Jangan Asal Balas Dendam! Ini Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Berbuka Puasa
Nanda - Saturday, 07 February 2026 | 04:11 AM


Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki pola makan. Namun, kebiasaan berbuka dengan makanan tertentu justru bisa menyebabkan perut kembung, asam lambung naik, hingga rasa lemas setelah makan.
Para ahli gizi dan lembaga kesehatan menyarankan agar berbuka puasa dilakukan secara bertahap dan seimbang, bukan langsung dengan makanan berat atau ekstrem.
Berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari saat berbuka puasa, beserta alasannya.
1. Gorengan Berlebihan
Gorengan seperti bakwan, tahu goreng, dan pisang goreng memang menggoda. Namun makanan tinggi lemak ini sulit dicerna saat perut masih kosong.
Dampaknya:
- Memicu asam lambung
- Menyebabkan perut begah dan mual
- Membuat cepat mengantuk
Kementerian Kesehatan RI menyarankan membatasi konsumsi gorengan karena kandungan lemak jenuhnya dapat mengganggu pencernaan, terutama setelah puasa panjang.
2. Makanan Terlalu Pedas
Sambal pedas atau makanan berbumbu tajam sebaiknya tidak dijadikan menu pertama saat berbuka.
Risiko yang bisa muncul:
- Iritasi lambung
- Diare
- Nyeri perut
Menurut pakar kesehatan, lambung yang kosong selama berjam-jam menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan pedas.
3. Minuman Manis Berlebihan
Es sirup, minuman kemasan, dan minuman dengan gula tinggi sering jadi pilihan utama saat berbuka.
Fakta penting:
- Lonjakan gula darah secara tiba-tiba
- Cepat lapar kembali
- Risiko kelelahan setelah makan
Organisasi kesehatan dunia (WHO) menganjurkan pembatasan konsumsi gula harian karena berhubungan dengan risiko obesitas dan diabetes.
4. Makanan Instan dan Tinggi Garam
Mi instan dan makanan olahan tinggi natrium kurang ideal untuk berbuka.
Efeknya antara lain:
- Dehidrasi
- Tekanan darah meningkat
- Rasa haus berlebihan setelah makan
Makanan tinggi garam juga bisa memperberat kerja ginjal, terutama saat tubuh sedang menyesuaikan diri setelah berpuasa.
5. Minuman Berkafein
Kopi dan teh pekat sebaiknya tidak dikonsumsi saat awal berbuka.
Alasannya:
- Bersifat diuretik (memicu buang air kecil)
- Bisa menyebabkan dehidrasi
- Memicu asam lambung
Kafein lebih aman dikonsumsi setelah makan utama atau pada malam hari dalam jumlah terbatas.
Next News

Mengapa Orang Bisa Mengigau Saat Tidur?
13 hours ago

Benarkah Gula Aren Lebih Sehat dari Gula Putih?
13 hours ago

Bahasa Yang Paling Sulit Dipelajari di Dunia
13 hours ago

10 Kota Paling Misterius di Dunia
13 hours ago

Manfaat Kayu Manis untuk Kesehatan: Rempah Aromatik yang Kaya Khasiat
14 hours ago

Teknologi yang Dulu Dianggap Mustahil Dan Kini Menjadi Nyata
14 hours ago

Hidung Mancung Impian atau Mimpi Buruk? Sisi Lain Operasi Plastik Hidung yang Jarang Dibahas
4 hours ago

Cendrawasih: Pesona 'Burung Surga' dari Papua yang Keindahannya Nyaris Tak Masuk Akal
4 hours ago

Anjing vs Kucing: Kenapa yang Satu Setia Banget, yang Satu Lagi Terlihat Semaunya? Ini Penjelasan Ilmiahnya!
4 hours ago

Mengenal Sisi Unik Pohon Pinus: Dari Strategi Bertahan Hidup hingga Manfaat bagi Manusia
4 hours ago





