Siapa sih pertama kali yang nyiptain kata-kata gaul seperti "Egp, Masbulloh dan bahasa gaul lainnya?
RAU - Wednesday, 03 June 2026 | 09:46 AM


Wah, ngomongin sejarah bahasa gaul Indonesia ini seru banget! Ternyata, kata-kata yang sering kita dengar atau pakai itu nggak muncul dari satu orang aja, melainkan hasil evolusi tren dari berbagai era dan komunitas.
Mari kita bedah "pencipta" dan asal-usul dari
1. Masbulloh ("Masalah Buat Luth?!")
Kata ini booming banget di era 2010-an. Pencetus utamanya adalah komedian Wendy Cagur saat mengisi acara komedi Yuk Keep Smile (YKS) di Trans TV.
Wendy sering mengucapkan kalimat "Masalah buat luth?!" dengan nada dan ekspresi wajah yang khas menantang.
Singkatan Masbulloh sendiri makin populer di masyarakat dan media sosial karena dinilai sangat praktis untuk membalas omongan orang yang suka ikut campur.
2. EGP ("Emang Gue Pikirin")
Kalau ini adalah warisan legendaris dari era 1980-an sampai 1990-an.
Siapa yang bikin? Sulit menunjuk satu nama individu, karena istilah ini lahir dari tongkrongan anak muda Jakarta (bahasa prokem) pada masa itu.
Kenapa bisa viral? Kata ini makin meroket dan mendunia setelah sering dipakai di media massa, majalah remaja seperti Hai, sinetron remaja, dan lagu-lagu populer (salah satunya dipopulerkan kembali oleh penyanyi Maia Estianty lewat duo Maia di tahun 2008).
Siapa Sih "Bapak" Bahasa Gaul Indonesia?
Kalau kita bicara soal pencetus bahasa gaul secara keseluruhan di Indonesia, kita harus sebut dua nama besar ini:
Debby Sahertian (Era 1990-an - 2000-an):
Beliau adalah ratunya bahasa gaul salon/banci. Debby bahkan menerbitkan "Kamus Bahasa Gaul" pada tahun 1999. Kata-kata seperti Akika (aku), Cucok (bagus), Sutra (sudah), dan Sewong (marah) adalah kontribusi besar beliau yang membukukan bahasa tersebut hingga dipakai masyarakat luas sampai sekarang.
Ali Topan / Teguh Esha (Era 1970-an):
Jauh sebelum itu, penulis Teguh Esha lewat novelnya Ali Topan Anak Jalanan memperkenalkan bahasa prokem (bahasa sandi preman/anak jalanan Jakarta). Dari sinilah lahir kata-kata seperti Bokap (ayah), Nyokap (ibu), dan Pembokat (pembantu) yang polanya menyelipkan kata "-ok-" di tengah.
Next News

Keutamaan Membaca Surah Al-Mulk Sebelum Tidur
4 hours ago

Mengapa Bulan Terlihat Lebih Besar pada Waktu Tertentu?
4 hours ago

Mengapa Kucing Sering Tidur hingga 16 Jam Sehari?
4 hours ago

Fakta Menarik tentang Air Zamzam yang Dikenal Umat Islam
4 hours ago

Hikmah Puasa Sunnah Senin dan Kamis
4 hours ago

Keutamaan Berbakti kepada Orang Tua Menurut Islam
4 hours ago

Mengapa Sedekah Sangat Dianjurkan dalam Islam?
4 hours ago

Mengenali Keutamaan Membaca Surah Al-Kahfi pada Hari Jumat
4 hours ago

Mengapa Cermin Bisa Memantulkan Bayangan? Ini Penjelasannya
4 hours ago

Cara Kerja Termos dalam Menjaga Suhu Air Tetap Panas
4 hours ago





