolibri Bisa Terbang Mundur? Ini Rahasia Uniknya yang Tak Dimiliki Burung Lain
in an hour

Fakta Unik Bintang Laut: Hidup Tanpa Otak dan Darah, Tapi Bisa Menumbuhkan Anggota Tubuh Baru
in an hour





