Jumat, 9 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Bawang Merah Membuat Mata Berair Saat Dipotong?

icaa - Friday, 09 October 2026 | 01:51 PM

Background
Mengapa Bawang Merah Membuat Mata Berair Saat Dipotong?

Bawang merah merupakan salah satu bahan yang sering digunakan dalam masakan Indonesia. Aromanya yang khas membuat bahan ini menjadi bagian penting dalam berbagai hidangan, mulai dari tumisan hingga sambal. Namun, ada satu hal yang kerap mengganggu ketika mengolahnya, yaitu mata terasa perih dan mengeluarkan air mata saat bawang dipotong.

Reaksi tersebut dapat muncul meskipun seseorang tidak sedang merasa sedih atau menangis. Bahkan, semakin banyak bawang yang dipotong, semakin terasa pula sensasi pedih pada mata dalam kondisi tertentu.

Lantas, mengapa bawang merah dapat menyebabkan mata berair? Jawabannya berkaitan dengan senyawa kimia alami yang dilepaskan ketika jaringan bawang mengalami kerusakan.

1. Sel Bawang Melepaskan Senyawa Kimia Saat Dipotong

Ketika bawang merah masih utuh, berbagai senyawa di dalam selnya tersimpan dalam susunan yang relatif terpisah. Namun, saat pisau digunakan untuk mengiris atau mencincang bawang, dinding selnya mengalami kerusakan.

Kerusakan tersebut membuat enzim dan senyawa yang sebelumnya terpisah dapat saling bereaksi. Proses ini menghasilkan berbagai zat yang membentuk aroma khas bawang sekaligus memicu reaksi yang membuat mata terasa perih.



Salah satu senyawa yang berperan dalam reaksi mata berair adalah zat volatil yang dikenal sebagai syn-propanethial-S-oxide. Senyawa ini dapat menyebar melalui udara setelah terbentuk dari reaksi kimia di dalam jaringan bawang.

Ketika mencapai permukaan mata, senyawa tersebut menimbulkan iritasi ringan yang memicu keluarnya air mata.

2. Air Mata Keluar sebagai Respons Perlindungan Mata

Mata manusia memiliki mekanisme perlindungan alami untuk menjaga permukaannya tetap lembap dan membantu membersihkan zat yang mengganggu.

Ketika senyawa dari bawang mencapai permukaan mata, ujung saraf sensorik dapat mendeteksi rangsangan tersebut. Tubuh kemudian merespons dengan meningkatkan produksi air mata.

Air mata yang keluar berfungsi membantu mengencerkan dan membilas zat pengiritasi dari permukaan mata. Itulah sebabnya seseorang bisa tiba-tiba mengeluarkan air mata saat berada di dekat bawang yang sedang dipotong.



Reaksi ini berbeda dengan air mata yang muncul karena emosi. Pada kondisi tersebut, keluarnya air mata terutama merupakan respons refleks terhadap rangsangan fisik atau kimia.

3. Semakin Banyak Bawang Dipotong, Mata Bisa Semakin Perih

Jumlah bawang yang dipotong dan kondisi tempat memasak dapat memengaruhi seberapa kuat reaksi yang dirasakan.

Ketika banyak bawang dicincang dalam waktu bersamaan, lebih banyak jaringan sel yang rusak sehingga senyawa penyebab iritasi berpotensi terlepas ke udara. Jika ruangan memiliki sirkulasi udara yang buruk, senyawa tersebut juga dapat lebih mudah terkumpul di sekitar area memasak.

Jarak wajah dengan talenan turut memengaruhi paparan. Semakin dekat posisi mata dengan bawang yang dipotong, semakin mudah senyawa yang terlepas mencapai permukaan mata.

Meski begitu, tingkat sensitivitas setiap orang berbeda. Ada orang yang hanya mengalami sedikit rasa perih, sementara orang lain dapat mengeluarkan air mata lebih banyak ketika memotong bawang dalam jumlah yang sama.



4. Pisau yang Tajam Dapat Membantu Mengurangi Iritasi

Penggunaan pisau yang tajam dapat membantu mengurangi kerusakan jaringan bawang yang tidak perlu. Pisau tajam memotong bawang dengan lebih bersih, sedangkan pisau tumpul cenderung menekan dan meremukkan jaringan sebelum memisahkannya.

Karena reaksi kimia pemicu iritasi dimulai ketika sel bawang rusak, cara memotong dapat memengaruhi jumlah senyawa yang dilepaskan. Namun, pisau tajam tidak sepenuhnya mencegah mata berair karena jaringan bawang tetap mengalami kerusakan saat diiris.

Untuk hasil yang lebih nyaman, gunakan pisau tajam dan potong bawang di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik.

5. Menyimpan Bawang di Kulkas Bisa Menjadi Salah Satu Cara

Mendinginkan bawang merah sebelum dipotong dapat membantu memperlambat sebagian reaksi kimia yang terjadi setelah jaringan selnya rusak. Suhu yang lebih rendah juga dapat memperlambat penguapan sejumlah senyawa volatil.

Karena itu, menyimpan bawang di dalam kulkas selama beberapa waktu sebelum diiris bisa membantu mengurangi rasa perih pada mata. Meski demikian, hasilnya dapat berbeda bergantung pada jenis bawang, suhu, dan kondisi saat pemotongan.



Cara lain yang dapat dicoba adalah menggunakan alat pengisap udara atau kipas yang mengarahkan udara menjauh dari wajah, bukan meniupkan senyawa dari bawang ke arah mata.

6. Apakah Membasahi Bawang Bisa Mencegah Mata Berair?

Sebagian orang mencoba membasahi bawang atau pisau sebelum memotongnya. Cara ini mungkin membantu dalam kondisi tertentu, tetapi tidak selalu efektif untuk mencegah mata berair.

Senyawa pemicu iritasi dapat terbentuk setelah sel bawang rusak dan kemudian menyebar ke udara. Karena itu, membasahi permukaan bawang saja tidak menjamin senyawa tersebut tidak mencapai mata.

Jika ingin mengurangi rasa perih, cara yang lebih masuk akal adalah mengombinasikan beberapa langkah, seperti menggunakan pisau tajam, mendinginkan bawang terlebih dahulu, serta memastikan udara bergerak menjauh dari wajah.

Hindari menggosok mata saat terasa perih setelah memotong bawang. Sebaiknya cuci tangan terlebih dahulu dan bilas mata dengan air bersih jika terasa teriritasi.