Jumat, 9 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Gigitan Hewan Tidak Boleh Dianggap Sepele, Ada Risiko Penyakit yang Perlu Diwaspadai

Liaa - Friday, 09 October 2026 | 12:40 PM

Background
Gigitan Hewan Tidak Boleh Dianggap Sepele, Ada Risiko Penyakit yang Perlu Diwaspadai

Gigitan hewan dapat terjadi dalam berbagai situasi, mulai dari bermain dengan hewan peliharaan hingga bertemu hewan liar di lingkungan sekitar. Sebagian orang mungkin menganggap luka gigitan sebagai cedera ringan, terutama jika hanya meninggalkan bekas kecil pada kulit.

Padahal, gigitan hewan bisa menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius. Luka dapat mengalami infeksi akibat bakteri dari mulut hewan, merusak jaringan di bawah kulit, atau menjadi jalur penularan penyakit tertentu, termasuk rabies.

Risiko yang muncul bergantung pada jenis hewan, lokasi gigitan, kedalaman luka, serta kondisi kesehatan orang yang tergigit. Karena itu, setiap gigitan perlu diperhatikan dan ditangani dengan benar.

Gigitan Hewan Dapat Menyebabkan Infeksi

Mulut hewan dapat mengandung berbagai jenis bakteri. Ketika gigi menembus kulit, bakteri tersebut bisa masuk ke jaringan dan menyebabkan infeksi. Risiko ini tetap ada meskipun hewan terlihat sehat atau dipelihara dengan baik.

Gejala infeksi dapat berupa kemerahan yang semakin meluas, pembengkakan, rasa nyeri yang bertambah, keluarnya nanah, atau demam. Gigitan yang berbentuk tusukan dalam juga dapat menyebabkan infeksi meskipun lubang pada kulit tampak kecil.



Gigitan kucing perlu mendapat perhatian khusus karena giginya yang tajam dapat menimbulkan luka tusuk yang dalam. Sementara itu, gigitan anjing dapat menyebabkan robekan jaringan, memar, bahkan cedera pada otot dan tulang jika tekanannya kuat.

Apabila luka berada di tangan, wajah, dekat sendi, atau bagian tubuh yang memiliki banyak saraf dan pembuluh darah, pemeriksaan medis menjadi semakin penting.

Risiko Rabies Perlu Diwaspadai

Salah satu penyakit serius yang dapat berkaitan dengan gigitan mamalia terinfeksi adalah rabies. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf dan umumnya ditularkan melalui air liur hewan terinfeksi, misalnya ketika hewan menggigit atau mencakar hingga melukai kulit.

Anjing merupakan sumber utama penularan rabies kepada manusia di banyak wilayah, tetapi kucing, monyet, kelelawar, dan mamalia lainnya juga dapat menjadi sumber paparan dalam kondisi tertentu.

Rabies sangat berbahaya karena setelah gejala klinis muncul, penyakit ini hampir selalu berakibat fatal. Namun, penyakit tersebut dapat dicegah jika orang yang terpapar segera mendapatkan penanganan yang sesuai sebelum gejala berkembang.



Karena itu, jangan menunggu munculnya gejala atau hanya mengandalkan penampilan hewan untuk menentukan apakah gigitan berbahaya. Hewan yang tampak sehat belum tentu dapat langsung dinyatakan bebas dari risiko rabies.

Pertolongan Pertama Setelah Digigit Hewan

Penanganan awal yang tepat dapat membantu mengurangi risiko infeksi. Jika mengalami gigitan hewan yang menembus kulit, lakukan langkah-langkah berikut.

1. Cuci luka dengan air mengalir dan sabun.

Segera cuci dan bilas luka selama sekitar 15 menit. Langkah ini penting untuk membantu menghilangkan kotoran dan mengurangi jumlah virus rabies pada area luka jika terdapat paparan.

2. Hentikan perdarahan.



Jika luka berdarah, tekan menggunakan kain bersih atau kasa dengan tekanan lembut dan stabil. Jika perdarahan deras atau tidak berhenti, segera cari pertolongan medis darurat.

3. Jangan menutup luka secara sembarangan.

Hindari mengoleskan bahan yang dapat mengiritasi luka, seperti bahan kimia keras atau ramuan yang tidak jelas keamanannya. Luka gigitan yang dalam juga tidak boleh ditangani sendiri dengan menjahit atau menutupnya rapat tanpa pemeriksaan medis.

4. Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Mintalah penilaian tenaga kesehatan, terutama jika kulit terluka, hewan tidak diketahui status vaksinasinya, hewan liar terlibat, atau gigitan terjadi di daerah yang memiliki risiko rabies. Tenaga kesehatan akan menentukan apakah diperlukan vaksin antirabies, serum atau imunoglobulin rabies, antibiotik, maupun vaksin tetanus.



Jangan menunda pemeriksaan hanya karena luka terlihat kecil atau tidak terasa terlalu sakit.

Kapan Gigitan Hewan Membutuhkan Penanganan Segera?

Semua gigitan yang menembus kulit sebaiknya dinilai oleh tenaga kesehatan, khususnya jika terdapat kemungkinan paparan rabies. Penanganan darurat diperlukan apabila luka sangat dalam, perdarahan sulit dihentikan, terdapat mati rasa, sulit menggerakkan anggota tubuh, atau muncul tanda infeksi yang memburuk.

Gigitan pada wajah, kepala, leher, tangan, dan area dekat sendi juga perlu mendapat perhatian khusus. Selain itu, anak-anak dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu mungkin membutuhkan penilaian yang lebih cermat.

Jika hewan yang menggigit dapat diidentifikasi, sampaikan informasi tersebut kepada petugas kesehatan. Informasi mengenai jenis hewan, lokasi kejadian, waktu gigitan, serta status vaksinasi hewan jika diketahui dapat membantu menentukan langkah selanjutnya.

Jangan mencoba menangkap atau membunuh hewan yang dicurigai rabies dengan cara yang membahayakan diri sendiri. Hubungi petugas kesehatan hewan atau instansi setempat yang berwenang untuk mendapatkan arahan.



Apakah Gigitan Hewan Peliharaan Selalu Aman?

Hewan peliharaan yang sudah divaksinasi memiliki perlindungan lebih baik terhadap penyakit tertentu, termasuk rabies jika vaksinasinya sesuai. Namun, status sebagai hewan peliharaan tidak otomatis membuat setiap gigitan aman.

Gigitan tetap dapat menyebabkan infeksi bakteri dan cedera jaringan. Status vaksinasi hewan juga perlu dipastikan, bukan hanya berdasarkan perkiraan pemilik.

Untuk mencegah kejadian serupa, lakukan vaksinasi hewan sesuai jadwal, hindari mengganggu hewan saat makan atau ketika sedang merawat anaknya, serta ajarkan anak untuk berinteraksi dengan hewan secara aman. Jangan mendekati hewan liar atau hewan yang menunjukkan perilaku tidak biasa.

Kesimpulan

Gigitan hewan tidak boleh dianggap sepele karena dapat menyebabkan luka serius, infeksi, dan risiko penularan penyakit seperti rabies. Penampilan luka yang kecil maupun kondisi hewan yang tampak sehat tidak cukup untuk memastikan bahwa paparan aman.

Jika digigit hingga kulit terluka, segera cuci luka dengan air mengalir dan sabun selama sekitar 15 menit, kemudian cari penilaian medis secepatnya. Penanganan yang tepat, termasuk pemberian vaksin atau obat pencegahan bila diperlukan, sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi dan melindungi kesehatan.



Tags