Rabu, 5 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Kelangkaan BBM di Nias Selatan Berlanjut, Warga Rela Antre Berjam-jam di SPBU

RAU - Wednesday, 05 August 2026 | 10:02 AM

Background
Kelangkaan BBM di Nias Selatan Berlanjut, Warga Rela Antre Berjam-jam di SPBU

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Nias Selatan masih terus terjadi dan berdampak pada antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Telukdalam, Rabu (5/8/2026).

Masyarakat mengaku kesulitan memperoleh BBM, terutama jenis Pertalite dan solar. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung selama lebih dari satu bulan dan belum menunjukkan tanda-tanda membaik.

Akibat keterbatasan pasokan, pengendara sepeda motor maupun mobil harus mengantre selama berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar. Namun, tidak sedikit yang pulang tanpa memperoleh BBM karena stok telah habis.

Salah seorang warga, Bernard, mengatakan antrean panjang sudah menjadi pemandangan sehari-hari dalam beberapa pekan terakhir.

Ia mengaku tidak memiliki pilihan lain selain menunggu giliran di SPBU, meskipun harus menghabiskan waktu berjam-jam dan belum tentu mendapatkan BBM.



Selain di SPBU, BBM jenis Pertalite juga dijual secara eceran di beberapa titik. Namun, menurut Bernard, harga jualnya mencapai sekitar Rp30 ribu per botol sehingga dinilai cukup memberatkan masyarakat.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan BBM agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Ucok. Menurutnya, antrean panjang cukup melelahkan dan menyulitkan, terutama bagi warga yang membutuhkan kendaraan untuk beraktivitas setiap pagi, termasuk mengantar anak ke sekolah.

Ucok juga menyoroti dugaan praktik penyalahgunaan pembelian BBM oleh oknum tertentu. Ia menyebut ada pihak yang membeli BBM dengan mengantre di SPBU, kemudian menyedot kembali bahan bakar dari tangki kendaraan untuk dijual atau kembali mengantre demi memperoleh keuntungan.Menurutnya, praktik seperti itu semakin memperparah kelangkaan BBM yang sedang dialami masyarakat.

Warga berharap instansi terkait dapat mengambil tindakan tegas terhadap dugaan penyalahgunaan tersebut agar distribusi BBM dapat lebih tepat sasaran.



Sementara itu, hingga berita ini disusun, pihak Depot Pertamina Gunungsitoli belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kelangkaan BBM maupun langkah yang akan ditempuh untuk mengatasi antrean di sejumlah SPBU di wilayah Telukdalam.