Sebenarnya kata galau itu berasal dari mana sih dan siapa sih yang buat itu?
RAU - Wednesday, 03 June 2026 | 09:44 AM


Kata "galau" sebenarnya bukan kata modern atau bahasa gaul ciptaan anak zaman sekarang, lho. Kata ini adalah kosakata asli bahasa Indonesia yang sudah ada sejak lama dan tercatat resmi di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Jadi, tidak ada satu sosok "pencipta" atau penemu spesifik di balik kata ini, melainkan hasil evolusi makna dalam bahasa Melayu/Indonesia.
Berikut adalah sejarah dan perjalanan kata "galau" sampai bisa bergeser makna seperti sekarang:
1. Arti Asli di KBBI (Makna Klasik)
Jauh sebelum diidentikkan dengan urusan percintaan atau patah hati, kata galau (atau bergalau) memiliki arti:
Sibuk ramai sekali
Kacau tidak karuan (tentang pikiran)
Contoh klasik: "Pikiran saya galau."
Arti awalnya adalah pikiran yang sedang sangat riuh, kacau, bising, atau simpang siur karena banyak hal yang dipikirkan dalam satu waktu (seperti suasana pasar yang ramai dan berisik).
2. Siapa yang Membuatnya Viral?
Meskipun kata ini sudah lama ada, kata "galau" sempat menjadi kata yang "mati suri" atau jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Nah, kata ini mulai bangkit dan mengalami pergeseran makna (peyorasi/penyempitan makna) sekitar tahun 2010–2011.
Ada beberapa faktor dan pihak yang membuat kata ini viral:
Media Sosial (Twitter/X dan Facebook): Anak muda di era 2010-an mulai menggunakan kata "galau" untuk menggambarkan perasaan gundah gulana, dilema, sedih, atau patah hati akibat urusan asmara. Riuhing pikiran yang tadinya umum, dipersempit menjadi riuh karena cinta.
Musisi dan Pop Culture: Band dan penyanyi Indonesia mulai sering menggunakan kata ini dalam lagu atau judul album mereka. Salah satu yang paling ikonik adalah Titi DJ yang merilis lagu berjudul "Galau" pada tahun 2012, serta maraknya lagu-lagu bergenre pop melayu yang sering disebut "lagu galau".
Kesimpulan
Kata "galau" dibuat oleh para leluhur kita dalam bahasa Melayu/Indonesia untuk menggambarkan pikiran yang kacau dan ramai. Namun, anak muda generasi 2010-an di media sosial-lah yang berjasa "mendaur ulang" kata ini menjadi istilah gaul untuk menggambarkan perasaan patah hati atau dilema remaja yang kita kenal sekarang.
Next News

Kerang Hidup di Mana? Mengenal Habitat dan Tempat Berkembang Biaknya
in 6 hours

Apa Manfaat Akupuntur di Wajah? Ini Potensi Khasiatnya untuk Kecantikan dan Kesehatan Kulit
in 5 hours

Makan Pedas Saat Hamil, Apakah Aman? Ini Fakta yang Perlu Diketahui Ibu Hamil
in 5 hours

Benarkah Semakin Matang Buah Semakin Manis? Apakah Kandungan Gulanya Juga Bertambah?
in 5 hours

Apa Penyebab Badan Bau Asem? Kenali Faktor yang Membuat Tubuh Mengeluarkan Bau Tidak Sedap
in 5 hours

4 Hal yang Harus Disiapkan Menghadapi Persalinan Normal, Agar Ibu Lebih Siap Melahirkan
in 5 hours

Bepergian Naik Pesawat? Ini Tips Agar Anak Tetap Tenang Selama Penerbangan
in 5 hours

Mengapa Down Syndrome Bisa Terjadi pada Bayi Baru Lahir? Kenali Penyebab dan Faktor Risikonya
in 4 hours

Mengapa Ayam yang Dijual di Pasar Memiliki Banyak Lemak? Ini Penjelasan Penyebabnya
in 4 hours

Kencur Hitam dan Daun Pegagan Berpotensi Membantu Mengurangi Peradangan, Benarkah Baik untuk Saraf Mata?
in 3 hours





