Jumat, 9 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Telinga Berdenging Tiba-Tiba, Kapan Kondisi Ini Perlu Diperhatikan?

icaa - Friday, 09 October 2026 | 01:40 PM

Background
Telinga Berdenging Tiba-Tiba, Kapan Kondisi Ini Perlu Diperhatikan?

Telinga berdenging tiba-tiba merupakan keluhan yang pernah dialami sebagian orang. Suara yang terdengar bisa berupa dengingan, siulan, desisan, atau bunyi seperti berdengung, meskipun tidak ada sumber suara dari lingkungan sekitar.

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai tinnitus. Dengingan dapat berlangsung selama beberapa detik, muncul berulang kali, atau menetap dalam waktu yang lebih lama. Pada sebagian orang, keluhan ini tidak mengganggu aktivitas, tetapi bagi orang lain dapat memengaruhi konsentrasi, tidur, dan kenyamanan sehari-hari.

Telinga berdenging tidak selalu menandakan penyakit serius. Namun, penyebabnya cukup beragam sehingga penting untuk memperhatikan berapa lama keluhan berlangsung dan apakah ada gejala lain yang menyertainya.

Mengapa Telinga Bisa Berdenging Tiba-Tiba?

Salah satu penyebab telinga berdenging adalah paparan suara keras. Mendengarkan musik dengan volume tinggi menggunakan earphone, berada di dekat pengeras suara, atau bekerja di lingkungan bising dapat memengaruhi sistem pendengaran. Dengingan terkadang muncul setelah seseorang meninggalkan tempat yang sangat ramai.

Selain itu, penumpukan kotoran telinga dapat menyumbat saluran telinga dan menimbulkan sensasi berdenging, rasa penuh, atau pendengaran yang terasa berkurang. Infeksi telinga dan kondisi yang memengaruhi pendengaran juga dapat menjadi pemicu.



Pada beberapa kasus, tinnitus berkaitan dengan perubahan fungsi sel-sel pendengaran di telinga bagian dalam. Dengingan juga bisa berhubungan dengan efek samping obat tertentu, sehingga penggunaan obat perlu dievaluasi oleh tenaga kesehatan jika keluhan muncul setelah pengobatan.

Stres dan kurang tidur dapat membuat seseorang lebih menyadari suara dengingan atau merasa keluhannya semakin mengganggu. Namun, keduanya tidak selalu menjadi penyebab utama tinnitus.

Apakah Telinga Berdenging Selalu Berbahaya?

Telinga berdenging sesaat yang kemudian menghilang tanpa gejala lain sering kali tidak menunjukkan kondisi darurat. Meski demikian, dengingan yang berulang, menetap, atau semakin mengganggu sebaiknya diperiksakan.

Perhatian khusus diperlukan jika telinga berdenging disertai penurunan pendengaran, nyeri telinga, keluar cairan, atau rasa pusing berputar. Gejala tersebut dapat menunjukkan adanya masalah pada telinga yang membutuhkan penanganan.

Tinnitus juga dapat muncul hanya pada satu telinga. Jika dengingan terus-menerus terjadi pada satu sisi, pemeriksaan medis penting dilakukan untuk mencari penyebabnya.



Waspadai Telinga Berdenging yang Disertai Penurunan Pendengaran Mendadak

Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah tinnitus yang muncul bersamaan dengan penurunan pendengaran secara mendadak, terutama pada satu telinga.

Gangguan ini dapat terjadi secara tiba-tiba dalam hitungan jam hingga beberapa hari. Sebagian orang merasa telinganya tersumbat, mendengar dengingan, atau kesulitan mendengar suara yang biasanya terdengar jelas.

Penurunan pendengaran mendadak merupakan kondisi yang membutuhkan evaluasi medis segera. Jangan menunggu beberapa hari dengan harapan pendengaran kembali normal, karena penanganan dini dapat berpengaruh terhadap peluang pemulihan.

Jika gejala tersebut muncul, segera cari pertolongan medis pada hari yang sama, idealnya melalui dokter THT atau layanan darurat yang tersedia.

Telinga Berdenging Mengikuti Denyut Nadi

Tinnitus tidak selalu terdengar seperti dengingan biasa. Pada sebagian orang, bunyi yang muncul terasa berdenyut mengikuti detak jantung. Kondisi ini dikenal sebagai pulsatile tinnitus.



Dengingan berdenyut dapat berkaitan dengan aliran darah di sekitar telinga atau kondisi medis tertentu. Penyebabnya beragam, sehingga keluhan yang baru muncul, berulang, atau menetap perlu diperiksa oleh tenaga kesehatan.

Jika telinga berdenging disertai sakit kepala hebat yang muncul mendadak, gangguan penglihatan, kelemahan anggota tubuh, atau kesulitan berbicara, segera cari pertolongan medis darurat.

Cara Mengurangi Risiko Telinga Berdenging

Ada beberapa kebiasaan yang dapat membantu menjaga kesehatan pendengaran dan mengurangi risiko tinnitus akibat paparan suara.

Pertama, hindari mendengarkan musik dengan volume terlalu tinggi. Jika menggunakan earphone, atur volumenya pada tingkat yang nyaman dan berikan waktu istirahat bagi telinga.

Kedua, gunakan pelindung pendengaran saat berada di lingkungan bising, seperti tempat konser atau lokasi kerja dengan suara mesin yang keras. Mengurangi durasi paparan suara juga dapat membantu melindungi pendengaran.



Ketiga, jangan memasukkan cotton bud atau benda lain terlalu dalam ke saluran telinga. Tindakan tersebut dapat mendorong kotoran semakin masuk atau melukai bagian telinga yang sensitif.

Jika telinga terasa tersumbat, hindari mencoba mengeluarkan kotoran menggunakan benda tajam. Mintalah bantuan tenaga kesehatan untuk memastikan penyebabnya dan menentukan cara pembersihan yang aman.

Selain itu, jaga pola tidur dan kelola stres. Kebiasaan tersebut dapat membantu meningkatkan kenyamanan jika dengingan terasa lebih mengganggu saat tubuh lelah atau ketika suasana sekitar tenang.