Kamis, 23 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Kaki Bisa Terasa Kesemutan Setelah Duduk Terlalu Lama? Ini Penjelasannya

RAU - Thursday, 23 July 2026 | 04:25 PM

Background
Mengapa Kaki Bisa Terasa Kesemutan Setelah Duduk Terlalu Lama? Ini Penjelasannya

Pernahkah kaki terasa kesemutan setelah duduk dalam posisi yang sama selama beberapa waktu? Sensasinya bisa berupa rasa seperti ditusuk-tusuk jarum, kebas, geli, atau bahkan terasa seperti ada aliran listrik kecil pada bagian kaki.

Kondisi ini cukup umum dan biasanya tidak berbahaya. Kesemutan yang muncul setelah duduk terlalu lama umumnya berkaitan dengan tekanan sementara pada saraf dan pembuluh darah di bagian tubuh tertentu.

Ketika seseorang duduk dalam posisi yang sama dalam waktu lama, terutama dengan kaki terlipat atau menyilang, berat tubuh dapat memberikan tekanan pada saraf tertentu. Tekanan tersebut dapat mengganggu kemampuan saraf dalam mengirimkan sinyal secara normal sehingga muncul sensasi kesemutan atau mati rasa.

Pada saat yang sama, posisi tubuh tertentu juga dapat menekan pembuluh darah dan membuat aliran darah ke bagian kaki menjadi kurang lancar untuk sementara. Ketika posisi tubuh kemudian diubah dan tekanan berkurang, aliran darah kembali normal dan fungsi saraf secara bertahap pulih. Proses inilah yang sering menimbulkan sensasi kesemutan yang terasa semakin jelas sebelum akhirnya menghilang.

Biasanya, kesemutan akan berkurang setelah seseorang mengubah posisi duduk, berdiri, berjalan, atau menggerakkan kaki secara perlahan. Peregangan ringan juga dapat membantu mengembalikan kenyamanan pada kaki.



Namun, kesemutan tidak selalu disebabkan oleh duduk terlalu lama. Jika terjadi berulang kali tanpa alasan yang jelas, berlangsung lama, atau muncul pada bagian tubuh lain, kondisi tersebut bisa berkaitan dengan masalah kesehatan tertentu.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan kesemutan berulang antara lain gangguan saraf, diabetes, kekurangan vitamin tertentu, masalah pada tulang belakang, atau gangguan sirkulasi. Oleh karena itu, frekuensi dan gejala yang menyertai kesemutan perlu diperhatikan.

Jika kesemutan muncul bersama kelemahan pada kaki, kesulitan berjalan, mati rasa yang menetap, nyeri hebat, atau terjadi secara tiba-tiba pada salah satu sisi tubuh, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.

Untuk mengurangi kemungkinan kesemutan akibat terlalu lama duduk, usahakan mengubah posisi tubuh secara berkala. Jika pekerjaan mengharuskan duduk dalam waktu lama, luangkan waktu untuk berdiri, berjalan sebentar, atau melakukan peregangan ringan.

Jadi, kaki yang kesemutan setelah duduk terlalu lama biasanya merupakan respons sementara akibat tekanan pada saraf dan perubahan aliran darah. Meski umumnya tidak berbahaya, kesemutan yang sering terjadi atau disertai gejala lain sebaiknya tidak diabaikan.