Mengapa Ayam yang Dijual di Pasar Memiliki Banyak Lemak? Ini Penjelasan Penyebabnya
Tata - Saturday, 01 August 2026 | 09:48 AM


Daging ayam menjadi salah satu sumber protein hewani yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Namun, tidak sedikit konsumen yang memperhatikan adanya lapisan lemak cukup tebal pada ayam yang dijual di pasar tradisional maupun supermarket. Kondisi ini sering memunculkan pertanyaan mengenai penyebabnya dan apakah aman untuk dikonsumsi.
Pada dasarnya, keberadaan lemak pada ayam merupakan hal yang normal. Jumlah lemak yang dimiliki setiap ayam dapat berbeda-beda tergantung jenis ayam, cara pemeliharaan, pakan, hingga usia saat dipanen.
1. Sebagian Besar Ayam yang Dijual Merupakan Ayam Broiler
Mayoritas ayam yang dijual di pasar merupakan ayam broiler atau ayam pedaging. Jenis ayam ini dikembangkan untuk menghasilkan pertumbuhan yang cepat sehingga mampu mencapai bobot ideal hanya dalam waktu sekitar lima hingga tujuh minggu.
Karena pertumbuhannya berlangsung sangat cepat, sebagian energi dari pakan akan disimpan dalam bentuk lemak, terutama di bawah kulit, sekitar paha, dada, dan rongga perut.
2. Pakan Mengandung Energi Tinggi
Peternak memberikan pakan yang kaya protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral untuk mendukung pertumbuhan ayam. Selain membantu pembentukan otot, pakan juga mengandung energi yang apabila tidak seluruhnya digunakan akan disimpan sebagai cadangan lemak.
Semakin tinggi asupan energi dibandingkan kebutuhan tubuh ayam, semakin besar pula peluang terbentuknya jaringan lemak.
3. Aktivitas Ayam Lebih Terbatas
Ayam broiler umumnya dipelihara dalam kandang dengan ruang gerak yang lebih terbatas dibanding ayam kampung. Kondisi tersebut membuat energi yang dikeluarkan untuk bergerak lebih sedikit sehingga sebagian energi dari pakan tersimpan sebagai lemak.
Sebaliknya, ayam kampung cenderung lebih aktif mencari makan dan bergerak sehingga memiliki tubuh yang lebih ramping dengan lapisan lemak yang lebih tipis.
4. Usia Panen Memengaruhi Kandungan Lemak
Semakin lama ayam dipelihara, semakin besar kemungkinan terbentuknya jaringan lemak pada tubuhnya. Oleh karena itu, ayam yang dipanen pada usia lebih tua umumnya memiliki kandungan lemak lebih banyak dibanding ayam yang dipanen lebih muda.
5. Lemak Banyak Tersimpan di Bawah Kulit
Sebagian besar lemak ayam berada di bawah kulit, sekitar ekor, paha, dan rongga perut. Itulah sebabnya ayam yang masih dijual lengkap dengan kulit biasanya tampak lebih berlemak dibandingkan ayam yang kulitnya sudah dibuang.
Apakah Lemak Ayam Aman Dikonsumsi?
Lemak ayam masih dapat dikonsumsi dalam jumlah wajar sebagai bagian dari pola makan seimbang. Namun, konsumsi lemak jenuh yang berlebihan tetap perlu dibatasi, terutama bagi orang yang memiliki kolesterol tinggi atau penyakit jantung.
Jika ingin mengurangi asupan lemak, konsumen dapat memilih bagian dada tanpa kulit, membuang lapisan lemak yang terlihat, serta mengolah ayam dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang dibandingkan digoreng.
Benarkah Ayam Berlemak Karena Disuntik?
Masih banyak anggapan bahwa ayam yang memiliki banyak lemak disebabkan oleh suntikan tertentu. Hingga kini, tidak ada bukti bahwa lapisan lemak pada ayam yang dipasarkan secara umum disebabkan oleh penyuntikan lemak. Kandungan lemak lebih banyak dipengaruhi oleh faktor genetik, sistem budidaya, komposisi pakan, aktivitas ayam, dan usia panen.
Oleh karena itu, keberadaan lemak pada ayam tidak selalu menjadi tanda bahwa ayam tersebut tidak layak dikonsumsi. Yang terpenting adalah memastikan ayam berasal dari sumber yang higienis, disimpan dengan baik, dan dimasak hingga matang sebelum dikonsumsi.
Next News

7 Cara Mengajarkan Anak Mengelola Emosi Sejak Dini
in 4 hours

Kentut Bau dan Terlalu Sering? Bisa Berkaitan dengan 5 Masalah Pencernaan
in 4 hours

7 Cara Memanfaatkan Minyak Kelapa untuk Bersih-Bersih di Rumah
in 4 hours

5 Kebiasaan Sejak Kecil yang Bisa Membantu Anak Tidak Gampang Sakit
in 4 hours

Kenapa Hotel Jarang Menyediakan Guling? Ini Beberapa Alasannya
in 3 hours

Resep Sari Kacang Hijau Rumahan, Mudah Dibuat dan Bisa Atur Tingkat Manisnya
in 3 hours

Digigit Anjing? Ini Pertolongan Pertama yang Perlu Segera Dilakukan
in 3 hours

7 Kebiasaan Orang dengan Growth Mindset, Tantangan Justru Jadi Peluang
in 3 hours

7 Tanda Kamu Punya Insting Kuat, Bukan Sekadar Feeling
in 3 hours

8 Manfaat Melatih Kecerdasan Emosional Anak, Bukan Cuma soal Nilai Sekolah
in 3 hours





