Rabu, 3 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kenapa balon udara bisa terbang padahal tidak ada musim atau pun kipas cuman ada api dan gas?

Liaa - Wednesday, 03 June 2026 | 09:58 AM

Background
Kenapa balon udara bisa terbang padahal tidak ada musim atau pun kipas cuman ada api dan gas?

Sepintas memang aneh ya, bagaimana bisa benda sebesar itu terbang tanpa mesin bertenaga besar atau baling-baling seperti helikopter.

Kunci rahasianya bukan pada dorongan mekanis, melainkan pada perbedaan suhu dan hukum fisika dasar tentang massa jenis (densitas).


Begini cara kerja sederhananya:

1. Udara Panas itu "Lebih Ringan"



Balon udara memanfaatkan prinsip bahwa udara panas memiliki masa jenis yang lebih kecil (lebih ringan) daripada udara dingin.

Ketika simulator/pembakar gas (burner) di bawah balon dinyalakan, udara di dalam balon memanas.

Udara yang panas akan mengembang dan molekul-molekulnya saling menjauh, membuatnya menjadi lebih renggang dan ringan.

Karena udara di dalam balon lebih ringan daripada udara dingin di luar atmosfer balon, terjadilah gaya apung.

2. Hukum Archimedes yang Bekerja



Prinsip ini mirip dengan mengapa gabus atau kapal bisa mengapung di atas air.

Hukum Archimedes: Sebuah benda yang dicelupkan ke dalam fluida (cair atau gas) akan menerima gaya angkat ke atas yang besarnya sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut.

Karena balon udara memindahkan volume udara luar yang sangat besar, dan udara di dalam balon jauh lebih ringan, atmosfer bumi secara alami "mendorong" balon tersebut ke atas. Selama udara di dalam balon tetap panas, balon akan terus mengapung dan naik.

Lalu, Bagaimana Cara Mereka Berpindah Tempat?

Kamu mungkin bingung, kalau tidak ada mesin atau kipas, bagaimana balon udara bisa berjalan maju atau berbelok?



Mengikuti Arah Angin: Balon udara sebenarnya "hanyut" mengikuti ke mana pun angin bertiup.

Memanfaatkan Lapisan Angin yang Berbeda: Di atmosfer kita, arah dan kecepatan angin di setiap ketinggian (altitudo) berbeda-beda. Misalnya, di ketinggian 100 meter angin bertiup ke utara, tapi di ketinggian 300 meter angin bisa saja bertiup ke timur.

Navigasi Pilot: Pilot mengontrol balon hanya secara vertikal (naik-turun). Jika ingin naik, pilot menambah panas api. Jika ingin turun, pilot mematikan api atau membuka katup atas balon untuk membuang udara panas. Dengan naik atau turun, pilot mencari lapisan angin yang arahnya sesuai dengan tujuan mereka