Rabu, 3 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kenapa barang impor atau ekspor lebih sering dibawa oleh kapal daripada pesawat padahal pesawat kan lebih cepat?

RAU - Wednesday, 03 June 2026 | 09:51 AM

Background
Kenapa barang impor atau ekspor lebih sering dibawa oleh kapal daripada pesawat padahal pesawat kan lebih cepat?

Secara logika, kalau mau cepat sampai, pesawat memang rajanya. Tapi dalam dunia perdagangan internasional (ekspor-impor), biaya, volume, dan efisiensi jauh lebih menang daripada sekadar kecepatan.


Sekitar 80% hingga 90% perdagangan global dilakukan melalui jalur laut. Berikut adalah alasan utamanya:

1. Kapasitas Muatan yang Jauh Berbeda (Skala Ekonomi)

Kapal kargo modern (seperti kapal kontainer) punya kapasitas angkut yang luar biasa raksasa dibanding pesawat kargo terbesar sekalipun.



Kapal Kargo: Kapal kontainer terbesar di dunia bisa membawa hingga 24.000 kontainer (TEU) dalam sekali jalan. Itu setara dengan berat ratusan ribu ton barang.

Pesawat Kargo: Pesawat kargo terbesar seperti Boeing 747-8F hanya bisa membawa sekitar 130-140 ton barang saja (atau setara dengan beberapa kontainer).

Ibaratnya: Kapal laut itu seperti kereta barang raksasa, sedangkan pesawat itu seperti sepeda motor kurir ekspres.

2. Biaya Pengiriman (Ongkos Kirim) yang Jauh Lebih Murah

Karena kapal bisa membawa barang dalam jumlah masif sekali jalan, biaya per kilogram atau per unit barangnya menjadi sangat murah.



Mengirim barang lewat laut rata-rata 4 hingga 6 kali lebih murah daripada lewat udara.

Jika semua barang impor (seperti baju, HP, atau mobil) dibawa pakai pesawat, harga barang-barang tersebut di toko akan naik berkali-kali lipat karena ongkos kirimnya yang mahal dibebankan ke pembeli.

3. Batasan Jenis dan Ukuran Barang

Ada banyak barang yang secara fisik tidak muat masuk ke dalam lambung pesawat, atau terlalu berbahaya jika dibawa terbang.

Barang Berat & Besar: Komoditas seperti minyak bumi, batu bara, bijih besi, mobil, alat berat pabrik, dan baja murni wajib menggunakan kapal laut.



Barang Berbahaya (Dangerous Goods): Beberapa jenis bahan kimia, gas cair, atau baterai tertentu memiliki regulasi penerbangan yang sangat ketat karena risiko meledak atau terbakar di tekanan udara tinggi. Kapal laut punya ruang isolasi yang lebih aman untuk barang-barang ini.

4. Efisiensi Bahan Bakar dan Ramah Lingkungan

Secara proporsional, kapal laut jauh lebih hemat energi untuk setiap ton barang yang dipindahkannya.

Pesawat membutuhkan energi (bahan bakar avtur) yang sangat besar hanya untuk melawan gravitasi agar tetap bisa terbang.

Kapal laut memanfaatkan daya apung air, sehingga energi yang dibutuhkan untuk mendorong kapal maju jauh lebih efisien. Mengirim barang lewat laut menghasilkan jejak karbon (emisi CO_2) yang jauh lebih kecil per kilometer per ton dibanding pesawat.