Kenapa mobil bisa memiliki banyak jenis bensin?
RAU - Wednesday, 03 June 2026 | 10:02 AM


Wajar kalau kamu bingung, karena di permukaan, mesin mobil dan mesin motor kelihatannya sama saja: sama-sama pakai roda, punya knalpot, dan butuh bahan bakar untuk jalan.
Tapi kalau kita "bedah" ke dalam kap mesinnya, ada perbedaan mendasar yang membuat motor tidak bisa minum solar (diesel). Berikut adalah alasan utamanya:
1. Jenis Mesinnya Berbeda Total (Bensin vs. Diesel)
Ini adalah perbedaan paling krusial. Mobil memiliki dua kubu jenis mesin, sedangkan motor (hampir semuanya) hanya menggunakan satu jenis mesin.
Mesin Bensin (Pertalite, Pertamax): Mesin ini membutuhkan busi untuk memercikkan api agar bahan bakar bisa terbakar. Pertalite dan Pertamax dirancang agar mudah menguap dan terbakar oleh percikan api ini. Motor dan mayoritas mobil pribadi menggunakan mesin jenis ini.
Mesin Diesel (Solar): Mesin ini tidak punya busi. Cara kerjanya adalah dengan memampatkan (kompresi) udara di dalam mesin sampai suhunya sangat panas, lalu solar disemprotkan dan terbakar dengan sendirinya karena suhu panas tersebut.
Intinya: Solar membutuhkan tekanan yang sangat tinggi untuk bisa terbakar, sedangkan mesin motor tidak dirancang untuk menghasilkan tekanan setinggi itu. Kalau motor dipaksa diisi solar, mesinnya tidak akan bisa menyala sama sekali.
2. Ukuran dan Bobot Mesin
Mesin diesel (yang menggunakan solar) harus dibuat sangat tebal, kuat, dan berat karena harus menahan tekanan kompresi yang sangat tinggi tadi.
Mobil punya ruang yang besar dan sasis yang kuat untuk menggendong mesin diesel yang berat ini (seperti pada bus, truk, atau SUV besar macam Pajero/Fortuner).
Motor didesain untuk menjadi kendaraan yang ringan, lincah, dan ringkas. Kalau motor dipasang mesin diesel, motornya akan menjadi sangat berat, bergetar hebat, dan tidak nyaman dikendarai.
3. Karakter Tenaga yang Dihasilkan
Bahan bakar yang berbeda menghasilkan karakter performa yang berbeda pula:
Solar (Diesel): Menghasilkan torsi (tenaga putaran) yang sangat besar di putaran bawah. Cocok untuk membawa muatan super berat atau menanjak, tapi tidak bisa ngebut (RPM rendah).
Bensin (Pertalite/Pertamax): Lebih lincah, bisa mencapai RPM tinggi, dan menghasilkan akselerasi yang cepat. Karakter ini sangat cocok dengan motor yang butuh kelincahan dan kecepatan.
Next News

Mengapa Eksfoliasi Tidak Boleh Berlebihan? Ini Dampaknya bagi Kesehatan Kulit
in 6 hours

Cara Mengurangi Risiko Asam Urat, Mulai dari Pola Makan hingga Gaya Hidup Sehat
in 6 hours

Mengapa Botol Minum Tumbler Semakin Populer? Ini Alasan Banyak Orang Beralih
in 6 hours

Tren Piknik Sederhana di Ruang Terbuka, Cara Seru Melepas Penat Tanpa Biaya Mahal
in 6 hours

Fakta Menarik Mengapa Kita Bersin, Ternyata Ini Cara Alami Tubuh Melindungi Diri
in 6 hours

Mitos atau Fakta: Air Lemon Bisa Memutihkan Kulit? Ini Penjelasan Medisnya
in 6 hours

Mitos atau Fakta: Madu Tidak Pernah Kedaluwarsa? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 6 hours

Mengapa Tertawa Disebut Obat Alami? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 6 hours

Mengapa Jalan Santai Baik untuk Kesehatan Mental? Ini Manfaat yang Perlu Diketahui
in 6 hours

Mengapa Banyak Orang Menyukai Cuaca Hujan? Ini Penjelasan Psikologis dan Ilmiahnya
in 6 hours





