Minggu, 16 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Gempa M7,7 Guncang Flores NTT, 1.267 Personel TNI Dikerahkan Tangani Dampak Bencana

RAU - Sunday, 16 August 2026 | 03:02 AM

Background
Gempa M7,7 Guncang Flores NTT, 1.267 Personel TNI Dikerahkan Tangani Dampak Bencana

NTT – Sebanyak 1.267 personel TNI diterjunkan untuk membantu penanganan dampak gempa bumi di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Gempa utama berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada Sabtu dini hari WIB.

Pasca-gempa tersebut, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah, terutama NTT dan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Peringatan tersebut kemudian dinyatakan berakhir. Meski demikian, BMKG melaporkan adanya kenaikan muka air laut yang menerpa sejumlah kawasan pesisir.

Berdasarkan data Pusat Penerangan TNI, personel dikerahkan ke beberapa kabupaten terdampak. Rinciannya, 263 personel di Kabupaten Sikka, 105 personel di Ngada, 400 personel di Nagekeo, 120 personel di Ende, 295 personel di Manggarai dan Manggarai Timur, serta 84 personel di Manggarai Barat.

Di lapangan, personel TNI bersama Basarnas, BPBD, instansi terkait, dan masyarakat melakukan berbagai upaya penanganan bencana. Tugas tersebut meliputi pencarian dan penanganan korban, membantu perawatan korban, serta menangani dampak kerusakan akibat gempa.



TNI juga membantu pengoperasian posko penanganan bencana dan dapur lapangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak.

Untuk mendukung operasi kemanusiaan tersebut, TNI telah menyiapkan 89 unit kendaraan, 21 tenda lapangan, dan 120 velbed.

Selain itu, TNI Angkatan Laut menyiapkan satu unit helikopter Bell 412 dari Lanudal Juanda. Helikopter tersebut dipersiapkan untuk mendukung mobilitas personel serta membantu distribusi bantuan ke wilayah yang terdampak dan sulit dijangkau melalui jalur darat.

Pengerahan personel serta berbagai peralatan tersebut merupakan bagian dari respons terpadu TNI bersama lembaga terkait dalam membantu masyarakat yang terdampak gempa.

Sementara itu, BNPB hingga Sabtu pukul 12.30 WIB mencatat sementara 14 korban meninggal dunia. Selain itu, terdapat dua orang mengalami luka berat dan 11 orang luka ringan.



Korban meninggal sementara tercatat tiga orang di Kabupaten Sikka, enam orang di Kabupaten Manggarai, dan lima orang di Kabupaten Manggarai Timur. Sementara korban luka dilaporkan berasal dari beberapa wilayah, yaitu Sikka, Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur.

BNPB menegaskan bahwa jumlah tersebut masih berupa data sementara. Pendataan, verifikasi, dan validasi masih dilakukan oleh BPBD bersama unsur terkait di lapangan sehingga angka korban dapat berubah.

Selain korban jiwa dan luka-luka, sekitar 2.000 warga mengungsi atau melakukan evakuasi mandiri setelah merasakan guncangan kuat dan menyusul peringatan dini tsunami yang sebelumnya dikeluarkan BMKG.

TNI bersama Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, dan berbagai unsur lainnya akan terus melakukan penanganan terpadu, mulai dari pencarian dan evakuasi, perawatan korban, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga mendukung proses pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak.